Rupiah Dibuka Merayap Naik Saat USD Bergerak Stabil
Senin, 14 Mei 2018 - 10:47 WIB
Rupiah Dibuka Merayap Naik Saat USD Bergerak Stabil
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada awal perdagangan, Senin (14/5/2018) dibuka merayap naik, meski tidak terlalu besar untuk menjadi sinyal positif di sesi pagi. Kenaikan tipis mata uang Garuda terjadi saat penguatan dolar sedikit tertahan.
Menurut kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah pagi ini dibuka pada level Rp13.976/USD. Posisi ini memperlihatkan rupiah cenderung membaik dibandingkan posisi perdagangan sebelumnya Rp14.048/USD.
Posisi rupiah berdasarkan data Bloomberg, pada sesi pembukaan berada di level Rp13.957/USD atau merangkak naik dari posisi perdagangan akhir pekan kemarin Rp14.028/USD. Pergerakan harian rupiah pada awal perdagangan ada di kisaran Rp13.957-Rp13.993/USD.
Berdasarkan data SINDOnews bersumber dari Limas, rupiah juga memperlihatkan tekanan di awal sesi untuk melaju ke level Rp13.980/USD. Posisi tersebut sedikit lebih baik dari sebelumnya.
Data Yahoo Finance menunjukkan rupiah pada sesi perdagangan pagi berada bertengger di posisi Rp13.943/USD atau justru sedikit membaik dari posisi penutupan sebelumnya di level Rp13.955/USD. Pergerakan harian rupiah di awal pekan berada pada level Rp13.938-Rp13.985/USD.
Sementara seperti dilansir dari Reuters, dolar bergerak stabil pada awal pekan setelah reli belum lama ini terlihat kehabisan tenaga karena imbal hasil obligasi AS yang melorot karena para ekspektasi investor melemah bahwa Federal Reserve atau Bank Sentral AS akan meluncurkan serangkaian kenaikan suku bunga dalam waktu cepat.
Indeks USD terhadap enam mata uang utama mengalami sedikit perubahan di level 92,520. Sempat mencapai level tertinggi empat setengah bulan pada posisi 93.416, tengah pekan kemarin seiring sorotan terhadap kesenjangan suku bunga yang melebar antara Amerika Serikat dan negara-negara lain.
Euro tercatat lebih tinggi 0,05% pada level 1,1948 setelah pulih minggu lalu dari 1,1823 atau terlemah sejak 22 Desember. Namun, mata uang umum diperkirakan akan menghadapi headwinds politik, membatasi pantulannya terhadap mata uang AS.
Menurut kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah pagi ini dibuka pada level Rp13.976/USD. Posisi ini memperlihatkan rupiah cenderung membaik dibandingkan posisi perdagangan sebelumnya Rp14.048/USD.
Posisi rupiah berdasarkan data Bloomberg, pada sesi pembukaan berada di level Rp13.957/USD atau merangkak naik dari posisi perdagangan akhir pekan kemarin Rp14.028/USD. Pergerakan harian rupiah pada awal perdagangan ada di kisaran Rp13.957-Rp13.993/USD.
Berdasarkan data SINDOnews bersumber dari Limas, rupiah juga memperlihatkan tekanan di awal sesi untuk melaju ke level Rp13.980/USD. Posisi tersebut sedikit lebih baik dari sebelumnya.
Data Yahoo Finance menunjukkan rupiah pada sesi perdagangan pagi berada bertengger di posisi Rp13.943/USD atau justru sedikit membaik dari posisi penutupan sebelumnya di level Rp13.955/USD. Pergerakan harian rupiah di awal pekan berada pada level Rp13.938-Rp13.985/USD.
Sementara seperti dilansir dari Reuters, dolar bergerak stabil pada awal pekan setelah reli belum lama ini terlihat kehabisan tenaga karena imbal hasil obligasi AS yang melorot karena para ekspektasi investor melemah bahwa Federal Reserve atau Bank Sentral AS akan meluncurkan serangkaian kenaikan suku bunga dalam waktu cepat.
Indeks USD terhadap enam mata uang utama mengalami sedikit perubahan di level 92,520. Sempat mencapai level tertinggi empat setengah bulan pada posisi 93.416, tengah pekan kemarin seiring sorotan terhadap kesenjangan suku bunga yang melebar antara Amerika Serikat dan negara-negara lain.
Euro tercatat lebih tinggi 0,05% pada level 1,1948 setelah pulih minggu lalu dari 1,1823 atau terlemah sejak 22 Desember. Namun, mata uang umum diperkirakan akan menghadapi headwinds politik, membatasi pantulannya terhadap mata uang AS.
(akr)