Gojek Disebut Sumbang Rp334 Miliar Per Tahun ke Perekonomian Medan

Sabtu, 21 April 2018 - 03:08 WIB
Gojek Disebut Sumbang...
Gojek Disebut Sumbang Rp334 Miliar Per Tahun ke Perekonomian Medan
A A A
MEDAN - Lembaga Demografi (LD) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Indonesia (UI) menyebutkan perusahaan transportasi berbasis aplikasi Go-Jek dapat menyumbangkan Rp334 milyar setiap tahunnya ke perekonomian kota Medan. Hal itu diketahui saat LD FEB UI memaparkan hasil survei yang dilakukannya selama kurun waktu bulan Oktober-Desember 2017.

Kepala LD FEB UI, Turro S Wongkaren menjelaskan, riset yang dilakukannya bersama tim ini mengenai perubahan-perubahan sosial ekonomi yang diakibatkan oleh perkembangan teknologi penting dilaksanakan agar pengambilan kebijakan dan pendekatan program-program pemberdayaan masyarakat tepat sasaran.

"Penelitian ini dilakukan selama tiga bulan tahun 2017. Tersebar di kota Medan dan kota Surabaya yang menjadi tempat penelitian. Target penelitian yakni mitra pengemudi, mitra UMKM, dan konsumen atau penumpang," jelasnya didampingi peneliti lainnya, Inaya Rakhmani saat memaparkan bertemakan Dampak Sosial Ekonomi Go-Jek Indonesia di Medan.

Hasil risetnya, kata Turro, terhadap mitra pengemudi roda dua yang ada di Kota Medan mencatat bahwa Go-Jek berkontribusi senilai Rp216 miliar per tahun dan Rp118 milyar melalui mitra UMKM ke perekonomian di Kota Medan. "Artinya Go-Jek telah mengurangi angka tekanan pengangguran dengan memperluas kesempatan kerja," terangnya.

Adapun dari kontribusi yang diberikan melalui mitra pengemudi itu selisihnya Rp18 miliar lebih antar tahun. Selain itu, 89% mitra pengemudi merasa hidupnya berkualitas setelah bergabung dengan gojek. "Sehingga memang peningkatan untuk UMKM sekitar 67% setelah bergabung dengan mitra gojek. Untuk konsumen, hampir 100 persen merasa puas dan nyaman menggunakan gojek ini," ujar dia.

Dia menambahkan penelitian ini telah melibatkan sebanyak 385 konsumen, 375 mitra pengemudi, 86 mitra UMKM. Data tahun 2017 mencatat ada 26.000 mitra pengemudi dan 11.000 mitra UMKM yang telah bergabung dengan gojek. "Untuk kritik dan saran dalam hasil riset ini akan kami tampung dan menjadi pertimbangan bagi kami. Karena yang pastinya masih ada kekurangan sana-sini dalam melakukan survei dan menyusunnya menjadi lebih baik lagi," pungkasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pembangunan Ekonomi...
Pembangunan Ekonomi Daerah
Diversifikasi Sektor...
Diversifikasi Sektor Ekonomi Dibutuhkan Agar Daerah Kuat Hadapi Goncangan
Inovasi Daerah Bangkitkan...
Inovasi Daerah Bangkitkan Ekonomi
Menjaga Tren Pertumbuhan...
Menjaga Tren Pertumbuhan Ekonomi
Pertumbuhan Ekonomi...
Pertumbuhan Ekonomi Sumsel Tertinggi di Sumatera
Titik Baru Investasi...
Titik Baru Investasi Sumatera Selatan, Banyuasin!
Berita Terkini
SYAFIF 2026 di Banjarmasin,...
SYAFIF 2026 di Banjarmasin, Prudential Syariah Gencarkan Literasi Keuangan
13 menit yang lalu
Pasar Mulai Cemas, Mata...
Pasar Mulai Cemas, Mata Uang Rupee India Kehabisan Napas justru Saat Dolar AS Lemah
31 menit yang lalu
Cadangan Devisa Indonesia...
Cadangan Devisa Indonesia per Juni 2026 Naik jadi USD145,6 Miliar
1 jam yang lalu
Istana Sebut Tarif Listrik...
Istana Sebut Tarif Listrik Harusnya Naik, tapi Daya Beli Jadi Prioritas
2 jam yang lalu
Harga Emas Lebih Murah,...
Harga Emas Lebih Murah, Hari Ini Turun Rp15 Ribu jadi Rp2.655.000 per Gram
3 jam yang lalu
IHSG Kokoh di Zona Hijau,...
IHSG Kokoh di Zona Hijau, Hari Ini Dibuka Menguat ke 5.933
3 jam yang lalu
Infografis
Biaya Penyelenggaraan...
Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji Tahun 2026 per Embarkasi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved