Lewat IAF 2018, PTDI Terus Kembangkan Penetrasi Pasar di Afrika

Rabu, 11 April 2018 - 04:05 WIB
Lewat IAF 2018, PTDI...
Lewat IAF 2018, PTDI Terus Kembangkan Penetrasi Pasar di Afrika
A A A
NUSA DUA - Afrika merupakan pasar potensial. Karena itu, Indonesia terus mengembangkan kerja sama ekonomi dan bisnis dengan Afrika, salah satunya Indonesia-Africa Forum (IAF) 2018 yang bertempat di Nusa Dua, Bali, Selasa (10/4/2018). Forum ini menjadi ajang mempertemukan pemerintah, pebisnis, dan pemangku kepentingan dari Indonesia dan negara-negara Afrika.

Dalam pembukaan IAF 2018, Wakil Presiden Jusuf Kalla kembali menekankan peningkatan kerja sama ekonomi dan pertahanan yang selama ini sudah terjalin, juga akan membahas isu-isu strategis antara Indonesia dan negara-negara di Afrika.

Salah satunya adalah PT Dirgantara Indonesia (Persero) alias PTDI sebagai salah satu industri strategis nasional, yang produknya telah digunakan di negara-negara Afrika, akan meluaskan pemasarannya di Afrika melalui forum ini.

Untuk itu, Direktur Utama PTDI Elfien Goentoro dan CEO A.D. Trade Belgium Company, Gaby Peretz sebagai business partner dari Senegal dan Pantai Gading menandatangani Framework Agreement untuk penjualan dua unit pesawat NC212-200 Maritime Surveillance Aircraft (MSA) dan satu unit CN235-220 Maritime Patrol Aircraft (MPA) kepada Angkatan Udara Senegal, serta satu unit CN235-220 Military Transport kepada Angkatan Udara Pantai Gading.

Selain itu, terdapat potensi bisnis lainnya bekerja sama dengan perusahaan lokal di negara-negara Afrika, terutama di bidang upgrade, modification, modernization & Maintenance Repair & Overhaul (MRO) untuk pesawat CN235 dan pesawat NC212 yang sampai saat ini masih beroperasi di negara-negara Afrika.

"Kami menawarkan kepada negara-negara di Afrika untuk pengembangan keterampilan sumber daya manusia dan pengetahuan dalam industri manufaktur pesawat terbang," kata Elfien Goentoro di Nusa Dua, Badung, Bali, Selasa (10/4/2018).

Dia mengatakan, dalam melakukan penetrasi pasar di negara-negara Afrika, PTDI dibantu oleh KBRI atau Kantor Perwakilan Republik Indonesia di negara-negara yang menjadi target pasar PTDI. Dan membangun kerja sama dengan industrial partner atau business partner luar negeri yang mempunyai akses ke negara-negara yang menjadi target pasar PTDI.

Negara-negara Afrika lainnya mulai melirik dan berminat untuk membeli pesawat CN235 buatan PTDI, khususnya untuk keamanan nasional dan kemungkinan penggunaan dalam misi-misi perdamaian di kawasan Afrika.

Keikutsertaan PTDI dalam Indonesia-Africa Forum (IAF) 2018 akan menjadi kesempatan yang baik untuk memperkenalkan produk-produk unggulan PTDI, seperti pesawat CN235-220, NC212i dan N219 dan meningkatkan potensi ekspor Indonesia ke Afrika.

Keunggulan Pesawat CN235-220 Maritime Patrol Aircraft
Pesawat CN235-220 Maritime Patrol Aircraft (MPA) dengan kemampuan yang dimilikinya sangat tepat digunakan dalam berbagai macam misi, seperti patroli perbatasan dan Zona Ekonomi Eksklusif, pengawasan pencurian ikan dan pencemaran laut, pengawasan imigrasi dan perdagangan manusia, penyelundupan narkoba dan barang ilegal, serta pencarian dan penyelamatan korban bencana.

Pesawat CN235-220 MPA memiliki beberapa keunggulan, yakni dapat lepas landas dengan jarak yang pendek, dengan kondisi landasan yang belum beraspal dan berumput, mampu terbang selama 10-11 jam dengan sistem avionik full glass cockpit yang lebih modern, autopilot, dan adanya winglet di ujung sayap agar lebih stabil dan irit bahan bakar.

Pesawat CN235-220 MPA mampu mengakomodasi dua console, dilengkapi dengan 360 derajat Search Radar yang dapat mendeteksi target yang kecil sampai 200 NM (Nautical Mile) dan Automatic Identification System (AIS), sistem pelacakan otomatis untuk mengidentifikasi dan menemukan kapal lain untuk memperoleh gambaran perintah operasi lawan dan mengetahui posisi objek yang mencurigakan.

Dilengkapi IFF Interrogator dan Tactical Computer System, sistem identifikasi yang dirancang untuk mengetahui lawan atau kawan dan terintegrasi ke dalam sistem komputer untuk menganalisis dan menentukan strategi operasi.

Pesawat udara CN235-220 MPA dilengkapi pula dengan FLIR (Forward Looking Infra Red) untuk mendeteksi dan mengklasifikasikan target di malam hari, serta mampu merekam situasi di sekitar wilayah terbang untuk evaluasi misi.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Terkejut Sikap JPU,...
Terkejut Sikap JPU, Kuasa Hukum Minta Hakim Perhatikan Fakta Persidangan
KPK Panggil Komisaris...
KPK Panggil Komisaris Utama PT Asabri terkait Kasus PT DI
Telisik Korupsi PT DI,...
Telisik Korupsi PT DI, KPK Panggil 2 Komisaris PT Dirgantara Indonesia
GMF dan PTDI Jajaki...
GMF dan PTDI Jajaki Kerja Sama Perkuat Sinergi Dirgantara
Dalami Kasus Korupsi...
Dalami Kasus Korupsi PT Dirgantara Indonesia, KPK Panggil Pensiunan TNI
Langsung Ditahan, Tiga...
Langsung Ditahan, Tiga Tersangka Baru Korupsi PT DI Dipisah di Tiga Rutan
Berita Terkini
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp5.000 per Gram, Buyback Jadi Berapa?
35 menit yang lalu
Easycash, OJK dan AFTECH...
Easycash, OJK dan AFTECH Perkuat Literasi Keuangan Generasi Muda di Bali
1 jam yang lalu
IHSG Sepekan Naik 0,83%,...
IHSG Sepekan Naik 0,83%, Kapitalisasi Pasar Tembus Rp10.340 Triliun
1 jam yang lalu
Promo Spesial BRI Kartu...
Promo Spesial BRI Kartu Kredit: Jalan-Jalan Lebih Hemat Rp125.000 di tiket.com!
1 jam yang lalu
Imbal Hasil Obligasi...
Imbal Hasil Obligasi Kian Jadi Penentu Utama Pergerakan Valas
2 jam yang lalu
BULOG dan Komisi IV...
BULOG dan Komisi IV DPR Perkuat Sinergi Dukung Kesejahteraan Petani di Klaten
2 jam yang lalu
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved