Jelang Ramadan, Harga Daging Ayam di Merangin Naik Rp38.000/Kg
Kamis, 10 Mei 2018 - 01:13 WIB
Jelang Ramadan, Harga Daging Ayam di Merangin Naik Rp38.000/Kg
A
A
A
MERANGIN - Kurang lebih sepekan menjelang Ramadan, harga kebutuhan pokok masyarakat di Kabupaten Merangin, Jambi, sudah beranjak naik, salah satunya komoditas ayam potong.
Harga ayam potong yang semula berada di kisaran Rp27.000 per kilogram, pada Rabu (9/5) sudah naik drastis menjadi Rp38.000 per kilogram. Harga ini terpantau di Pasar Kota Bangko, Kabupaten Merangin, Jambi.
Menurut beberapa pedagang, naiknya harga daging ayam potong yang sangat signifikan ini otomatis mengurangi omzet mereka. "Ya, bagaimana lagi pembeli turun jauh. Biasanya dalam sehari saya bisa habis 80 kilogram, sekarang hanya sekitar 45 kilogram," jelas Nuraida, salah satu pedagang daging ayam potong.
Nuraida menjelaskan, kenaikan harga daging ayam potong ini karena pedagang kesulitan mendapatkan pasokan. "Untuk mendapatkan daging ayam potong sangat susah. Saya minta 100 kilogram hanya dapat 60 kilogram. Saya tidak tahu permasalahan ini, apa karena mau puasa atau memang permainan distributor," tukasnya.
Untuk itu, ia berharap pemerintah daerah bisa turun tangan memantau dan menstabilkan harga. Bila tidak, hal ini akan melambungkan harga daging ayam, apalagi konsumsi akan komoditas ini menjelang Ramadan sangat tinggi.
Harga ayam potong yang semula berada di kisaran Rp27.000 per kilogram, pada Rabu (9/5) sudah naik drastis menjadi Rp38.000 per kilogram. Harga ini terpantau di Pasar Kota Bangko, Kabupaten Merangin, Jambi.
Menurut beberapa pedagang, naiknya harga daging ayam potong yang sangat signifikan ini otomatis mengurangi omzet mereka. "Ya, bagaimana lagi pembeli turun jauh. Biasanya dalam sehari saya bisa habis 80 kilogram, sekarang hanya sekitar 45 kilogram," jelas Nuraida, salah satu pedagang daging ayam potong.
Nuraida menjelaskan, kenaikan harga daging ayam potong ini karena pedagang kesulitan mendapatkan pasokan. "Untuk mendapatkan daging ayam potong sangat susah. Saya minta 100 kilogram hanya dapat 60 kilogram. Saya tidak tahu permasalahan ini, apa karena mau puasa atau memang permainan distributor," tukasnya.
Untuk itu, ia berharap pemerintah daerah bisa turun tangan memantau dan menstabilkan harga. Bila tidak, hal ini akan melambungkan harga daging ayam, apalagi konsumsi akan komoditas ini menjelang Ramadan sangat tinggi.
(ven)
Lihat Juga :