Tahun 2018, Properti di Jakarta Diproyeksi Tumbuh Moderat

Kamis, 24 Mei 2018 - 06:14 WIB
Tahun 2018, Properti...
Tahun 2018, Properti di Jakarta Diproyeksi Tumbuh Moderat
A A A
JAKARTA - Realestat Indonesia (REI) DKI Jakarta memproyeksikan pertumbuhan properti di ibu kota pada tahun ini akan tumbuh moderat alias sama seperti tahun lalu. Hal ini berdasarkan survei yang dilakukan mereka selama dua bulan dari Februari-April 2018.

Ketua DPD REI DKI Jakarta Amran Nukman mengulas bahwa 55% pengembang anggota REI DKI Jakarta menyatakan, kondisi properti 2018 akan tetap sama dengan tahun lalu. Sedangkan sebanyak 34% optimistis bahwa kondisi properti 2018 lebih baik dari tahun kemarin.

"Kondisi properti saat ini memang sedang menghadapi tekanan akibat melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dan kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia. Namun demikian pengembang dan pasar properti harus tetap optimistis bahwa kondisi 2018 akan semakin membaik," ujarnya di Kuningan, Jakarta, Rabu (23/5/2018).

Sementara itu, Wakil Ketua Bidang Riset dan Luar Negeri DPD REI DKI Jakarta, Chandra Rambey menjelaskan survei yang dilakukan pihaknya, berdasarkan aspek kualitatif dan kuantitatif dengan metode pengumpulan data primer berupa survei melalui penyebaran kuesioner atau wawancara.

Survei ini bertujuan memetakan minat responden, sehingga bisa memprediksi kecenderungan responden dalam memutuskan ssuatu tindakan. "Survei ini untuk mengetahui siapa responden, apa yang dipikirkan dan dirasakan, atau kecenderungan suatu tindakan," ujar Chandra.

Dan berdasarkan hasil survei DPD REI DKI Jakarta, industri realestat sangat mudah terdampak oleh kebijakan pemerintah, yakni perpajakan, perizinan, suku bunga kredit. Khusus di DKI Jakarta, perizinan masih menjadi kendala.

Terkait persoalan ini, Amran mengungkapkan birokrasi adalah faktor yang paling dominan dalam mempengaruhi proses perizinan. Sebanyak 69% responden menyatakan lebih mudah memperoleh perizinan di luar DKI Jakarta dibandingkan dengan di DKI Jakarta.

Untuk itu, Amran berkeinginan ada relaksasi perizinan. Pasalnya bila sektor properti menggeliat akan berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi. Karena mempunyai multiflier effect yang tinggi dengan 175 industri ikutan dan penyerapan tenaga kerja yang besar.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Ketua REI Jabar 2024-2027...
Ketua REI Jabar 2024-2027 Menyadari Tantangan Sektor Real Estate Makin Berat
Penjualan Properti Menurun,...
Penjualan Properti Menurun, Tapi Rumah di Bawah Rp1,5 M Masih Laku Keras
BPO REI Dukung Target...
BPO REI Dukung Target Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 8%
Optimistis Industri...
Optimistis Industri Properti Tumbuh, LPKR Andalkan Residensial dan Komersial
REI Dukung Pemerintah...
REI Dukung Pemerintah Pulihkan Real Estate
Kelas Menengah Milenial...
Kelas Menengah Milenial Dominasi Pembelian Properti Residensial
Berita Terkini
Percepat Terbentuknya...
Percepat Terbentuknya Ekosistem Pasar Karbon Nasional yang Kredibel, Transparan, dan Berdaya Saing
6 jam yang lalu
Bio Farma Luncurkan...
Bio Farma Luncurkan Bio-TCV, Perkuat Kedaulatan Vaksin Lewat Kolaborasi Akademisi dan Industri
6 jam yang lalu
Kucuran Investasi Rp1.010,6...
Kucuran Investasi Rp1.010,6 Triliun di Paruh Pertama 2026 Serap 1,4 Juta Tenaga Kerja
7 jam yang lalu
Gerak Cepat, BRI Insurance...
Gerak Cepat, BRI Insurance Serahkan Klaim Asuransi Alat Berat Rp322 Juta ke Nasabah Pangkal Pinang
7 jam yang lalu
Pegadaian Perluas Program...
Pegadaian Perluas Program Pande Emas Perkuat Ekosistem Bullion Services
7 jam yang lalu
Bahlil Sebut Kehadiran...
Bahlil Sebut Kehadiran Blok Masela Mampu Dongkrak PDB Nasional hingga Rp2.477 Triliun
8 jam yang lalu
Infografis
Pemprov DKI Jakarta...
Pemprov DKI Jakarta Bakal Bangun 11 Rusun Baru, Ini Lokasinya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved