IHSG Sesi I Terkapar ke Level 6.233, Rupiah Masih Lesu
Selasa, 24 April 2018 - 12:34 WIB
IHSG Sesi I Terkapar ke Level 6.233, Rupiah Masih Lesu
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada sesi I perdagangan hari ini melanjutkan tren negatif sehingga masih berkutat di zona merah. Lesunya rupiah mengiringi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) siang yang juga merosot cukup dalam.
Menurut Yahoo Finance, rupiah hingga perdagangan sesi I berada di posisi Rp13.895/USD atau terdepresiasi dari penutupan sebelumnya di level Rp13.890/USD. Rupiah sendiri bergerak pada kisaran level Rp13.883-Rp13.898/USD.
Posisi rupiah berdasarkan data Bloomberg, siang ini berada pada level Rp13.900/USD atau tercatat mulai pulih dibandingkan kemarin Rp13.975/USD. Siang ini tercatat rupiah bergerak pada kisaran harian Rp13.872-Rp13.976/USD.
Raihan positif juga terlihat dalam data SINDOnews bersumber dari Limas, dimana rupiah pada sesi siang berada di level Rp13.893/USD. Mata uang Garuda terlihat masih tergelincir dari sebelumnya Rp13.890/USD.
Menurut data dari kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah tertahan dengan kejatuhan pada level Rp13.900/USD. Posisi ini masih tak berdaya dari posisi kemarin di level Rp13.894/USD.
Di sisi lain IHSG pada sesi I perdagangan berbalik jatuh usai kehilangan 74,77 atau 1,19% ke posisi 6.233,38 sedangkan tadi pagi bursa Tanah Air dibuka menguat menguat tipis 6,05 poin atau 0,10% menjadi 6.314,20. Kemarin, IHSG ditutup merosot ke posisi 6.308,15 dengan penurunan 29,55 poin yang setara 0.47%.
Sektor saham dalam negeri hingga perdagangan siang ini kebanyakan berada pada jalur negatif. Kejatuhan terdalam dialami sektor pertambangan yang turun 0,73% diikuti aneka industri jatuh 0,50%. Sektor yang menguat tertinggi yaitu infrastruktur mencapai 0,88%.
Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia tercatat sebesar Rp3,25 miliar dengan 4,14 juta saham diperdagangkan pada sesi siang hari ini dan transaksi bersih asing minus Rp269,85 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp1,16 triliun dan aksi beli asing mencapai Rp896,58 miliar. Tercatat 85 saham naik, 271 turun dan 109 saham mendatar.
Beberapa saham yang menguat di antaranya PT Prodia Widyahusada Tbk. (PRDA), PT Rukun Raharja Tbk. (RAJA) serta PT Tunas Baru Lampung Tbk. (TBLA). Sementara saham-saham yang melemah yakni PT Astra International Tbk. (ASII), PT Pelat Timah Nusantara Tbk. (NIKL) dan PT Danasupra Erapacific Tbk (DEFI).
Menurut Yahoo Finance, rupiah hingga perdagangan sesi I berada di posisi Rp13.895/USD atau terdepresiasi dari penutupan sebelumnya di level Rp13.890/USD. Rupiah sendiri bergerak pada kisaran level Rp13.883-Rp13.898/USD.
Posisi rupiah berdasarkan data Bloomberg, siang ini berada pada level Rp13.900/USD atau tercatat mulai pulih dibandingkan kemarin Rp13.975/USD. Siang ini tercatat rupiah bergerak pada kisaran harian Rp13.872-Rp13.976/USD.
Raihan positif juga terlihat dalam data SINDOnews bersumber dari Limas, dimana rupiah pada sesi siang berada di level Rp13.893/USD. Mata uang Garuda terlihat masih tergelincir dari sebelumnya Rp13.890/USD.
Menurut data dari kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah tertahan dengan kejatuhan pada level Rp13.900/USD. Posisi ini masih tak berdaya dari posisi kemarin di level Rp13.894/USD.
Di sisi lain IHSG pada sesi I perdagangan berbalik jatuh usai kehilangan 74,77 atau 1,19% ke posisi 6.233,38 sedangkan tadi pagi bursa Tanah Air dibuka menguat menguat tipis 6,05 poin atau 0,10% menjadi 6.314,20. Kemarin, IHSG ditutup merosot ke posisi 6.308,15 dengan penurunan 29,55 poin yang setara 0.47%.
Sektor saham dalam negeri hingga perdagangan siang ini kebanyakan berada pada jalur negatif. Kejatuhan terdalam dialami sektor pertambangan yang turun 0,73% diikuti aneka industri jatuh 0,50%. Sektor yang menguat tertinggi yaitu infrastruktur mencapai 0,88%.
Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia tercatat sebesar Rp3,25 miliar dengan 4,14 juta saham diperdagangkan pada sesi siang hari ini dan transaksi bersih asing minus Rp269,85 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp1,16 triliun dan aksi beli asing mencapai Rp896,58 miliar. Tercatat 85 saham naik, 271 turun dan 109 saham mendatar.
Beberapa saham yang menguat di antaranya PT Prodia Widyahusada Tbk. (PRDA), PT Rukun Raharja Tbk. (RAJA) serta PT Tunas Baru Lampung Tbk. (TBLA). Sementara saham-saham yang melemah yakni PT Astra International Tbk. (ASII), PT Pelat Timah Nusantara Tbk. (NIKL) dan PT Danasupra Erapacific Tbk (DEFI).
(akr)
Lihat Juga :