Harga Minyak Dunia Jatuh di Bawah USD70 Per Barel
Rabu, 28 Maret 2018 - 10:58 WIB
Harga Minyak Dunia Jatuh di Bawah USD70 Per Barel
A
A
A
SINGAPURA - Harga minyak dunia jatuh pada awal perdagangan, Rabu (28/3/2018) seiring kejutan dari kenaikan persediaan minyak mentah Amerika Serikat (AS) hingga membuat Brent kembali di bawah USD70 per barel. Sedangkan harga minyak mentah West Texas Intermediate AS turun di bawah USD65/Barel.
Seperti dilansir Reuters hari ini, harga minyak mentah AS berada di level USD64,86 per barel pada pukul 02.01 GMT, atau mengalami penyusutan 39 sen yang setara 0,6% dari sesi sebelumnya. Harga minyak mentah berjangka Brent juga lebih rendah 36 sen atau 0,5% menjadi USD69,75 per barel.
Para pelaku pasar mengungkapkan, penurunan terjadi setelah American Petroleum Institute (API) kemarin melaporkan kejutan kenaikan stok minyak mentah sebesar 5,3 juta barel dalam seminggu hingga 23 Maret, menjadi 430,6 juta barel. Data inventaris AS resmi baru akan dipublikasikan oleh Administrasi Informasi Energi (EIA) pada Rabu malam.
“Kami akan melihat bagaimana data inventaris terlihat dan apakah nilai tertinggi baru-baru ini dapat ditantang lagi. Untuk saat ini, sepertinya WTI dan Brent sedang terhenti," ujar Kepala Strategi Pasar AxiTrader yakni Greg McKenna.
Penurunan harga pada hari ini tetap terjadi, meskipun eksportir utama Arab Saudi mengatakan bakal memperpanjang upaya mengendalikan pasokan minyak mentah lewat kerja sama dengan Rusia. Pangeran Mahkota Saudi Mohammad bin Salman mengatakan kepada Reuters bahwa Riyadh dan Moskow sedang mempertimbangkan memperluas aliansi jangka pendek pada pembatasan minyak yang dimulai pada Januari 2017 setelah jatuhnya harga minyak mentah.
"Kami sedang bekerja untuk mengubah dari perjanjian tahun ke tahun menjadi perjanjian 10 hingga 20 tahun," kata putra mahkota itu kepada Reuters dalam sebuah wawancara di New York pada Senin malam.
Seperti dilansir Reuters hari ini, harga minyak mentah AS berada di level USD64,86 per barel pada pukul 02.01 GMT, atau mengalami penyusutan 39 sen yang setara 0,6% dari sesi sebelumnya. Harga minyak mentah berjangka Brent juga lebih rendah 36 sen atau 0,5% menjadi USD69,75 per barel.
Para pelaku pasar mengungkapkan, penurunan terjadi setelah American Petroleum Institute (API) kemarin melaporkan kejutan kenaikan stok minyak mentah sebesar 5,3 juta barel dalam seminggu hingga 23 Maret, menjadi 430,6 juta barel. Data inventaris AS resmi baru akan dipublikasikan oleh Administrasi Informasi Energi (EIA) pada Rabu malam.
“Kami akan melihat bagaimana data inventaris terlihat dan apakah nilai tertinggi baru-baru ini dapat ditantang lagi. Untuk saat ini, sepertinya WTI dan Brent sedang terhenti," ujar Kepala Strategi Pasar AxiTrader yakni Greg McKenna.
Penurunan harga pada hari ini tetap terjadi, meskipun eksportir utama Arab Saudi mengatakan bakal memperpanjang upaya mengendalikan pasokan minyak mentah lewat kerja sama dengan Rusia. Pangeran Mahkota Saudi Mohammad bin Salman mengatakan kepada Reuters bahwa Riyadh dan Moskow sedang mempertimbangkan memperluas aliansi jangka pendek pada pembatasan minyak yang dimulai pada Januari 2017 setelah jatuhnya harga minyak mentah.
"Kami sedang bekerja untuk mengubah dari perjanjian tahun ke tahun menjadi perjanjian 10 hingga 20 tahun," kata putra mahkota itu kepada Reuters dalam sebuah wawancara di New York pada Senin malam.
(akr)
Lihat Juga :