BPS Catat Nilai Tukar Petani Nasional Naik 0,05%

Senin, 02 Juli 2018 - 14:41 WIB
BPS Catat Nilai Tukar...
BPS Catat Nilai Tukar Petani Nasional Naik 0,05%
A A A
JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatatkan Nilai Tukar Petani (NTP) nasional Juni 2018 sebesar 102,04 atau naik 0,05% dibanding NTP bulan sebelumnya. Kenaikan NTP dikarenakan Indeks Harga yang Diterima Petani (It) naik sebesar 0,36% atau lebih besar dari kenaikan Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) sebesar 0,30%.

NTP merupakan perbandingan indeks harga yang diterima petani (It) terhadap indeks harga yang dibayar petani (Ib). NTP menjadi salah satu indikator untuk melihat tingkat kemampuan/daya beli petani di perdesaan. NTP juga menunjukkan daya tukar (terms of trade) dari produk pertanian dengan barang dan jasa yang dikonsumsi, maupun untuk biaya produksi.

Semakin tinggi NTP, secara relatif semakin kuat pula tingkat kemampuan/daya beli petani. Kepala BPS Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, naiknya NTP dikarenakan Indek harga petani lebih tinggi dibandingkan Indeks Harga yang dibayar petani. "Ini terlihat karena Indeks harga petani lebih tnggi dibandingkan indeks harga yang dibayar petani yang mencapai 0,30%," ujar Suhariyanto di Jakarta,Senin (2/7/2018).

Dia menyebutjan bahwa NTP Provinsi Maluku yang mengalami kenaikan tertinggi yakni nencapai 0,78% dibandingkan kenaikan NTP Provinsi lainnya. Sedangkan Riau mengalami kenaikan. "Sebaliknya NTP Provinsi Riau mengalami penurunan terbeesr 1,87% dibandingkan penurunan NTP provinsi lainnya," jelasnya.

Selain itu, sambung dia menerangkan Nilai Usaha Rumah Tangga Pertanian Nasional (NTUP) sebesar 111,51% atau lebih tinggi 0,12% dibandingkan NTUP sebelumnya. "Berdasarkan hasil pemantauan harga-harga pedesaan di 33 provinsi di Indonesia pada Juni 2018, bahwa lebih besar untuk konsumsi rumah tangga," paparnya.

Pada Juni 2018 terjadi inflasi perdesaan di Indonesia sebesar 0,33% disebabkan oleh naiknya indeks di seluruh kelompok penyusun Indeks Konsumsi Rumah Tangga (IKRT), dengan kenaikan terbesar pada Kelompok Sandang.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BPS Catat Inflasi November...
BPS Catat Inflasi November Sebesar 0,38 persen
Harga Gabah Kering Panen...
Harga Gabah Kering Panen Naik 16,52% di Januari 2023
Kepala BPS RI Siapkan...
Kepala BPS RI Siapkan Sensus Pertanian dan Canangkan Desa Cantik di Pangkep
Jumlah Orang Indonesia...
Jumlah Orang Indonesia Bepergian ke Luar Negeri Naik 55 Persen
Tumbuh 53 Persen, Oktober...
Tumbuh 53 Persen, Oktober 2021 Ekspor RI Capai Rp312 Triliun
BPS: Impor Indonesia...
BPS: Impor Indonesia Naik 1,64% di Juli 2022
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
8 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
8 jam yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
8 jam yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
9 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
9 jam yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
10 jam yang lalu
Infografis
Kaleidoskop 2025: 6...
Kaleidoskop 2025: 6 Peristiwa Politik Nasional yang Menggemparkan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved