Masalah Ekonomi Menanti Pemerintah Pasca Libur Panjang Lebaran

Senin, 18 Juni 2018 - 14:09 WIB
Masalah Ekonomi Menanti...
Masalah Ekonomi Menanti Pemerintah Pasca Libur Panjang Lebaran
A A A
JAKARTA - Kebijakan Pemerintah yang menambah masa libur lebaran selama tiga hari sehingga total menjadi sembilan hari, dinilai berpotensi menimbulkan beberapa permasalahan ekonomi. Pemerintah menurut pengamat harus sigap dalam menangani beberapa permasalahan ekonomi yakni menurunnya konsumsi rumah tangga dan inflasi.

Pengamat ekonomi dari Institute for Development of Economic and Finance (Indef) Bhima Yudhistira menyebutkan, akan ada masalah ekonomi baru yang bakal dihadapi pemerintah usai lebaran. Masalah tersebut di antaranya yakni produktivitas pangan yang akan menurun serta tingginya impor yang bakal terjadi.

"Sekarang tugas pemerintah bagaimana tingkatkan daya beli petani, jangan impor beras ugal-ugalan saat petani panen raya. Kemudian bansos PKH, dana desa padat karya tunai itu efektifitasnya harus dievaluasi total," ujar Bhima kepada SINDOnews.

Sambung dia menambahkan, permasalahan ekonomi lainnya yaitu dana desa yang bisa disalahgunakan. Dikarenakan rumitnya birokrasi yang ditempuh dalam mencairkan dana desa.

"Dana desa kemungkinan problem di birokrasi yang berbelit, ini terlihat banyaknya kepala desa yang terlibat korupsi dana desa. Terlebih kemampuan pendamping desa terbatas. Dana di APBN sudah ada untuk stimulus konsumsi, tapi masalahnya ada di level implementasi," jelasnya.

Lantaran itu, pemerintah diyakini harus mengambil langkah cepat dalam menangani beberapa masalah ekonomi. Agar ekonomi Indonesia tidak terpuruk saat dan setelah libur panjang.

"Yang jelas tugas berat pemerintah menjaga konsumsi rumah tangga tetap tinggi pasca lebaran. Menjaga inflasi khususnya dari harga energi dan pangan, stabilisasi kurs rupiah dan dongkrak kinerja ekspor," paparnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Membaca Ketahanan Ekonomi...
Membaca Ketahanan Ekonomi RI dalam Dinamika Global Kuartal III 2025
Indonesia Butuh Rp47.587,3...
Indonesia Butuh Rp47.587,3 Triliun untuk Pertumbuhan Ekonomi 8%
Bahaya! Deflasi Hantam...
Bahaya! Deflasi Hantam Ekonomi RI 5 Bulan Beruntun
Prabowo Sering Diejek...
Prabowo Sering Diejek karena Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 8%
Pertumbuhan Ekonomi...
Pertumbuhan Ekonomi Sulawesi Selatan Kuartal I Tahun 2024
Dorong Industri Event...
Dorong Industri Event untuk Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Berita Terkini
60 Negara Kena Getok...
60 Negara Kena Getok Tarif Kerja Paksa AS 10-12,5%, Dedengkot BRICS Bakal Balik Melawan
12 menit yang lalu
Beli Rumah Bukan Lagi...
Beli Rumah Bukan Lagi Mimpi! BRI x REI Expo Semarang 2026 Hadirkan KPR Super Ringan
51 menit yang lalu
Petani Sawit Tagih Bukti...
Petani Sawit Tagih Bukti di Balik Klaim Sukses DSI Tutup Gap Harga Ekspor
1 jam yang lalu
Danantara Puji Transformasi...
Danantara Puji Transformasi Digital Jasa Marga Tollroad Command Center
1 jam yang lalu
Tumbuh Bersama GrabModal:...
Tumbuh Bersama GrabModal: Dari Rumah Kontrakan, Mama Khas Banjar Kini Punya Belasan Karyawan
1 jam yang lalu
Ingin Masuk di Pasar...
Ingin Masuk di Pasar Global? Pakar Ungkap Kunci Brand Indonesia Bisa Mendunia
1 jam yang lalu
Infografis
Libur Lebaran 28 Maret-1...
Libur Lebaran 28 Maret-1 April 2025, Waspadai Banjir Rob Jakarta
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved