Mau Bangun Kilang, Pertamina Sambut Baik Skema Tax Holiday

Kamis, 05 April 2018 - 23:01 WIB
Mau Bangun Kilang, Pertamina...
Mau Bangun Kilang, Pertamina Sambut Baik Skema Tax Holiday
A A A
JAKARTA - Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Elia Massa Manik menyambut baik skema tax holiday yang akan dikeluarkan pemerintah dalam waktu dekat ini. BUMN energi tersebut berencana menggunakan insentif tersebut untuk proyek kilangnya.

Menurut dia, skema tax holiday yang baru ini sudah sangat lengkap, di mana perusahaan dapat memperoleh fasilitas bebas pajak dengan jangka waktu 5-20 tahun untuk penanaman modal berkisar dari Rp500 miliar hingga di atas Rp30 triliun. Setelah jangka waktu berakhir, perusahaan juga masih diberi waktu dua tahun masa transisi dengan pengurangan PPh Badan sebesar 50%.

"Saya lihat investasi di atas Rp30 triliun bebas PPh selama 20 tahun itu komplit. Saya yakin pemerintah sudah benchmarking dengan Malaysia, Vietnam," kata dia di Jakarta, Kamis (5/4/2018).

Elia mengaku ada rencana untuk menggunakan fasilitas tersebut apabila Peraturan Menteri Keuangan (PMK) terkait tax holiday sudah terbit. "Begitu aturannya selesai. Ada empat proyek (kilang), Cilacap, Balikpapan, Bontang, dan Tuban," tuturnya.

Elia melanjutkan, adanya insentif baru dalam tax holiday menjadi daya tarik bagi industri dengan high capital intensive. "Salah satunya daya tarik negara tetangga. Jadi kalau misalnya itu benar diimplementasikan, kita punya keyakinan akan banyak yang masuk. Walaupun bukan hanya faktor itu saja," ungkapnya.

Seperti diketahui, pemerintah berkomitmen untuk meningkatkan tingkat kemudahan berusaha dengan beberapa kebijakan baru di bidang perpajakan dan bea cukai. Kebijakan dalam perpajakan dituangkan dalam kebijakan tax holiday yang mencakup 17 industri pionir, dari sebelumnya yang hanya delapan cakupan industri pionir.

Adapun ke-17 industri pionir itu adalah, industri logam dasar hulu; industri pemurnian dan atau pengilangan minyak dan gas bumi dengan atau tanpa turunannya; industri petrokimia berbasis minyak bumi, gas alam, batu bara dengan atau tanpa turunannya; industri kimia dasar organik; industri kimia dasar non-organik; industri bahan baku farmasi; industri pembuatan semi konduktor dan komponen utama komputer lainnya.

Selanjutnya, industri pembuatan peralatan komunikasi; industri pembuatan komponen utama alat kesehatan; industri pembuatan komponen utama mesin industri seperti motor listrik; industri pembuatan komponen utama mesin seperti piston, silinder head; industri pembuatan komponen robotik; industri pembuatan komponen utama kapal; industri pembuatan komponen utama pesawat terbang; industri pembuatan komponen utama kereta api termasuk mesin atau transmisi; industri mesin pembangkit tenaga listrik dan infrastruktur ekonomi.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Petani Mendapat Sosialisasi...
Petani Mendapat Sosialisasi Keamanan Seiring Gas JTB Mulai Dialirkan
Sampai dengan Semester...
Sampai dengan Semester I/2021, Pertamina Setor Rp110,6 Triliun ke Negara
Pertamina Mulai Berlakukan...
Pertamina Mulai Berlakukan Transaksi Non Tunai
Penjualan Kondensat...
Penjualan Kondensat Pertamina EP Subang Field
Pertamina EP Donggi...
Pertamina EP Donggi Matindok Field Dorong Perekonomian Kelompok Wanita Banggai
PEP Prabumulih Field...
PEP Prabumulih Field Dukung Gerakan Ketahanan Pangan
Berita Terkini
Tokenisasi Saham AI...
Tokenisasi Saham AI Diminati Investor, Bittime Catat Kepemilikan Naik 106%
2 jam yang lalu
Iran-AS Memanas Lagi,...
Iran-AS Memanas Lagi, Harga Minyak Dunia Melonjak Lebih dari 6%
2 jam yang lalu
Pertamina Manfaatkan...
Pertamina Manfaatkan Jakarta Fair Perkuat Daya Saing UMKM Lokal
3 jam yang lalu
Pasar Saham RI Terancam...
Pasar Saham RI Terancam Turun Kelas, Modal Asing Bisa Kabur Rp3,6 Triliun
3 jam yang lalu
Sertifikasi Influencer...
Sertifikasi Influencer Kripto Dinilai Jadi Langkah Positif Bangun Ekosistem Lebih Sehat
3 jam yang lalu
Rupiah Kian Krasan di...
Rupiah Kian Krasan di Kisaran Rp18.000, Apa Penyebabnya?
4 jam yang lalu
Infografis
Arab Saudi Bangun Jalur...
Arab Saudi Bangun Jalur Kereta Api Landbridge Rp116 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved