Harga Minyak Melonjak Sejak 2014 Karena Meningkatnya Ketegangan di Suriah

Rabu, 11 April 2018 - 08:32 WIB
Harga Minyak Melonjak...
Harga Minyak Melonjak Sejak 2014 Karena Meningkatnya Ketegangan di Suriah
A A A
NEW YORK - Harga minyak mentah melonjak tajam seiring dengan kekhawatiran akan kemungkinan tindakan militer Amerika Serikat dan Arab Saudi di Suriah. Melansir dari Reuters, Rabu (11/4/2018), dua patokan minyak berjangka, West Texas Intermediate dan Brent International mencapai level tertinggi sejak Desember 2014.

Harga minyak mentah Brent naik USD2,56 atau 3,7% menjadi USD71,21 per barel pada pukul 3:12 EDT. Sementara itu, harga minyak berjangka Amerika Serikat, WTI naik USD2,09 alias 3,3% menjadi USD65,51 per barel.

Kekhawatiran geopolitik di Timur Tengah meningkat, setelah Presiden AS Donald Trump membatalkan kunjungan kerja ke beberapa negara Amerika Selatan untuk fokus merespons terhadap perkembangan perang di Suriah.

Trump bertemu dengan para pejabat militer di Gedung Putih, membahas tanggapan pemerintah AS terhadap dugaan serangan senjata kimia yang dilakukan pemerintahan Presiden Suriah Bashar Assad terhadap rakyatnya sendiri.

Menambah ketegangan, Pangeran Mahkota Arab Saudi Mohammad bin Salman mengatakan negaranya bersedia menjadi bagian dari respons internasional terhadap kekerasan di Suriah.

Keterlibatan militer AS di Suriah dinilai bisa mengganggu rantai pasokan minyak mentah dan menyulitkan produsen untuk mengirim ke luar negeri. Sehingga bisa memicu penawaran minyak yang lebih tinggi.

Adapun keinginan harga tinggi ini, selaras dengan keinginan Menteri Energi Arab Saudi Khalid al-Falih. Mengutip Bloomberg, Menteri Khalid menargetkan harga minyak mentah Brent bisa mencapai USD80 per barel pada tahun ini, untuk mendukung penawaran umum perdana (IPO) perusahaan minyak Saudi, Aramco.

Keinginan sang menteri ini merupakan bagian dari strategi Pangeran Mohammad bin Salman, yang pada pekan lalu mengatakan kepada majalah Time, dia mengharapkan peluncuran IPO Aramco bertepatan dengan harga minyak yang lebih tinggi.

"Kami percaya harga minyak akan semakin tinggi di tahun ini dan semakin tinggi lagi di 2019. Jadi kami mencoba untuk memilih waktu yang tepat," ujar Pangeran Mohammad bin Salman. Riyadh pada awalnya menargetkan IPO Aramco dilakukan pada medio tahun 2018, namun Saudi mengatakan tidak menutup kemungkinan IPO dilakukan tahun 2019.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Stok Seret Bikin Harga...
Stok Seret Bikin Harga Minyak Mentah Dunia Terkerek Naik
Amerika Buka Pembatasan,...
Amerika Buka Pembatasan, Harga Minyak Akan Terus Naik
Harga Minyak Ambrol...
Harga Minyak Ambrol 9% dalam Sepekan, Minggu Depan Gimana?
Harga Minyak Mentah...
Harga Minyak Mentah Dunia Melayang Dekati Posisi USD70 Per Barel
OPEC Bakal Jaga Harga...
OPEC Bakal Jaga Harga Minyak Mentah Dunia di Posisi USD70 per Barel
Tumbuh 173%, Komoditas...
Tumbuh 173%, Komoditas Minyak Mentah Jadi Primadona di 2021
Berita Terkini
Pegadaian Perluas Program...
Pegadaian Perluas Program Pande Emas Perkuat Ekosistem Bullion Services
4 menit yang lalu
Bahlil Sebut Kehadiran...
Bahlil Sebut Kehadiran Blok Masela Mampu Dongkrak PDB Nasional hingga Rp2.477 Triliun
13 menit yang lalu
Perluas Akses Pembiayaan...
Perluas Akses Pembiayaan EV, Mandiri Auto Deals 2026 Tawarkan Pengalaman Menarik
49 menit yang lalu
Pemerintah NSW Beri...
Pemerintah NSW Beri Jalur Cepat Proyek Sydney Senilai Rp25 T Besutan Iwan Sunito
1 jam yang lalu
Bahlil Pastikan Warga...
Bahlil Pastikan Warga Terdampak Proyek Blok Masela Bakal Dapat Ganti Untung
1 jam yang lalu
Pupuk Kaltim Perkuat...
Pupuk Kaltim Perkuat Green and Smart Port, Dukung Daya Saing Industri dan Logistik
2 jam yang lalu
Infografis
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved