Bappenas Ajak Cegah Stunting Sejak 1.000 Hari Pertama Kehidupan

Rabu, 30 Mei 2018 - 08:44 WIB
Bappenas Ajak Cegah...
Bappenas Ajak Cegah Stunting Sejak 1.000 Hari Pertama Kehidupan
A A A
JAKARTA - Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) mengajak seluruh elemen masyarakat bekerja sama mencegah stunting pada 1.000 hari pertama kelahiran. Salah satu langkah yang dilakukan dengan menggelar diskusi media bertajuk 'Cegah Stunting, Investasi Bersama untuk Masa Depan Anak Bangsa'.

Menteri PPN/Kepala Bappenas, Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro mengatakan, Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2013 menunjukkan 37,2% atau sekitar 9 juta balita di Indonesia mengalami stunting.

Dampak jangka pendek dari kurang gizi tersebut, menyebabkan gagal tumbuh sempurna. Ciri-cirinya, berat badan lahir rendah, badan kurus, hambatan perkembangan kognitif dan motorik sehingga berpengaruh pada perkembangan otak dan keberhasilan pendidikan.

Selain itu juga, stunting mempengaruhi gangguan metabolisme yang berisiko menderita penyakit tidak menular seperti diabetes, obesitas, stroke, dan penyakit jantung.

"Diskusi ini sangat penting, karena media merupakan salah satu mitra penting pemerintah dalam mencegah stunting. Utamanya untuk membangun pemahaman masyarakat Indonesia tentang pentingnya 1.000 hari pertama kelahiran sebagai kunci meningkatkan kualitas SDM," jelas Bambang dalam keterangan resmi yang diterima SINDOnews, Rabu (30/5/2018).

Lebih lanjut, untuk jangka panjang, stunting akan menimbulkan kerugian ekonomi sebesar 2%-3% dari Produk Domestik Bruto (PDB) per tahun. Jika PDB Indonesia sebesar Rp13.000 triliun, maka diperkirakan potensi kerugian akibat stunting dapat mencapai Rp260 triliun-Rp390 triliun per tahun (Bank Dunia 2016).

"Ketika dewasa, anak yang stunting berpotensi mendapatkan penghasilan 20 persen lebih rendah dibandingkan dengan anak yang tidak mengalami stunting," ujar Bambang. Oleh karena itu, pencegahan stunting menjadi prioritas nasional pemerintah dalam Rencana Kerja Pemerintah (RKP) tahun 2018 dan 2019.

Target itu dilakukan mengingat, satu dari tiga balita Indonesia saat ini menderita stunting. "Mencegah stunting ini sangat penting sebagai salah satu langkah memutuskan rantai kemiskinan antar generasi," tandasnya.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kementerian PPN/Bappenas...
Kementerian PPN/Bappenas Tekankan Pentingnya Program Pemberdayaan Berbasis Data
Partisipasi Kementerian...
Partisipasi Kementerian PPN/Bappenas - Pavillion Indonesia di GPDRR 2022
Pencapaian Target SDGs...
Pencapaian Target SDGs Berubah, Ini Langkah Mitigasi Bappenas
Kementerian PPN/Bappenas...
Kementerian PPN/Bappenas Buka Lowongan Kerja, Yuks Cek Posisi dan Persyaratannya!
Masuk 10 Besar, Tim...
Masuk 10 Besar, Tim PPD Kementerian PPN-Bappenas Mulai Nilai Sulsel
Bappenas: Data Kemiskinan...
Bappenas: Data Kemiskinan Naik Jelang Pilkada lalu Turun Setelahnya
Berita Terkini
Petani Sawit: Margin...
Petani Sawit: Margin dan Kewenangan BUMN Tentukan Harga Jadi Beban Berat Ekosistem Sawit
26 menit yang lalu
Dasco Panggil Menkeu...
Dasco Panggil Menkeu dan Gubernur BI: Evaluasi Perkembangan Ekonomi
2 jam yang lalu
Lompatan Besar Transportasi...
Lompatan Besar Transportasi Publik Jakarta: Terbaik Kedua di ASEAN, Posisi ke-27 Dunia
5 jam yang lalu
IHSG Sepekan Ambruk...
IHSG Sepekan Ambruk 8,69%, Market Cap Menyusut Jadi Rp9.807 Triliun
5 jam yang lalu
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
15 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
16 jam yang lalu
Infografis
Pasar di Jakarta Hasilkan...
Pasar di Jakarta Hasilkan 500 Ton Sampah Per Hari
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved