Dibuka Melemah, Analis: IHSG Masih Dibayangi Sentimen Global
Selasa, 20 April 2021 - 11:09 WIB
loading...
IHSG dibuka melemah. Foto/Dok SINDOphoto/Yorri Farli
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berada di zona merah pada pembukaan perdagangan pagi hari ini (20/4/2021). Indeks tertekan 0,59 persen berada di level 6.016.
Ekonom PT Panin Sekuritas Hosianna Evalita Situmorang menerangkan, pergerakan IHSG hari ini memang masih dipengaruhi oleh sentimen global. “Kalau emang mostly globalnya terkoreksi, indeks di dalam negeri juga berpotensi melanjutkan pelemahan,” terangnya dalam acara Market Opening IDX Channel, Selasa (20/4/2021).
Baca juga: Betah di Zona Merah, IHSG Dibuka Turun 35 Poin ke Level 6.016
Namun, kata dia, jika dilihat dari sisi positifnya valuasi untuk beberapa saham terbilang menarik. Walau untuk jangka panjang dinilai masih cukup menarik, tetapi lebih aman untuk jangka pendek dan menengah.
Di sisi lain, Hosianna menilai, Bank Indonesia (BI) saat ini tidak hanya mendukung pertumbuhan ekonomi, akan tetapi juga terhadap keyakinan investor. “Seiring momentum dari suku bunga sendiri, sebenarnya dukungan bank sentral saat ini tidak hanya terhadap pertumbuhan ekonomi, tetapi terhadap keyakinan investor khususnya terhadap pergerakan nilai tukar Rupiah. Jadi, sebenarnya ini support dari BI untuk menjaga kestabilan nilai tukar Rupiah,” ujarnya.
Ekonom PT Panin Sekuritas Hosianna Evalita Situmorang menerangkan, pergerakan IHSG hari ini memang masih dipengaruhi oleh sentimen global. “Kalau emang mostly globalnya terkoreksi, indeks di dalam negeri juga berpotensi melanjutkan pelemahan,” terangnya dalam acara Market Opening IDX Channel, Selasa (20/4/2021).
Baca juga: Betah di Zona Merah, IHSG Dibuka Turun 35 Poin ke Level 6.016
Namun, kata dia, jika dilihat dari sisi positifnya valuasi untuk beberapa saham terbilang menarik. Walau untuk jangka panjang dinilai masih cukup menarik, tetapi lebih aman untuk jangka pendek dan menengah.
Di sisi lain, Hosianna menilai, Bank Indonesia (BI) saat ini tidak hanya mendukung pertumbuhan ekonomi, akan tetapi juga terhadap keyakinan investor. “Seiring momentum dari suku bunga sendiri, sebenarnya dukungan bank sentral saat ini tidak hanya terhadap pertumbuhan ekonomi, tetapi terhadap keyakinan investor khususnya terhadap pergerakan nilai tukar Rupiah. Jadi, sebenarnya ini support dari BI untuk menjaga kestabilan nilai tukar Rupiah,” ujarnya.
Lihat Juga :