IHSG Dibuka Merangkak Naik Saat Bursa Asia Lebih Tinggi
Senin, 02 April 2018 - 09:34 WIB
IHSG Dibuka Merangkak Naik Saat Bursa Asia Lebih Tinggi
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan awal bulan April 2018, dibuka menghijau meski tidak terlalu besar. IHSG pagi ini dibuka menguat 10,75 poin atau 0,17% ke level 6.199,74.
Sementara pada perdagangan akhir bulan Maret 2018, bursa saham Tanah Air berakhir menguat 48,15 poin atau 0,78% menjadi 6.188,99. Lonjakan bursa saham saat itu dipengaruhi sektor saham yang menghijau, dengan lima sektor saham naik lebih dari 1%.
Di sisi lain pada pagi ini, sektor saham dalam negeri tanpa terkecuali terlihat berada dalam jalur positif dipimpin kenaikan tertinggi sektor aneka industri yang melesat hingga 2,40%. Kemudian diikuti industri dasar yang bertengger di zona hijau lewat tambahan 1.70%.
Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia tercatat sebesar Rp34 miliar dengan 15 juta saham diperdagangkan pada sesi pagi dan transaksi bersih asing minus Rp6,24 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp21,12 miliar dan aksi beli asing mencapai Rp14,87 miliar. Tercatat 27 saham naik, 4 saham turun dan 14 saham stagnan.
Beberapa saham yang menguat di antaranya PT Unilever Indonesia Tbk. (UNVR) meningkat Rp625 menjadi Rp50.150, PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. (INTP) naik Rp250 menjadi Rp16.250 serta PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) bertambah Rp150 ke posisi Rp23.450.
Saham-saham lainnya yang melemah yakni PT Matahari Department Store Tbk. (LPPF) melemah Rp450 menjadi Rp10.500, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) turun Rp100 ke level Rp3.500 dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) menyusut Rp100 menjadi Rp7.575.
Seperti dilansir CNBC, pasar saham Asia berangsur lebih tinggi pada perdagangan awal pekan hari ini, bahkan ketika China memberlakukan tarif baru pada komoditas yang berasal dari Amerika Serikat (AS). Tercatat indeks Nikkei Jepang meningkat tipis 0,52% ketika sempat bergerak dalam wilayah negatif dan indeks Topix naik 0,32%.
Di tempat lain, indeks Kospi di Korea Selatan bertambah 0,6% ketika produsen mobil mencetak penguatan di tengah gejolak harga minyak. Saham Lotte Shopping, Amorepacific dan Korean Air Line naik masing-masing 7,04% dan 7,26% serta 2,37%.
Pasar saham pada daratan China melacak lebih tinggi pada awal perdagangan, dengan komposit Shanghai melompat sebesar 0,03% dan komposit Shenzhen bertambah 0,32%. Indeks lainnya di wilayah ini juga mencatat sedikit kenaikan, seperti Indeks Straits Times Singapura lebih tinggi sebesar 0,26% dan Taiex Taiwan naik 0,27%.
Sementara pada perdagangan akhir bulan Maret 2018, bursa saham Tanah Air berakhir menguat 48,15 poin atau 0,78% menjadi 6.188,99. Lonjakan bursa saham saat itu dipengaruhi sektor saham yang menghijau, dengan lima sektor saham naik lebih dari 1%.
Di sisi lain pada pagi ini, sektor saham dalam negeri tanpa terkecuali terlihat berada dalam jalur positif dipimpin kenaikan tertinggi sektor aneka industri yang melesat hingga 2,40%. Kemudian diikuti industri dasar yang bertengger di zona hijau lewat tambahan 1.70%.
Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia tercatat sebesar Rp34 miliar dengan 15 juta saham diperdagangkan pada sesi pagi dan transaksi bersih asing minus Rp6,24 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp21,12 miliar dan aksi beli asing mencapai Rp14,87 miliar. Tercatat 27 saham naik, 4 saham turun dan 14 saham stagnan.
Beberapa saham yang menguat di antaranya PT Unilever Indonesia Tbk. (UNVR) meningkat Rp625 menjadi Rp50.150, PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. (INTP) naik Rp250 menjadi Rp16.250 serta PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) bertambah Rp150 ke posisi Rp23.450.
Saham-saham lainnya yang melemah yakni PT Matahari Department Store Tbk. (LPPF) melemah Rp450 menjadi Rp10.500, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) turun Rp100 ke level Rp3.500 dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) menyusut Rp100 menjadi Rp7.575.
Seperti dilansir CNBC, pasar saham Asia berangsur lebih tinggi pada perdagangan awal pekan hari ini, bahkan ketika China memberlakukan tarif baru pada komoditas yang berasal dari Amerika Serikat (AS). Tercatat indeks Nikkei Jepang meningkat tipis 0,52% ketika sempat bergerak dalam wilayah negatif dan indeks Topix naik 0,32%.
Di tempat lain, indeks Kospi di Korea Selatan bertambah 0,6% ketika produsen mobil mencetak penguatan di tengah gejolak harga minyak. Saham Lotte Shopping, Amorepacific dan Korean Air Line naik masing-masing 7,04% dan 7,26% serta 2,37%.
Pasar saham pada daratan China melacak lebih tinggi pada awal perdagangan, dengan komposit Shanghai melompat sebesar 0,03% dan komposit Shenzhen bertambah 0,32%. Indeks lainnya di wilayah ini juga mencatat sedikit kenaikan, seperti Indeks Straits Times Singapura lebih tinggi sebesar 0,26% dan Taiex Taiwan naik 0,27%.
(akr)
Lihat Juga :