Rupiah Berakhir Tak Berdaya Saat USD Tertekan

Selasa, 03 April 2018 - 17:01 WIB
Rupiah Berakhir Tak...
Rupiah Berakhir Tak Berdaya Saat USD Tertekan
A A A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan sore, Selasa (3/4/2018) masih tak berdaya untuk tetap berada di kisaran level Rp13.760/USD. Pelemahan mata uang Garuda justru terjadi saat USD cenderung tertekan di tengah sengketa perdagangan antara Amerika Serikat (AS) dan China.

Data Yahoo Finance menunjukkan rupiah di sesi perdagangan sore berada pada posisi Rp13.760/USD atau masih tertahan di zona merah dibanding penutupan sebelumnya Rp13.749/USD. Rupiah sepanjang hari ini bergerak pada level Rp13.748-Rp13.766/USD.

Menurut data Bloomberg di akhir perdagangan, rupiah bertengger ke level Rp13.764/USD atau tidak lebih baik dari penutupan awal pekan kemarin Rp13.753/USD. Pergerakan harian rupiah berada di kisaran Rp13.749-Rp13.768/USD.

Sementara, data SINDOnews bersumber dari Limas, rupiah sore ini berada pada level Rp13.770/USD atau sama dengan posisi kemarin. Meski begitu dalam pergerakannya rupiah masih terdepresiasi saat melawan USD.

Berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah berada pada level Rp13.765/USD. Posisi ini memperlihatkan rupiah masih tak berdaya dibandingkan posisi perdagangan sebelumnya yang berada di level Rp13.750/USD.

Seperti dilansir Reuters, dolar jatuh pada perdagangan hari ini di tengah kekhawatiran tentang ketegangan perdagangan AS-China, meskipun pasar valuta asing sebagian besar mengabaikan terkait kemungkinan apakah ketegangan antara kedua negara dengan ekonomi terbesar dunia itu bakal terimbas ke pertumbuhan global

USD mengalami tekanan terhadap Yen Jepang yang mendapatkan keuntungan pada saat ketidakpastian ekonomi, selama tiga hari beruntun. Namun penurunan itu mulai terhenti karena investor mata uang menarik kembali dari mata uang Jepang.

Mata uang Asia seperti won Korea, dolar Taiwan, serta dolar Australia, yang semuanya diperkirakan akan turun tajam jika perang perdagangan mencapai pertumbuhan global, semuanya berjalan relatif baik dalam beberapa hari terakhir. Yen jatuh 0,2% menjadi 106,075 terhadap dolar.

Greenback terhadap enam mata uang utama turun 0,2% pada posisi 89,913 sementara euro naik 0,2% menjadi 1,2324 saat berhadapan dengan USD. Di tempat lain, dolar Australia naik 0,5% ke posisi 0,7695 terhadap USD menempel di atas terendah tiga bulan dari pekan lalu di level 0,7643.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.409 per Dolar AS
Rupiah Terlemah Sepanjang...
Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp15.526
Wacana Lama Hidup Lagi,...
Wacana Lama Hidup Lagi, Ini Dua Sisi Pentingnya Redenominasi Rupiah
Bikin Gaduh Karena Keliru...
Bikin Gaduh Karena Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Google Harus Tanggung Jawab!
Google Keliru Tampilkan...
Google Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Timbulkan Kegaduhan!
Berita Terkini
Apes, Uni Eropa Terancam...
Apes, Uni Eropa Terancam Kehilangan Pasokan Gas AS usai Tinggalkan Rusia
8 jam yang lalu
Dampak Pembiayaan PNM...
Dampak Pembiayaan PNM Diakui, Kini Melayani 23 Juta Nasabah Perempuan Prasejahtera
8 jam yang lalu
Investasi Hijau, Pertamina...
Investasi Hijau, Pertamina Port & Logistics Tanam 600 Mangrove di Balikpapan
8 jam yang lalu
Belanja Puas, Dompet...
Belanja Puas, Dompet Aman dengan Promo Spesial Blibli BRIDAY
8 jam yang lalu
Jatuhkan Denda ke 97...
Jatuhkan Denda ke 97 Pindar, Putusan KPPU Dinilai Tidak Sah
9 jam yang lalu
Hadir di CEO Talks Unand,...
Hadir di CEO Talks Unand, Pegadaian Ajak Generasi Muda Melek Investasi Sejak Dini
9 jam yang lalu
Infografis
5 Bandara Tersibuk saat...
5 Bandara Tersibuk saat Mudik Lebaran 2026, Layani 4,41 Juta Penumpang
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved