Takut Terlacak, PPATK Sebut Koruptor Kerap Hindari Transaksi Nontunai

Selasa, 17 April 2018 - 11:15 WIB
Takut Terlacak, PPATK...
Takut Terlacak, PPATK Sebut Koruptor Kerap Hindari Transaksi Nontunai
A A A
JAKARTA - Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mengungkapkan saat ini terjadi kecenderungan para pelaku tindak pidana, termasuk koruptor untuk menghindari transaksi keuangan nontunai. mereka lebih memilih menggunakan uang kartal, karena takut terlacak oleh otoritas terkait.

Kepala PPATK Kiagus Ahmad Badaruddin mengatakan, transaksi keuangan nontunai, khususnya melalui lembaga keuangan, pada satu sisi semakin canggih. Selain itu, memudahkan serta sejalan dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi.

"Transaksi keuangan non-tunai tersebut lebih mudah dilakukan pelacakan kembali. Oleh karena itu, terdapat kecenderungan para pelaku tindak pidana untuk menghindari transaksi keuangan nontunai," katanya di Gedung PPATK, Jakarta, Selasa (17/4/2018).

Menurutnya, para pelaku tindak pidana lebih memilih menggunakan transaksi tunai dengan uang kartal karena untuk memutus “mata-rantai” transaksi. Dengan begitu, transaksi akan sulit untuk dilacak oleh otoritas yang berwenang termasuk PPATK.

Oleh sebab itu, pihaknya sebagai institusi yang mempunyai tugas menganalisis transaksi keuangan mengusulkan transaksi tunai dibatasi sampai jumlah tertentu. Pembatasan ini diperlukan agar upaya penyuapan yang mengarah pada tindak pidana korupsi dapat dicegah lebih dini.

Dia berharap ketentuan mengenai pembatasan transaksi tunai ini dapat tertuang dalam suatu peraturan perundang-undangan.

"Pembatasan transaksi tunai dalam jumlah tertentu diharapkan dapat mempersempit ruang gerak pelaku tindak pidana, baik dalam melakukan kejahatan maupun menyembunyikan dan menyamarkan uang yang sejatinya merupakan hasil tindak pidana (proceed of crimes)," tandasnya.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Ini yang Dilakukan PPATK...
Ini yang Dilakukan PPATK untuk Antisipasi Penyelewengan Dana
Resmi Dilantik Jadi...
Resmi Dilantik Jadi Kepala PPATK, Ini Tugas Dian Ediana Rae
PPATK Serahkan Temuan...
PPATK Serahkan Temuan soal Aliran Uang Narkoba ke Anggota Polri
PPATK: Praktik Pencucian...
PPATK: Praktik Pencucian Uang Terbesar dari Korupsi, Kedua Narkoba
Dukung Penguatan PPATK,...
Dukung Penguatan PPATK, Sahroni: Perannya Besar dalam Pemberantasan Korupsi!
Soal Transaksi Janggal...
Soal Transaksi Janggal Rp349 Triliun, PPATK: Kami Tetap Jaga Integritas
Berita Terkini
1.500 Pekerja Tekstil...
1.500 Pekerja Tekstil Terancam Kena PHK, Said Iqbal Ungkap Lokasinya
10 menit yang lalu
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
9 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
9 jam yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
9 jam yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
10 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
10 jam yang lalu
Infografis
Warren Buffett Sebut...
Warren Buffett Sebut Dolar AS Sedang Menuju ke Neraka
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved