Sub-Penyalur BBM Perluas Jangkauan Konsumen di Nusantara

Selasa, 29 Mei 2018 - 12:01 WIB
Sub-Penyalur BBM Perluas...
Sub-Penyalur BBM Perluas Jangkauan Konsumen di Nusantara
A A A
JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) terus mengupayakan jaminan ketersediaan dan kelancaran pendistribusian bahan bakar minyak (BBM) ke seluruh wilayah Indonesia. Hal ini dilakukan dengan mendorong pembangunan lembaga subpenyalur BBM di sejumlah titik tertentu, melalui Peraturan Menteri ESDM No 13/2018 tentang Kegiatan Penyaluran BBM, Bahan Bakar Gas dan Liquefied Petroleum Gas (LPG).

Kebijakan ini diambil pemerintah dengan mempertimbangkan kondisi geografis yang rumit di sejumlah wilayah sehingga diperlukan perpanjangan tangan penyaluran BBM, terutama di daerah 3T (terdepan, terluar dan tertinggal).

Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi dan Komunikasi (KLIK) Kementerian ESDM Agung Pribadi mengatakan, keberadaan subpenyalur merupakan pelengkap atas keterbatasan lembaga penyalur. "Sebagai pelengkap keberadaan penyalur, keberadaan sub penyalur ini sangat bermanfaat guna membantu masyarakat di daerah terpencil mendapatkan BBM," kata Agung seperti dikutip dari laman resmi ESDM, Selasa (29/5/2018).

Berdasarkan data Badan Pengatur Hilir minyak dan gas bumi (BPH Migas), jumlah total lembaga penyalur di Indonesia sebanyak 7.080 penyalur. Kondisi ini masih tak sebanding dengan luas wilayah darat Indonesia yang terbentang sepanjang 1,9 juta km persegi dengan jumlah penduduk 261 juta jiwa. Jika dihitung rasionya, jelas dia, satu lembaga penyalur harus melingkupi luasan sebesar 271,55 km persegi atau sebanyak 36.900 jiwa.

Bila mengaca pada negara maju seperti Amerika Serikat (AS), terang dia, dengan luas wilayah darat sepanjang 9 juta km persegi dan penduduk 321 juta jiwa, rasio yang dimiliki Negara Paman Sam tersebut lebih baik ketimbang Indonesia. Dengan jumlah total penyalur sebanyak 121.446 penyalur, satu lembaga penyalur di AS hanya melingkupi 80.91 km persegi.

Kondisi itulah yang mendasari pemerintah menerbitkan Permen ESDM No 13/2018 yang mengatur keberadaan subpenyalur. Proses perizinan makin dipermudah. "Tidak perlu izin usaha niaga, cukup melapor ke Direktorat Jenderal Migas Kementerian ESDM, perwakilan kelompok konsumen sudah bisa mendirikan subpenyalur pasca ditunjuk BPH Migas," tuturnya.

Kini, sudah ada 11 lembaga subpenyalur beroperasi, yaitu di Buru (Maluku), Sula dan Halmahera Utara (Maluku Utara), 4 di Asmat (Papua), 2 di Selayar (Sulawesi Selatan), dan 2 di Kubu Raya (Kalimantan Barat). Enam (2 Halmahera Selatan, 1 Halmahera Tengah, 2 Merauke dan 1 Gorontalo Utara) lagi siap beroperasi dan 13 lainnya (1 Halut, 3 Asmat, 3 Sangihe dan 6 Gorontalo Utara) dalam tahap pembangunan.

Tak berhenti di situ, BPH Migas juga tengah berkoordinasi dengan 247 pemerintah daerah terkait kesiapan subpenyalur. "Sudah ada 247 Pemda yang mengajukan kepada BPH Migas untuk membangun subpenyalur," jelas Kepala BPH Migas Fansurullah Asa beberapa waktu lalu.

Keberadaan lembaga subpenyalur akan dapat mempercepat dan memperluas program keterjangkauan BBM. Tak kalah penting, program ini juga diharapkan memicu pertumbuhan ekonomi dan menarik investasi pembangunan lembaga penyalur.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pemerintah Targetkan...
Pemerintah Targetkan 583 Penyalur BBM Satu Harga di 2024
Kementerian ESDM Tegaskan...
Kementerian ESDM Tegaskan Tak Ikut Campur Soal Harga BBM Vivo
Penurunan Harga BBM...
Penurunan Harga BBM Masih Terganjal Formula Kementerian ESDM
Harga Pertalite Bisa...
Harga Pertalite Bisa Saja Turun, Kementerian ESDM Ungkap Syaratnya
Dirjen Migas ESDM Senggol...
Dirjen Migas ESDM Senggol Vivo, Akun Sosial Media Kementerian ESDM Digeruduk Netizen
Lampaui Target, Menteri...
Lampaui Target, Menteri ESDM Resmikan Serentak 7 Penyalur BBM Satu Harga di Kupang
Berita Terkini
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
5 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
5 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
5 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
6 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
7 jam yang lalu
BRI Life Ungkap Peran...
BRI Life Ungkap Peran Mitra Stategis Selama 4 Dekade
7 jam yang lalu
Infografis
10 Universitas Paling...
10 Universitas Paling Diminati di SNBT 2026, UI Paling Favorit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved