Pembagian Dividen Berpotensi Bawa IHSG ke Zona Hijau

Senin, 09 April 2018 - 14:30 WIB
Pembagian Dividen Berpotensi...
Pembagian Dividen Berpotensi Bawa IHSG ke Zona Hijau
A A A
INDEKS Harga Saham Gabungan (IHSG) sepanjang pekan ini berpotensi untuk rebound seiring dengan rilis data perekonomian nasional dan pembagian dividen tahun buku 2017 oleh beberapa emiten.

Senior Analyst Research Division Anugerah Sekuritas Indonesia Bertoni Rio mengatakan, sepanjang pekan lalu terdapat beberapa rilis data perekonomian nasional, di antaranya rilis data inflasi Maret (year on year/yoy) yang naik 2,67% atau di atas ekspektasi. Selain itu, juga data perkembangan pariwisata asing pada Februari 2018 yang naik 17,36%. "Dua data ini berhasil memberikan sentimen positif ke pelaku pasar dalam jangka pendek," kata Bertoni di Jakarta, Minggu (8/4/2018).

Meski begitu, sentimen positif tersebut masih tergerus oleh faktor eksternal, di mana terdapat perang dagang dengan kenaikan tarif antara dua negara adikuasa, yaitu Amerika Serikat (AS) dan China yang masih menekan indeks saham. Sentimen perang dagang tersebut memicu kecemasan sehingga pasar modal dan pasar uang terus bergejolak. "Gejolak bursa global merambat ke gejolak bursa Asia maupun IHSG, instrumen pasar modal dan utang pun mengalami pelemahan pada perdagangan Indonesia," ujarnya.

Dia memperkirakan IHSG dalam sepekan ke depan masih akan terbebani isu kecemasan dari perang dagang antara AS dan China. Sementara sentimen rilis indikator ekonomi Indonesia maupun rencana pembagian dividen masih memberikan peluang sentimen positif. "Sejumlah emiten yang mencatat laba berencana membagikan dividennya kepada para pemegang saham, ini bisa berpeluang sebagai sentimen positif IHSG," paparnya.

Selain itu, rilis data China pada pekan depan seperti cadangan devisa China, inflasi Maret, data pinjaman baru China, data ekspor-impor maupun neraca perdagangan disinyalir memberikan peluang meredam kekhawatiran perang dagang. Anugerah Sekuritas Indonesia memproyeksikan pekan ini indeks saham akan bergerak pada kisaran 6.100-6.250.

Saham-saham small cap dan penantian pembagian dividen masih akan meramaikan perdagangan pada pekan ini. Sementara aksi jual bersih asing diperkirakan terus berlanjut mencatat net sell. "Secara teknikal IHSG, MACD untuk masuk tren turun, sinyal gerak akan membuat sideways, dengan volume perdagangan relatif sepi sekitar Rp5 triliun-7,5 triliun per hari," pungkasnya.

Dihubungi terpisah, Vice President Research Department Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya mengatakan, awal pekan ini indeks berpeluang kembali menguat setelah ditutup melemah pada akhir pekan lalu. IHSG pada awal pekan berpotensi berada pada rentang 6.081-6.368. "IHSG pada awal pekan kedua bulan keempat tahun 2018 terlihat mulai bergeliat naik, support dapat dipertahankan dan teruji dengan baik sehingga pola kenaikan dalam jangka pendek mulai terlihat," kata William.

Menurut dia, kembalinya capital inflow masih sangat diharapkan dapat kembali memberikan sentimen positif terhadap IHSG pada saat ini. Kendati demikian, menurut william, pelaku pasar juga harus berhati-hati terhadap kondisi ekonomi global, misalnya perang dagang antara AS dan China.

Kepala Divisi Komunikasi Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI) Oskar Herliansyah menjelaskan laju IHSG sepanjang pekan lalu mengalami perubahan 0,23% menjadi 6.175,05 poin dari 6.188,98 poin pada perdagangan sepekan sebelumnya. Sementara nilai kapitalisasi pada BEI juga menurun 0,21% menjadi Rp6.870,15 triliun pada akhir pekan kemarin dari Rp6.884,88 triliun.

"Rata-rata nilai transaksi harian BEI pada sepanjang pekan lalu mengalami perubahan 61,05% menjadi Rp5,92 triliun dari Rp15,2 triliun, untuk rata-rata volume transaksi harian BEI juga berubah 22,58% menjadi Rp8,22 triliun dari Rp10,61 triliun," kata Oskar.

Meski begitu, rata-rata frekuensi transaksi harian BEI pada pekan kemarin tumbuh 21,82% menjadi 354,48 ribu kali transaksi dari 290,98 ribu transaksi sepekan sebelumnya. Investor asing mencatat aksi jual bersih menjadi Rp1,4 triliun dan secara keseluruhan pada tahun ini investor asing mencatat aksi jual bersih sebesar Rp24,89 triliun.
(amm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Diprediksi Menghijau,...
Diprediksi Menghijau, IHSG Diramal Bergerak di Kisaran 5.794-5.883
IHSG Diprediksi Kembali...
IHSG Diprediksi Kembali Melemah, Simak Saham-Saham Hari Ini
IHSG Hari Ini Diprediksi...
IHSG Hari Ini Diprediksi Menguat di Kisaran 5.940-6.027
Cek Rekomendasi Saham...
Cek Rekomendasi Saham Pilihan Hari Ini Saat IHSG Awal Pekan Berpotensi Menguat
Prediksi IHSG Hari Ini...
Prediksi IHSG Hari Ini 20 April 2022, Simak Menu Saham Potensi Cuan
Pergerakan Indeks Masih...
Pergerakan Indeks Masih Terbatas, IHSG Diprediksi Sideways
Berita Terkini
Bahlil Ungkap Penyebab...
Bahlil Ungkap Penyebab Pemadaman Listrik di Sejumlah Daerah, Janji Pulih Cepat
18 menit yang lalu
Indodax Diapresiasi...
Indodax Diapresiasi Atas Edukasi dan Pengembangan Pasar Aset Kripto
32 menit yang lalu
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Rp16.250, Bahlil: Sudah Diperhitungkan Secara Bijak
44 menit yang lalu
Lewat Program Pondasi,...
Lewat Program Pondasi, Brahma Binabakti Renovasi Rumah Tak Layak di Muaro Jambi
57 menit yang lalu
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250, Bos Pertamina: Telah Mempertimbangkan Daya Beli Masyarakat
1 jam yang lalu
Janji Manis Ledakan...
Janji Manis Ledakan Ekonomi Piala Dunia 2026, Awas! Tensi Geopolitik Bisa Bikin Zonk
1 jam yang lalu
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved