Bos PPP Ungkap Solusi Tingkatkan Daya Saing di Depan Peneliti ITS

Senin, 09 April 2018 - 20:28 WIB
Bos PPP Ungkap Solusi...
Bos PPP Ungkap Solusi Tingkatkan Daya Saing di Depan Peneliti ITS
A A A
JAKARTA - Para peneliti dari berbagai kampus yang menghadiri Forum Group Discussion (FDG) yang digelar di Institut teknologi 10 Nopember (ITS) pada Senin (9/4) menyampaikan keluh kesahnya tentang iklim inovasi Indonesia.

Diantara mereka, ada yang mengeluhkan minimnya dana riset yang disediakan pemerintah. Belum lagi sering dipotongnya biaya riset karena minimnya anggaran pemerintah. Ada juga yang protes karena hasil penelitian yang hanya menjadi prototype dan tidak dimanfaatkan lebih lanjut.

Menanggapi sejumlah keluhan yang disampaikan para peneliti tersebut, Ketua Umum PPP Muhammad Romahurmuziy mengakui saat ini banyak kendala yang dihadapi oleh dunia riset dan ilmu pengetahun Indonesia.

Ia misalnya mencontohkan, belum adanya fokus penelitian yang digariskan pemerintah agar produk yang dihasilkan bisa dimanfaatkan dengan maksimal. Padahal, dengan lebih fokus pada sejumlah faktor tertentu yang dianggap strategis akan bisa meningkatkan daya saing penelitian Indonesia.

Sejumlah negara menurutnya, saat ini sudah menentukan fokus sektor yang akan mereka garap lebih serius. Di Amerika Serikat misalnya, pada masa awal pemeritahan Presiden Bill Clinton, ia mengumpulkan puluhan pakar di lintas bidang. Mereka berdiskusi untuk menentukan sektor yang perlu digarap lebih serius agar AS tetap memimpin dunia di masa depan.

Akhirnya pada saat itu mereka menentukan tiga hal yaitu Teknologi Informasi (TI), Bio Technology dan Energi. Tiga hal ini menjadi garapan paling serius dibanding bidang-bidang lainnya.

"Saat ini semua perusahaan besar TI yang ada dunia berada di Amerika Serikat. Ini bukan terwujud begitu saja," kata Rommy, Senin (9/4/2018).

Hal yang sama bisa dilakukan di Indonesia. Para peneliti dan pemerintah bisa perlu mengindentifikasi sektor apa yang bisa digarap lebih serius agar Indonesia mempunyai keunggulan. Sebab tidak mungkin satu negara unggul di semua bidang.

"Sangat mungkin bangsa ini mempunyai keunggulan dan spesialisasi yang tidak dimiliki bangsa lain," tambah Rommy.

Selain itu, perlu juga keberpihakan pemerintah kepada dunia penelitian. Keberpihakan ini bisa menjadi pembeda dan penentu bagi kesuksesan Indonesia dalam perkembangan teknologi. Ia mencontohkan, Baharuddin Jusuf Habibie, baik saat menjadi menteri dan presiden, memperlihatkan keberpihakannya. Sehingga banyak industri strategis yang bermunculan dan mempunyai kualitas yang bagus.

Namun keberpihakan itu juga perlu ditopang oleh undang-undang yang menjadi landasan dari sebuah keberpihakan. Sebab jika sebuah program hanya bertumpu pada person, maka program itu bisa hilang seiring berakhirnya masa kekuasaan seseorang.

"Kalau tidak punya kekuasaan itu tidak ada gunanya. Insinyur juga perlu jadi penguasa," ujar Rommy.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Dorong Daya Saing, Kemenperin...
Dorong Daya Saing, Kemenperin Terapkan Industri Ramah Lingkungan
Indonesia Andalkan Industri...
Indonesia Andalkan Industri 4.0 untuk Masuk Top 10 Ekonomi Global di 2030
Indonesia jadi Official...
Indonesia jadi Official Partner Country di Perhelatan Teknologi Industri Dunia 2021
RI Bikin Keok India,...
RI Bikin Keok India, Filipina dan Vietnam Soal Kinerja Industri Paling Kompetitif
Janji Pemerintah, Industri...
Janji Pemerintah, Industri Tekstil RI Masuk 5 Besar Dunia di 2030
Harga Gas Industri USD6...
Harga Gas Industri USD6 per MMBTU Tingkatkan Daya Saing Industri
Berita Terkini
Harga Pertamax Naik,...
Harga Pertamax Naik, Purbaya Sebut Efeknya Minim ke Ekonomi
34 menit yang lalu
IHSG Siang Rebound 2,34%...
IHSG Siang Rebound 2,34% ke Level 5.881 Ditopang Saham Teknologi dan Perbankan
2 jam yang lalu
Ojol Keluhkan Harga...
Ojol Keluhkan Harga Pertamax Rp16.250 Kemahalan: Biasanya Naik Cuma Seribu, Ini 3 Ribu Lebih
2 jam yang lalu
Harga BBM Makin Mahal,...
Harga BBM Makin Mahal, Beban Bisnis Logistik Bakal Tambah Berat
3 jam yang lalu
Harga Pertamax Rp16.250...
Harga Pertamax Rp16.250 Bikin Pusing, Pengemudi Ojol dan Warga Teriak
4 jam yang lalu
IHSG Tergelincir di...
IHSG Tergelincir di Awal Sesi Sentuh 5.744, Transaksi Pagi Cetak Rp1,1 T
5 jam yang lalu
Infografis
Ratusan Mahasiswa Asing...
Ratusan Mahasiswa Asing Berbakat Terancam Kehilangan Masa Depan di AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved