Rombak Direksi, Waskita Harap Tak Ada Lagi Kecelakaan Proyek

Jum'at, 06 April 2018 - 22:01 WIB
Rombak Direksi, Waskita...
Rombak Direksi, Waskita Harap Tak Ada Lagi Kecelakaan Proyek
A A A
JAKARTA - PT Waskita Karya Tbk (WSKT) melakukan perombakan direksi melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST). Perusahaan berharap dengan pembaharuan manajemen tidak ada lagi kecelakaan proyek.

Mantan Direktur Utama Waskita Karya M Choliq mengatakan, ada tiga wajah baru menghiasi jajaran direksi perusahaan, salah satunya yakni I Gusti Ngurah Putra yang diangkat menjadi Direktur Utama menggantikan dirinya.

"Ini 100% asli BUMN, melihat susunan yang baru itu yang berkarier awal di Waskita ada tiga orang. Pak Ngurah sebelumnya mantan Direktur Operasi (Waskita)," ujarnya usai RUPST di Jakarta, Jumat (6/4/2018).

Selain itu, ada Haris Gunawan selaku Direktur Keuangan dan Didit Oemar Prihadi selaku Direktur Operasi I yang sudah puluhan tahun berada di Waskita Karya. "Kedua, Haris Gunawan, saya kira kader Waskita cukup lama hampir 30 tahunan, terakhir (Haris) Direktur Keuangan Adhi Karya. Terakhir asli Waskita, Pak Didit Oemar sudah 30 tahun lebih di Waskita," katanya.

Menurut Choliq, jajaran direksi sekarang bisa bergerak lebih cepat lagi karena Waskita Karya sebelumnya sudah menjadi pemain besar di industri konstruksi. "Lebih mudah, kalau mobil baru lebih tokcer, harapannya begitu juga. Cukup berat pertahankan posisi market leader di industri konstruksi sebesar 45% dari sisi penjualan, laba Rp4,2 triliun, yang lain belum ada dan ini cukup berat," ujarnya.

Dia mengakui, direksi lama termasuk dirinya cukup terbebani dengan beberapa kecelakaan proyek mulai dari Agustus tahun lalu sampai sekarang. "Kita sadar direksi lama dari Agustus 2017 sampai Maret 2018 terjadi kecelakaan dramatis, delapan kali di Waskita dari total 16 kali di Indonesia. Tapi, yang gagal konstruksi hanya satu di Bandara (Soekarno-Hatta), hanya satu dari delapan (kecelakaan) karena design-nya salah, sisanya kecelakaan proyek, bukan kegagalan konstruksi," ujar Choliq.

Fundamental berupa direksi baru ini, kata Choliq, memang perlu diperbaharui, apalagi sekarang sudah ada tingkat direktur khusus yang menangani quality, safety, health and environment. Dia menambahkan, belum ada perusahaan sejenis yang punya direktur di tingkat ini, sehingga permasalahan kecelakaan diyakini dapat diselesaikan.

"Kalau melihat (kecelakaan) jangan hanya delapan bulan terakhir, tapi 10 tahun terakhir. Lebih banyak enggak dari yang lain? Kenapa delapan bulan terakhir banyak? Karena produksinya banyak, contoh girder yang jatuh, kita pasang 11.000 lebih girder. Coba tanya ke yang lain, enggak ada, yang lain pasang cuma 100 (girder)," pungkasnya.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Mensos Pekerjakan 15...
Mensos Pekerjakan 15 Pemulung di PT Waskita Karya
2 Mantan Dirut PT Waskita...
2 Mantan Dirut PT Waskita Karya Diperiksa Kejagung
2 Mantan Direktur PT...
2 Mantan Direktur PT Waskita Karya Jadi Tersangka
Anak Usaha Ketiban Utang...
Anak Usaha Ketiban Utang Rp8,9 Triliun, Dirut WK: Akan Kembali Bangkit dan Pulih
Jadi Tersangka, Direktur...
Jadi Tersangka, Direktur Operasional PT Waskita Karya Dijebloskan ke Bui
Digeser dari Komut Adhi...
Digeser dari Komut Adhi Karya ke Waskita, Fadjroel: Komisaris Biasa
Berita Terkini
Sensus Ekonomi 2026...
Sensus Ekonomi 2026 Resmi Dimulai Besok 15 Juni 2026, Usaha Nasional Didata Tanpa Terkecuali
5 jam yang lalu
Prabowo Perintahkan...
Prabowo Perintahkan Rosan Jelaskan Kondisi Investasi RI di Istana Merdeka Besok
5 jam yang lalu
Mengapa Harga Pertamax...
Mengapa Harga Pertamax Naik? Kemkomdigi: Karena Indonesia Tak Hidup Sendirian
6 jam yang lalu
Siap-siap! Harga Rumah...
Siap-siap! Harga Rumah Subsidi Bakal Naik, Ini Penyebabnya
8 jam yang lalu
Dorong Penguatan Pendidikan...
Dorong Penguatan Pendidikan Vokasi Ganda, Endress+Hauser Gelar Education Forum 2026
9 jam yang lalu
IHSG Besok Berpeluang...
IHSG Besok Berpeluang Lanjut Reli ke Level 6.100, Intip Faktor Pendongkraknya
9 jam yang lalu
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved