Mengubah Paradigma, Kerja Tidak Harus Jadi Pegawai

Minggu, 08 April 2018 - 10:20 WIB
Mengubah Paradigma,...
Mengubah Paradigma, Kerja Tidak Harus Jadi Pegawai
A A A
PARADIGMA generasi muda di Yogyakarta sebagaimana anak muda lain di Indonesia tentang karier mulai ada pergeseran, yaitu tidak lagi bercita-cita sekadar menjadi pegawai, baik pemerintah maupun swasta, tapi mereka ingin berusaha sendiri.

Hal ini ditandai dengan munculnya startup-startup , yaitu bisnis dalam tahap rintisan atau sedang dalam pengembangan. Perubahan itu bukan tanpa alasan. Selain generasi muda ingin mengembangkan usaha yang sesuai dengan kemampuan dan hobi atau kesenangannya, juga lantaran di era disruptive innovation menuntut mereka untuk lebih kreatif dan visioner.

Sebab jika tetap stagnan, tentu akan tertinggal dengan perkembangan teknologi yang cepat. Karena itu, di era disruptive innovation ini industri kreatif banyak dimasuki anak muda. Bukan itu saja, dalam merintis usaha-usaha tersebut juga bersifat mandiri serta membuka lapangan kerja bagi orang lain.

Untuk bidang yang banyak digeluti atau pilihan startup di Yogyakarta, yakni berhubungan dengan leisure, di antaranya usaha kuliner, industri kerajinan, dan fashion . Karena usaha-usaha itu berkembang di setiap sudut Yogyakarta. Mereka menyajikan menu inovatif dan tempat menarik bagi konsumennya.

“Ini juga sesuai dengan perkembangan zaman yang membuat anak muda menjadi lebih visioner dengan tak bercita sekadar menjadi buruh atau pegawai pemerintah ataupun swasta, tapi berusaha sendiri,” kata Rektor Universitas Widya Mataram (UWM) Yogyakarta yang juga pakar ekonomi Universitas Islam Indonesia (UII), Edy Suadi Hamid.

Untuk pemasaran produknya, startup tersebut juga memanfaatkan teknologi, yaitu melalui e-commerce, baik melalu media sosial (medsos) maupun aplikasi lainnya, termasuk pengantarannya juga dengan transportasi online maupun cash on delivery (COD). Dengan begitu, startup dapat berkembang dengan cepat.

“Walaupun terkadang juga banyak yang cepat gagal juga. Tapi inilah karakteristik entrepreneurship yang siap mencoba dan menanggung risiko,” ujarnya. Berkembangnya industri startup ini juga tidak terlepas dari dukungan pemerintah daerah dengan berbagai programnya serta juga perguruan tinggi (PT) yang ada di daerah ini.

Apalagi PT tersebut bukan hanya memberikan tentang kewiraswastaan, tetapi juga membuat inkubasi bisnis yang menjadi ajang praktik bagi para mahasiswanya. “Bukan itu saja, PT itu juga memiliki link dengan perbankan untuk mendukung lahirnya startup bisnis dari insan kampus,” katanya. Untuk startup sendiri selain membutuhkan permodalan, yang tidak boleh dilupakan adalah banyaknya pesaing.

Dalam menyikapi hal ini, maka mereka harus dinamis dan melakukan inovasi serta pelayanan yang baik, seperti kecepatan dan kebersihan. Termasuk tidak berhenti berpromosi sehingga tetap memelihara pelanggan lama dan menarik pelanggan baru. Produknya juga harus selalu dalam ingatan konsumennya agar konsumen tidak meninggalkannya.

Karena itu, startup harus membuat produk unik atau dalam hal tertentu harus beda dengan yang lain. “Inilah yang menjadi tantangan dan harus dilakukan pelaku startup ,” ujarnya.

Seorang wirausahawan muda asal Pandean, Umbulharjo, Yogyakarta, Gilang, 24 mengatakan, saat ini sedang memulai usaha sablon dan kerajinan hiasan dinding dalam bentuk pigura minimalis.

Kontennya berisi tentang penyemangat atau kata-kata mutiara dari orang-orang terkenal. Untuk pemasarannya secara online . “Startup ini memang membutuhkan kreativitas. Tetapi untuk struktur kerjanya lebih sederhana dan dapat dikerjakan sendiri. Meskipun begitu, tetap memberikan peluang kerja, terutama mereka yang memiliki keahlian di bidang itu,” ungkap alumni FTI Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) itu.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sleman Tri Endah Yitnani mengatakan, untuk menampung para startup ini, selain menyediakan ruang pameran di kantor Disperindag Sleman, juga memfasilitasi mereka untuk mengikuti pameran termasuk memberikan pembinaan dan pelatihan dalam pengembangan usaha. “Untuk modal sendiri, bisa dengan Bank Sleman yang siap memberikan kucuran dana,” ujarnya. (Priyo Setyawan)
(nfl)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Starventure Hadir Berikan...
Starventure Hadir Berikan Bantuan untuk Startup dan Pelaku Bisnis Tahap Awal
Dominasi E-Commerce...
Dominasi E-Commerce di Ekonomi Digital Indonesia
Mantan Director Coca...
Mantan Director Coca Cola Budi Isman Jabat Komisaris Startup Teknologi Logistik Kiriminaja
HUB.ID Accelerator Permudah...
HUB.ID Accelerator Permudah Startup Mendapatkan Cuan
Startup Indonesia Borong...
Startup Indonesia Borong 9 Penghargaan di ASEAN Digital Awards 2025!
Ini 5 Startup Indonesia...
Ini 5 Startup Indonesia Paling Banyak Dicari Pekerja di LinkedIn
Berita Terkini
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
14 menit yang lalu
Saatnya Bayar Tagihan...
Saatnya Bayar Tagihan PBB-P2, Ada Diskon 7,5% hingga 31 Juli 2026
44 menit yang lalu
Barat Remehkan Blokade...
Barat Remehkan Blokade Selat Hormuz, Pasokan Minyak Dunia di Titik Kritis
1 jam yang lalu
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
4 jam yang lalu
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
10 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
10 jam yang lalu
Infografis
Sejarah Panjang Persia...
Sejarah Panjang Persia Menjadi Iran yang Mengubah Timur Tengah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved