REI Dukung Pemerintah Pulihkan Real Estate
Rabu, 16 September 2020 - 14:15 WIB
loading...
Foto/dok
A
A
A
JAKARTA - Dewan Pengurus Daerah (DPD) Realestat Indonesia (REI) DKI Jakarta kembali melakukan riset real estat. Survei ini dilakukan khususnya kepada para pengembang yang terdaftar sebagai anggota REI DKI Jakarta. Namun, lokasi proyek yang dikembangkan terbesar di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek).
Riset dan survei ini dilakukan berkala tiap tahun sebagai salah satu program kerja strategis dari REI DKI Jakarta. Survei ini bertujuan memberikan gambaran sekaligus memudahkan pelaku usaha dan konsumen dalam mengambil keputusan. (Baca: Cukup Diucapkan, Amalan Ringan Ini Pahalanya Berlimpah)
Ketua DPD REI DKI Jakarta, Arivin F Iskandar, memaparkan, dari hasil riset tersebut para pelaku usaha bisa mendapatkan gambaran dan mengetahui persepsi para pengembang anggota. Hasil riset sekaligus menjadi pedoman untuk merancang strategi pengembangan produk, sesuai profil industri.
"Dari hasil riset ini akan terlihat dengan jelas perkembangannya dan untuk pemerintah maupun stakeholder terkait lain. Mereka bisa membuat kebijakan atau evaluasi tindakan untuk bisa menggerakkan roda ekonomi," ujar Arivin.
Riset tersebut menunjukkan, semua pengembang di Jabodetabek dalam kurun waktu beberapa tahun belakangan mengalami penurunan penjualan. Namun, perkembangan itu sempat terlihat membaik pada akhir 2019.
Riset dan survei ini dilakukan berkala tiap tahun sebagai salah satu program kerja strategis dari REI DKI Jakarta. Survei ini bertujuan memberikan gambaran sekaligus memudahkan pelaku usaha dan konsumen dalam mengambil keputusan. (Baca: Cukup Diucapkan, Amalan Ringan Ini Pahalanya Berlimpah)
Ketua DPD REI DKI Jakarta, Arivin F Iskandar, memaparkan, dari hasil riset tersebut para pelaku usaha bisa mendapatkan gambaran dan mengetahui persepsi para pengembang anggota. Hasil riset sekaligus menjadi pedoman untuk merancang strategi pengembangan produk, sesuai profil industri.
"Dari hasil riset ini akan terlihat dengan jelas perkembangannya dan untuk pemerintah maupun stakeholder terkait lain. Mereka bisa membuat kebijakan atau evaluasi tindakan untuk bisa menggerakkan roda ekonomi," ujar Arivin.
Riset tersebut menunjukkan, semua pengembang di Jabodetabek dalam kurun waktu beberapa tahun belakangan mengalami penurunan penjualan. Namun, perkembangan itu sempat terlihat membaik pada akhir 2019.
Lihat Juga :