Sinergi BUMN-Swasta Dorong Perekonomian Indonesia

Selasa, 27 Maret 2018 - 14:13 WIB
Sinergi BUMN-Swasta...
Sinergi BUMN-Swasta Dorong Perekonomian Indonesia
A A A
JAKARTA - Chairman MNC Group Hary Tanoesoedibjo (HT) menyampaikan bahwa sinergi antara badan usaha milik negara (BUMN) dan swasta bisa mendorong perekonomian Indonesia.

Karena itu, dari sisi pemerintah, HT berharap regulator dapat membuat aturan-aturan yang tepat sasaran, sehingga bisa membuat Indonesia lebih produktif.

"Indonesia maju lebih cepat kalau ada regulasi yang tepat sasaran. Bagaimana pemerintah mempercepat regulasi sehingga mereka lebih produktif," ujarnya dalam seminar "The Power of Collaboration" yang diadakan oleh Koran SINDO dan SINDOnews di Jakarta, Selasa (27/3/2018).

HT menjelaskan, regulasi yang tepat membuat perusahaan BUMN maupun swasta bisa saling bersinergi melengkapi satu sama lain. Pada akhirnya, tegas dia, hal itu yang akan membuat masyarakat semakin sejahtera.

"Saya menegaskan BUMN dan swasta harus saling melengkapi karena kalau saling berkompetisi kasihan rakyatnya. Tentunya sesuai kapasitas masing-masing bagaimana bersama membangun negara kita lebih baik lagi," katanya.

HT mengingatkan, jangan sampai BUMN justru mengambil jatah swasta dengan terus mengutamakan keuntungan semata. "Sementara pada akhirnya masyarakat menjadi terabaikan karena BUMN terlalu fokus pada profit," tandasnya.

Di bagian lain, HT mendorong agar pemerintah mengupayakan peningkatan produktivitas masyarakat guna mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia. "Ini harus kita cari (sebabnya), saya analisa permasalahan bangsa kita penopang ekonomi produktif tidak banyak. Kelompok menengah atas jumlahnya relatif tidak banyak dibandingkan 260 juta jiwa penduduk," tuturnya.

Menurut HT, jika mayoritas masyarakat Indonesia semakin produktif, apalagi mampu membuka lapangan kerja baru, maka penerimaan pajak buat pemerintah pun dengan sendirinta bertambah. "Bisa biayai diri mereka sendiri dan kalau bisa tumbuh bisa buka lapangan kerja dan kalau berhasil bisa jadi objek pajak baru," pungkasnya.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Sinergi BUMN dan Swasta...
Sinergi BUMN dan Swasta untuk Maksimalkan Pemanfaatan Hutan
Dukung Pertumbuhan,...
Dukung Pertumbuhan, Erick Thohir Minta BUMN-BUMD Tingkatkan Sinergi
Pertumbuhan Ekonomi...
Pertumbuhan Ekonomi Sulawesi Selatan Kuartal I Tahun 2024
Dorong Industri Event...
Dorong Industri Event untuk Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Proyeksi Pertumbuhan...
Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi RI Kembali Dipangkas
BI Proyeksikan Ekonomi...
BI Proyeksikan Ekonomi RI Tumbuh 4,7 Persen hingga 5,5 Persen di 2025
Berita Terkini
Lindungi Bursa Saham...
Lindungi Bursa Saham dari Ancaman Siber, ADIGSI Gandeng APEI
3 jam yang lalu
Tak Sekadar Nyaman,...
Tak Sekadar Nyaman, Hunian Masa Depan Kini Mengandalkan Energi Hijau
4 jam yang lalu
Pajak JHT Diminta Hapus,...
Pajak JHT Diminta Hapus, Begini Janji Menkeu Purbaya
4 jam yang lalu
Program CID Pertamina...
Program CID Pertamina Patra Niaga Ubah Tantangan Lokal Jadi Peluang Usaha
4 jam yang lalu
SIG Berdayakan UMKM...
SIG Berdayakan UMKM Berbasis Potensi Lokal di Tuban
4 jam yang lalu
Keamanan Aset Kripto...
Keamanan Aset Kripto Bukan Hanya soal Teknologi, tetapi Kesadaran Pengguna
5 jam yang lalu
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved