Timing Terlambat, Impor Pangan Tak Efektif Jaga Stabilitas Harga

Rabu, 18 April 2018 - 15:36 WIB
Timing Terlambat, Impor...
Timing Terlambat, Impor Pangan Tak Efektif Jaga Stabilitas Harga
A A A
JAKARTA - Keputusan impor pangan yang kerap dilakukan pemerintah menurut Institute for Developement of Economic (Indef) kerap terlambat. Contohnya, saat membuka keran impor beras, ekonom Indef Ahmad Heri Firdaus mengatakan, kebijakan itu diambil setelah harga melambut tinggi.

"Contohnya impor beras, kebijakan impor ini tidak efektif menjaga stabilitas karena timing impor terlambat yaitu ketika harga sudah melambung, baru dilakukan keputusan impor. Di 2017 juga impor dilakukan November yang seharusnya Juli," ujar Ahmad di Jakarta, Rabu (18/4/2018).

(Baca Juga: Kebiasaan Impor Pangan RI Menggerus Devisa Negara )

Menurutnya, pemerintah harus membuat antisipasi keterlambatan timing impor, misalnya menerapkan sistem Early Warning System (EWS) sehingga perencanaan dan pelaksanaan antisipatif lebih cepat. Dengan EWS, monitoring untuk harga produk pangan dapat dilakukan sehingga lonjakan harga tertentu tidak terjadi.

"Jangan sampai izin impor produk pangan dilakukan saat terjadi ketersediaan supply domestic melimpah," tuturnya.

Selain impor beras, kebijakan impor raw sugar juga tidak efektif dalam menjaga stabilitas harga karena timing impot serta struktur pasar yang terbatas pada beberapa importir produsen (IP) dan importir terdaftar (IT) saja. Hal ini berpotensi menimbulkan moral hazard dan berpotensi memunculkan para rent seeker.

"Indef rekomendasikan evaluasi sistem penunjukan IT dan IP yang berpotensi memunculkan praktek oligopoli dan kartel sehingga kembali memunculkan sejenis kegagalan pasar serta mekanisme lelang dan tata niaga," tukasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Bapanas Kampanye Stop...
Bapanas Kampanye Stop Boros Pangan di Tengah Polemik Demmurage Beras Impor
Impor Beras Sebagai...
Impor Beras Sebagai Upaya Menyeimbangkan Pasokan dan Harga Pangan
Skandal Impor Beras,...
Skandal Impor Beras, Politikus PDIP Ajak Perangi Bandit Pangan yang Ambil Duit Negara
Ekonom Beberkan Bahaya...
Ekonom Beberkan Bahaya Bergantung pada Impor Beras
Indonesia Impor Beras...
Indonesia Impor Beras 2,75 Juta Ton hingga Akhir 2024, Ada 850 Ribu Masih Proses
Legislator Golkar Minta...
Legislator Golkar Minta Persoalan Pangan Tak Ditarik ke Politik
Berita Terkini
PLN EPI Tawarkan Kontrak...
PLN EPI Tawarkan Kontrak hingga 5 Tahun untuk Pemasok Biomassa
26 menit yang lalu
Ancaman Blokade Laut...
Ancaman Blokade Laut Merah, Asia Nego Arab Saudi Alihkan Rute Tanker Minyak ke Afrika
46 menit yang lalu
Ada Perusahaan Menolak...
Ada Perusahaan Menolak Didata Sensus Ekonomi 2026, Siap-siap! Dibina Kemenperin
51 menit yang lalu
Kemitraan untuk Meningkatkan...
Kemitraan untuk Meningkatkan Kualitas Layanan buat Nasabah
54 menit yang lalu
Bank Mandiri Taspen...
Bank Mandiri Taspen Komitmen Dukung Ekonomi Nasabah Pensiunan lewat Toko Aice Manado
1 jam yang lalu
Dirut Pertamina Patra...
Dirut Pertamina Patra Niaga Pastikan Layanan SPBU di Palembang Optimal
1 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved