IHSG Turun 10,53 Poin, Saham Asia Pulih Karena AS-Korea Selatan

Senin, 26 Maret 2018 - 16:39 WIB
IHSG Turun 10,53 Poin,...
IHSG Turun 10,53 Poin, Saham Asia Pulih Karena AS-Korea Selatan
A A A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Senin (26/3/2018) berakhir melemah 10,53 poin atau 0,17% menjadi 6.200,17. Awal perdagangan, indeks dibuka melemah 0,51% atau 31,97 poin ke level 6.178,73.

Senin ini, IHSG diperdagangkan di kisaran 6.167,34-6.205,57. Enam sektor saham utama berada di zona merah sehingga menekan indeks untuk bangkit, kendati saham pertambangan menguat hingga 1,22%.

Dari 497 saham, 202 menguat, 132 stabil, dan 163 tertekan. Nilai transaksi saham mencapai Rp7,08 triliun dari 9,05 miliar lembar saham. Transaksi bersih asing -Rp885,59 miliar, dengan aksi jual asing Rp2,65 triliun dan aksi beli asing Rp1,77 triliun.

Saham-saham yang meraih untung hari ini, antara lain BBNI naik 4,87%, PGAS menguat 5,19%, EXCL naik 2,43%, dan OASA melesat 16,78%. Sementara saham-saham yang tekor hari ini adalah GGRM tergelincir 0,98%, NIKL turun 4,36%, HEXA turun 2,91%, dan CITA jatuh 12,30%.

Sementara itu, pasar Asia memulih pada penutupan perdagangan Senin petang ini, karena Amerika Serikat setuju membebaskan Korea Selatan dari tarif impor baja. Awal dagang, pasar saham Asia anjlok seiring kekhawatiran perang dagang antara AS dengan China.

Melansir CNBC, Senin (26/3), indeks Nikkei 225 Jepang mengoreksi kerugian dengan naik 148,24 poin atau 0,72% menjadi 20.766,10. Indeks Topix naik 6,38 poin atau 0,38% menjadi 1.671,32.

Di seberang Selat Korea, Kospi naik 20,32 poin atau 0,84% menjadi 2.437,08. Reuters melaporkan AS setuju untuk membebaskan Korea Selatan dari tarif baja, dan sebaliknya akan memberlakukan kuota pada impor baja. Imbalannya, Korea Selatan akan meningkatkan akses bagi pembuat mobil AS di bawah perjanjian perdagangan bilateral yang dikenal sebagai Perjanjian Perdagangan Bebas AS-Korea.

Di Australia, patokan ASX 200 ditutup turun 30,20 poin atau 0,52% ke level 5,790.50, karena saham sektor keuangan turun 0,84%. Saham perbankan utama di negara itu jatuh, di mana saham ANZ menurun 0,65%, Commonwealth Bank turun 1,09%, National Australia Bank turun 0,66%, dan Westpac Bank melemah 0,62%.

Di tempat lain, pasar China daratan selesai dengan beragam, Shanghai turun 18,83 poin atau 0,6% menjadi 3.133,92, sementara Shenzhen naik 23,74 poin atau 1,34% menjadi 1.790,35. Di Hong Kong, indeks Hang Seng menghapus kerugian untuk naik 239,48 poin atau 0,79% menjadi 30.548,77.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
IHSG Dibuka Memerah,...
IHSG Dibuka Memerah, Analis Sebut Relaksasi Perbankan AS Tekan Likuiditas Pasar
Akhir Pekan, IHSG Ditutup...
Akhir Pekan, IHSG Ditutup Menguat Tipis ke Level 6.356
Melemah Lagi, IHSG Ditutup...
Melemah Lagi, IHSG Ditutup Anjlok 48,41 Poin ke Level 6.252
Anteng di Zona Hijau,...
Anteng di Zona Hijau, IHSG Ditutup Naik 1 Persen ke 6.264
343 Saham Melemah, IHSG...
343 Saham Melemah, IHSG Ditutup di Zona Merah pada Level 6.199
Akhiri Tren Negatif,...
Akhiri Tren Negatif, IHSG Ditutup Melaju 1,12 Persen ke Level 6.347
Berita Terkini
Tren Penguatan IHSG...
Tren Penguatan IHSG Lanjut ke 6.346, Transaksi di Awal Sesi Cetak Rp627 Miliar
12 menit yang lalu
AS Gempur Iran 12 Malam...
AS Gempur Iran 12 Malam Beruntun & Houthi Tembak Tanker Saudi, Harga Minyak Dunia Tembus USD96/Barel
1 jam yang lalu
Purbaya Bebaskan Bea...
Purbaya Bebaskan Bea Masuk Impor LPG dan Komponen Pesawat Udara
1 jam yang lalu
Indonesia Punya 40%...
Indonesia Punya 40% Cadangan Nikel Dunia, Anehnya Tak Bisa Pimpin Rantai Pasok Baterai Global
2 jam yang lalu
1.500 Pekerja Tekstil...
1.500 Pekerja Tekstil Terancam Kena PHK, Said Iqbal Ungkap Lokasinya
2 jam yang lalu
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
11 jam yang lalu
Infografis
15 Perang yang Melibatkan...
15 Perang yang Melibatkan Tentara AS, Pernah Kalah karena 60.000 Pasukan Tewas Sia-sia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved