Ekonomi Indonesia Bisa Tumbuh 5,2%

Selasa, 15 Mei 2018 - 00:12 WIB
Ekonomi Indonesia Bisa...
Ekonomi Indonesia Bisa Tumbuh 5,2%
A A A
JAKARTA - Konsumsi masyarakat yang belum kuat serta rendahnya angka inflasi inti merupakan indikasi bahwa perekonomian Indonesia masih membutuhkan akomodasi kebijakan fiskal dan moneter.

Namun, jika bauran kebijakan moneter yang tepat bisa diimbangi dengan tata laksana program ekstensifikasi pajak yang ramah, maka pertumbuhan konsumsi masyarakat akan bisa ditingkatkan.

"Terlebih, bila momentum pertumbuhan investasi bisa terjaga, maka pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2018 akan bisa mencapai angka 5,2%," ujar Chief Economist PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga) Adrian Panggabean di Jakarta, Senin (14/5/2018).

Dia pun menekankan pentingnya ketelitian pemerintah dalam mengukur timing kebijakan dan kemampuan dosis kebijakan ekonominya, ditengah volatilitas global yang akan terus berlanjut.

Volatilitas yang terjadi saat ini, sedikit banyak diwarnai oleh hukuman pasar terhadap entitas bisnis atau negara yang over-leveraged.

"Sehingga, penting bagi pemerintah untuk terus melanjutkan kebijakan deregulasi dan reformasi di bidang keuangan, terutama kebijakan ekstensifikasi pajak yang harus dilakukan secara ramah dan netral. Eksekusi dari bauran kebijakan moneter yang berhati-hati, serta pengawasan mikroprudensial yang lebih cermat. Sehingga fundamental ekonomi Indonesia bisa tetap terjaga," urainya.

Menurut dia, siklus perekonomian Indonesia berbeda dengan siklus di negara-negara maju seperti AS. Pasalnya, ekonomi Indonesia dari sisi business cycle saat ini masih dalam tahap awal, berbeda dengan di AS yang sudah hampir berada di ujung, atau di Eropa yang masih di tengah.

"Tahun 2011, pertumbuhan ekonomi tinggi lalu turun. Dan akhir 2016 mulai tinggi lagi dimana pada kuartal IV 2016, saya lihat ini awal dari business cycle," katanya.

Dengan perbedaan seperti ini, sambung dia, bentuk dan karakter dari akomodasi kebijakan ekonomi Indonesia juga seharusnya berbeda dengan di Amerika Serikat.

Lebih lanjut Adrian menuturkan, meski terjadi volatilitas dan kondisi politik mulai menghangat menjelang Pemilu 2019, namun perekonomian Indonesia tetap berjalan normal.

Hal ini dibuktikan dengan pertumbuhan ekonomi 5,06% pada kuartal I 2018, atau tetap di kisaran 5%. "Kita tidak perlu terlalu khawatir sejauh konfigurasi makroekonomi kita terjaga relatif sehat, kebijakan ekonomi tetap rasional, dan aktivitas ekonomi masih berjalan normal," imbuh dia.

Adrian memperkirakan, volatilitas di pasar finansial akan berlanjut sepanjang 2018 dan kemungkinan besar akan terus terjadi di 2019. Hal itu dipengaruhi sejumlah faktor eksternal di antaranya pengetatan kebijakan moneter dan pelonggaran kebijakan fiskal AS yang diimbangi dengan masih longgarnya kebijakan moneter di Eropa dan Jepang.

Di sisi lain, faktor geopolitik dan geoekonomi serta isu proteksionisme AS juga menyebabkan fluktuasi tajam dalam harga-harga aset secara global, yang kemudian berimbas pada fluktuasi mata uang di seluruh dunia, termasuk rupiah.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Jauh dari Resesi, Aktivitas...
Jauh dari Resesi, Aktivitas Ekonomi Indonesia Kuat dan Membaik
Indonesia Dipastikan...
Indonesia Dipastikan Masuk ke Dalam Jurang Resesi Ekonomi
Pertumbuhan Ekonomi...
Pertumbuhan Ekonomi Digital Indonesia
Ekonomi Indonesia Dibidik...
Ekonomi Indonesia Dibidik Tumbuh 5,4 Persen pada 2026
Ekonomi Indonesia Tumbuh...
Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,03 Persen pada 2024
Ekonomi Indonesia Triwulan...
Ekonomi Indonesia Triwulan IV 2024 Tumbuh 5,02%, Sektor Konstruksi dan Industri Dominan
Berita Terkini
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
27 menit yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
43 menit yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
1 jam yang lalu
Kepala BGN Baru Sebut...
Kepala BGN Baru Sebut MBG Tender Politik Prabowo: Tak Bisa Dibubarkan
1 jam yang lalu
Potensi Tokenisasi Aset...
Potensi Tokenisasi Aset Capai USD2 Triliun di 2030, Keamanan Investor Jadi Kunci
2 jam yang lalu
Airlangga Sangkal PFII...
Airlangga Sangkal PFII Jadi Surga Pencucian Uang: Bukan untuk Dana-dana Gelap
2 jam yang lalu
Infografis
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved