Harga BBM Diintervensi Pemerintah, Shell dan Total Bisa Hengkang

Kamis, 12 April 2018 - 14:21 WIB
Harga BBM Diintervensi...
Harga BBM Diintervensi Pemerintah, Shell dan Total Bisa Hengkang
A A A
JAKARTA - Kebijakan pemerintah yang mewajibkan badan usaha penyalur bahan bakar minyak (BBM) tanpa terkecuali untuk meminta persetujuan terlebih dahulu sebelum menaikkan harga BBM nonsubsidi dinilai bakal menimbulkan ketidakpastian. Terkait hal itu, Bank Dunia (World Bank) mengatakan, bisa menjadi disinsentif untuk pengusaha di sektor tersebut.

(Baca Juga: Pemerintah Intervensi Harga BBM Non Subsidi, Bank Dunia Sebut Wajar )

Pasalnya, pemerintah tidak hanya mengintervensi harga BBM yang dijual SPBU lokal, melainkan juga harga BBM yang dijual oleh SPBU asing seperti Total dan Shell. Ekonom Senior Bank Dunia Derek Chen mengatakan, hal ini tentunya akan meningkatkan ketidakpastian bagi dunia usaha."Pada dasarnya, itu (kebijakan mengintervensi harga BBM di SPBU asing) akan meningkatkan ketidakpastian," katanya di Kantor Bank Dunia, Jakarta, Kamis (12/4/2018).

(Baca Juga: Kenaikan Harga Pertamax Cs Kini Harus Atas Persetujuan Pemerintah )

Sebab, kata dia, perusahaan tersebut berinvestasi di Tanah Air untuk mencari keuntungan. Jika harga minyak dunia meningkat, sementara mereka tidak bisa menyesuaikan harganya, maka mereka tidak bisa memperoleh keuntungan.

"Karena Shell ada disini untuk mencari profit. Jika global krisis meningkat, terus harga minyak dunia meningkat dan dia jual nggak sesuai harga minyak dunia, maka dia nggak bisa memperoleh uang (keuntungan). Ini tidak bagus untuk mereka," imbuh dia.

Derek pun mempertanyakan jangka waktu kebijakan tersebut. Jika berlangsung lama, maka perusahaan seperti Shell dan Total bisa mengevaluasi kembali investasinya di Tanah Air dan bahkan mereka bisa hengkang dari Indonesia.

"Pertanyaannya, sampai berapa lama ini akan diatur? Long term atau short term. Karena perusahaan disini untuk berinvestasi, kalau ini akan berlangsung lama, maka mereka kemungkinan akan mengevaluasi kembali investasinya di Indonesia," tandasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Dijual Rp13.550, BBM...
Dijual Rp13.550, BBM Shell Super RON 92 Jadi Termurah Kalahkan Pertamax
Shell Naikkan Lagi Harga...
Shell Naikkan Lagi Harga BBM, Pertamax Berasa Makin Murah
Terungkap Alasan Pertamina...
Terungkap Alasan Pertamina Turunkan Harga BBM Saat Minyak Dunia Bergejolak
Jual Pertamax Lebih...
Jual Pertamax Lebih Murah Dibanding Shell, Ini Alasan Pertamina
Harga Minyak Dunia Anjlok...
Harga Minyak Dunia Anjlok USD2 per Barel, Pengaruh ke Harga Pertamax di Indonesia?
BBM Murah Bikin Mobil...
BBM Murah Bikin Mobil Rusak? Pakar Bongkar Rahasianya!
Berita Terkini
Harga Emas Antam Naik...
Harga Emas Antam Naik Rp11.000 per Gram, Ini Rincian Lengkapnya
19 menit yang lalu
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Hijau Sesaat, Lalu Ambruk Lebih dari 1%
1 jam yang lalu
Dirut BRI Hery Gunardi:...
Dirut BRI Hery Gunardi: Adopsi AI Jadi Kunci Perbankan Pertahankan Nasabah
1 jam yang lalu
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
2 jam yang lalu
Saatnya Bayar Tagihan...
Saatnya Bayar Tagihan PBB-P2, Ada Diskon 7,5% hingga 31 Juli 2026
2 jam yang lalu
Barat Remehkan Blokade...
Barat Remehkan Blokade Selat Hormuz, Pasokan Minyak Dunia di Titik Kritis
3 jam yang lalu
Infografis
Ini Beda Spek dan Harga...
Ini Beda Spek dan Harga Motor Listrik Mahal BGN Emmo JVX GT vs JVH Max
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved