Bank Indonesia Kembali Naikkan Suku Bunga Acuan Jadi 5,25%

Jum'at, 29 Juni 2018 - 14:48 WIB
Bank Indonesia Kembali...
Bank Indonesia Kembali Naikkan Suku Bunga Acuan Jadi 5,25%
A A A
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) memutuskan kembali menaikkan tingkat suku bunga acuan BI 7-Day Reverse Repo Rate sebesar 50 basis points (bps) dari 4,75% menjadi 5,25%. Hal ini diputuskan dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) bulanan tambahan yang digelar hari ini.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, selain kenaikan suku bunga BI 7-Day Repo Rate, bank sentral juga memutuskan menaikkan suku bunga deposit facility sebesar 50 basis point sebesar 4,5% dan lending facility sebesar 6% . Keputusan ini berlaku efektif pada 29 Juni 2018.

"Berdasarkan assesment tadi, RDG pada 30 Mei 2018 memutuskan menaikkan BI 7-Day Reverse Repo Rate sebesar 50 bps menjadi 5,25%. Demikian juga suku bunga deposit facility naik 50 bps jadi 4,5 dan lending facility 50bps menjadi 6% Keputusan ini berlaku efektif besok tanggal 29 Juni 2018," katanya di Gedung BI, Jakarta, Jumat (29/6/2018).

Perry mengungkapkan, yang menjadi pertimbangan pihaknya kembali menaikkan suku bunga pada bulan ini adalah sebagai langkah preemptive bank sentral memperkuat stabilitas. Khususnya, stabilitas nilai tukar rupiah terhadap perkiraan kenaikan suku bunga Amerika Serikat (The Fed) yang lebih tinggi, serta meningkatnya risiko di pasar keuangan global. "Makanya ini adalah kebijakan yang preemptive dan ahead the curve," imbuh dia.

Menurutnya, BI meyakini kondisi ekonomi Indonesia secara keseluruhan cukup baik dan kuat. Sementara, tekanan lebih terkait faktor eksternal, khususnya tren kenaikan tingkat suku bunga AS, dan meningkatnya ketidakpastian global.

Ke depan, lanjut mantan Deputi Gubernur BI ini, bank sentral akan terus mengkalibrasi perkembangan ekonomi keuangan, baik domestik maupun global. Hal ini untuk memanfaatkan masih adanya ruang untuk kenaikan suku bunga secara terukur.

"Keputusan kenaikan suku bunga tersebut merupakan bagian dari langkah kebijakan jangka pendek BI yang memprioritaskan kebijakan moneternya pada stabilitas, khususnya nilai tukar rupiah," tandasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Jaga Nilai Tukar Rupiah...
Jaga Nilai Tukar Rupiah Stabil, BI Repo Rate Bakal Ditahan
Membaca Peluang Tipis...
Membaca Peluang Tipis Penurunan Suku Bunga Acuan BI Jelang Tutup Tahun 2025
Ekonom: BI Berpeluang...
Ekonom: BI Berpeluang Lanjutkan Pemangkasan BI Rate hingga 5,50% Akhir 2024
BI Kembali Tahan Suku...
BI Kembali Tahan Suku Bunga Acuan November di Level 4,75%
BI Kembali Pertahankan...
BI Kembali Pertahankan Suku Bunga Acuan Maret 2026 di Level 4,75 Persen
Tok! BI Turunkan Suku...
Tok! BI Turunkan Suku Bunga Acuan ke Level 5,75 Persen
Berita Terkini
Perkuat Ketahanan Energi,...
Perkuat Ketahanan Energi, Pertamina Patra Niaga Jaga Akses hingga Wilayah 3T
48 menit yang lalu
BI Rate Naik Sampai...
BI Rate Naik Sampai 5,75%, Siap-siap Cicilan Bank dan KPR Bengkak
55 menit yang lalu
Rupiah Keok Meski BI...
Rupiah Keok Meski BI Rate Naik Lagi, Dolar AS Tembus Rp17.848
1 jam yang lalu
KAI Logistik Angkut...
KAI Logistik Angkut 6,8 Juta Ton Barang hingga Mei 2026, Terbanyak Batu Bara
1 jam yang lalu
Jelang Akhir Pekan,...
Jelang Akhir Pekan, IHSG Dibuka Memerah di Level 6.161
2 jam yang lalu
PLN Rombak Jajaran Direksi,...
PLN Rombak Jajaran Direksi, Darmawan Masih Dirut dan Tambah Posisi Wadirut
3 jam yang lalu
Infografis
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved