Pasar Properti Lesu, Intiland Bukukan Pendapatan Rp2,2 Triliun

Senin, 26 Maret 2018 - 19:29 WIB
Pasar Properti Lesu,...
Pasar Properti Lesu, Intiland Bukukan Pendapatan Rp2,2 Triliun
A A A
JAKARTA - Kondisi pasar properti sepanjang 2017 boleh dibilang kurang kondusif. Namun tidak demikian dengan pengembang properti PT Intiland Development Tbk (Intiland; DILD), justru berhasil mempertahankan pencapaian keuangan di tengah kondisi kurang bagus tersebut.

Berdasarkan laporan keuangan tahunan yang berakhir 31 Desember 2017, Perseroan membukukan pendapatan usaha sebesar Rp2,2 triliun, atau menurun tipis dibandingkan tahun 2016 yang mencapai Rp2,3 triliun.

Direktur Pengelolaan Modal dan Investasi Intiland, Archied Noto Pradono menilai kondisi pasar properti secara umum belum sepenuhnya pulih di tahun 2017. Pasar properti nasional masih menghadapi sejumlah tantangan pertumbuhan, selain juga disebabkan konsumen dan investor yang cenderung masih mengambil sikap menunggu (wait and see) terhadap perubahan kondisi pasar.

“Segmen pengembangan kawasan industri dan recurring income (pendapatan berkelanjutan) menjadi pendorong utama pencapaian kinerja keuangan tahun 2017. Hasil penjualan lahan kawasan industri sepanjang tahun lalu bisa langsung dibukukan sebagai pendapatan usaha,” ungkap Archied dalam keterangan pers yang diterima SINDOnews, Senin (26/3/2018).

Segmen pengembangan kawasan industri mencatatkan pendapatan usaha sebesar Rp550,9 miliar atau memberikan kontribusi sebesar 25% dari keseluruhan. Jumlah tersebut melonjak sebesar 578% dibandingkan pencapaian tahun 2016 yang mencapai Rp81,3 miliar.

Segmen properti investasi yang merupakan sumber recurring income memberikan kontribusi senilai Rp528,2 miliar atau 24% dari keseluruhan. Segmen ini meraih pertumbuhan pendapatan usaha sebesar Rp180,6 miliar atau 52% dari pencapaian tahun 2016 senilai Rp347,6 miliar.

Peningkatan yang cukup signifikan ini, terutama dipicu oleh meningkatnya kontribusi dari pendapatan sewa perkantoran serta pengelolaan fasilitas gedung dan kawasan. Segmen pengembangan mixed-use and high rise mencatatkan pendapatan usaha sebesar Rp703,6 miliar, atau memberikan kontribusi 31,9%. Segmen pengembangan kawasan perumahantercatat memberikan kontribusi sebesar Rp420 miliar atau 19,1%.

Menurut Archied pengakuan penjualan pada dua segmen ini mengalami penurunan masing-masing sebesar 37% dan 43%. Penurunan ini lebih disebabkan marketing sales yang diperoleh dari kedua segmen tersebut belum bisa diakui sebagai pendapatan usaha.

“Penurunan ini karena marketing sales pada segmen mixed-use and high rise dan kawasan perumahan belum bisa dibukukan sebagai pendapatan usaha tahun 2017, karena menunggu progres pembangunan,” ungkap Archied.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Garap Proyek SOHO, Intiland...
Garap Proyek SOHO, Intiland Development Gelontor Rp150 Miliar
Pasca Putusan Pailit,...
Pasca Putusan Pailit, Cowell Utamakan Kepentingan Konsumen dan Karyawan
Ciputra Development...
Ciputra Development Bagikan Dividen Rp148,3 Miliar
Intiland Raih Empat...
Intiland Raih Empat Penghargaan PropertyGuru Indonesia Property Awards 2021
Intiland Gelar Topping...
Intiland Gelar Topping Off Apartemen SQ Res
Intiland Gelar Rapat...
Intiland Gelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahun 2024
Berita Terkini
Hasilkan Riset Berkelanjutan,...
Hasilkan Riset Berkelanjutan, Kayla Raih Pendanaan Global Youth Action Fund
19 menit yang lalu
Potensi Tambahan Penerimaan...
Potensi Tambahan Penerimaan Negara dari DSI Masih Dihitung, Purbaya: Belum Ketemu Angkanya
1 jam yang lalu
BRImo Raih Penghargaan...
BRImo Raih Penghargaan Digital Innovation in Business Transformation di Ajang Digital Innovation Awards 2026
1 jam yang lalu
Atasi Kebocoran Data...
Atasi Kebocoran Data Ekspor, Mahfud MD Dorong Penguatan PT DSI
1 jam yang lalu
Tok! Eksportir SDA Wajib...
Tok! Eksportir SDA Wajib Pulangkan 100% Devisa Hasil Ekspor ke Dalam Negeri Mulai Juni 2026
4 jam yang lalu
BUMN Ekspor Resmi Beroperasi...
BUMN Ekspor Resmi Beroperasi Besok 1 Juni 2026! Terbagi 2 Fase, Eksportir Wajib Lapor DSI
5 jam yang lalu
Infografis
Pasar di Jakarta Hasilkan...
Pasar di Jakarta Hasilkan 500 Ton Sampah Per Hari
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved