Chevron Ikuti Arahan Jokowi Tingkatkan Investasi Migas di Indonesia

Rabu, 02 Mei 2018 - 21:39 WIB
Chevron Ikuti Arahan...
Chevron Ikuti Arahan Jokowi Tingkatkan Investasi Migas di Indonesia
A A A
JAKARTA - Chevron mengapresiasi upaya yang telah dilakukan SKK Migas dan Kementerian ESDM untuk membuat iklim investasi minyak dan gas di Indonesia lebih kompetitif.

Melalui Kementerian ESDM, Pemerintah Indonesia terus menunjukkan komitmen kuat untuk bermitra dengan para investor migas, demi manfaat yang besar bagi negara, di antaranya dengan penyederhanaan peraturan-peraturan dan penerapan ketentuan fiskal yang lebih menarik.

"Dengan iklim investasi yang kompetitif dan potensi cadangan yang ada, Indonesia memiliki peluang untuk meningkatkan investasi migas, lapangan kerja, dan pendapatan yang lebih tinggi bagi pemerintah," papar Managing Director Chevron IndoAsia Business Unit Chuck Taylor di JCC Senayan, Jakarta, Rabu (2/5/2018).

Dia mengatakan, di tengah-tengah harga komoditas yang rendah beberapa tahun terakhir, investor migas dituntut untuk menemukan cara menurunkan biaya dan lebih selektif dalam membuat keputusan investasi. Di saat yang sama, negara-negara di dunia bersaing untuk menarik modal masuk ke negaranya dan memperbaiki iklim investasinya.

Taylor memaparkan, pandangan pelaku industri migas terhadap tingkat daya saing Indonesia dan bagaimana Pemerintah dan industri dapat bekerja bersama untuk meningkatkan daya saing tersebut. Investor memerlukan kepastian fiskal serta daya saing fiskal.

Sejumlah kunci utama untuk menarik investasi migas, di antaranya pembagian hasil yang memberikan imbal-balik kompetitif bagi investor; ketaatan terhadap komitmen yang tertuang dalam kontrak; penyusunan regulasi yang didasarkan pada data dan praktik secara global; persetujuan yang tepat waktu; penyederhanaan proses perizinan; penyelarasan kebijakan antar kementeriaan maupun antara pemerintah pusat dan daerah.

Di Indonesia, investor mengharapkan kesepakatan kontrak yang mendukung kinerja operasi kelas dunia, nilai finansial, dan pendapatan yang bersaing.

"Kita telah melihat perubahan-perubahan positif melalui revisi atas Peraturan Menteri ESDM terkait Gross Split. Sangat jelas Kementerian ESDM telah menerima masukan industri dan memperkokoh ketentuan-ketentuan untuk meningkatkan daya saing skema ini. Dengan dapat memberikan tambahan pembagian yang lebih besar untuk kontraktor, peluang pengembalian investasi yang lebih kompetitf menjadi terbuka. Saya berharap pak Menteri Jonan akan menggunakan kebijakan ini untuk mewujudkan peluang investasi secara utuh," kata Taylor.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Chevron Mau Masuk Lagi...
Chevron Mau Masuk Lagi ke Indonesia, Incar Blok-blok Migas Raksasa
Mengintip Penerapan...
Mengintip Penerapan Digitalisasi di Dalam Chevron Pacific Indonesia
Bisnis Sempoyongan,...
Bisnis Sempoyongan, Chevron Pangkas Modal hingga Miliaran Dolar
Ditinggal Chevron, Nasib...
Ditinggal Chevron, Nasib Proyek IDD Terkatung-katung
SKK Migas Ungkap Fakta...
SKK Migas Ungkap Fakta Chevron Bukan Sengaja Mundur dari Blok Rokan
Ambil Alih dari Chevron,...
Ambil Alih dari Chevron, Pertamina Bersiap Ngebor 44 Sumur di Blok Rokan
Berita Terkini
Harga Minyak Dunia Kembali...
Harga Minyak Dunia Kembali Tembus USD100 per Barel, Pertalite Bakal Naik?
22 menit yang lalu
Perluas Akses Asuransi,...
Perluas Akses Asuransi, IFG Life Gandeng Bank Papua Lindungi Debitur KPR
54 menit yang lalu
IHSG Ditutup Anjlok...
IHSG Ditutup Anjlok 1,88% ke 6.196, Hampir Seluruh Sektor Merana
1 jam yang lalu
BRI dan Kembara Nusa...
BRI dan Kembara Nusa Sinergi Perluas Layanan Kesehatan Gigi di Wilayah 3T
1 jam yang lalu
Cegah Penyelundupan,...
Cegah Penyelundupan, Barantin dan Bea Cukai Siapkan Pengawasan Bersama
1 jam yang lalu
Kendalikan Konsumsi...
Kendalikan Konsumsi BBM Subsidi saat Harga Minyak Dunia Mendidih, Purbaya Sebut Kuota Tetap
1 jam yang lalu
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved