Pertama Dalam Sejarah Angka Kemiskinan Satu Digit, Menkeu Semringah

Selasa, 17 Juli 2018 - 13:30 WIB
Pertama Dalam Sejarah...
Pertama Dalam Sejarah Angka Kemiskinan Satu Digit, Menkeu Semringah
A A A
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati semringah menyambut turunnya angka kemiskinan di Indonesia yang untuk pertama kalinya dalam sejarah di bawah dua digit. Capaian tersebut merupakan angka kemiskinan terendah dalam sejarah Indonesia.

Selain itu, angka koefisien gini juga mengalami penurunan yang menunjukkan berkurangnya gap ketimpangan antara kelompok kaya dan miskin. Hal ini terang dia mengindikasikan bahwa kebijakan ekonomi Pemerintah telah berada pada jalur yang tepat.

“BPS mengeluarkan statistik mengenai kemiskinan. Dan saya termasuk yang cukup menyambutnya dengan perasaan yang sangat istimewa. And this is the first time in a history of Indonesia, hari ini BPS mengumumkan tingkat kemiskinan kita di 9,82%. First time in the history of Indonesia kemiskinan itu di bawah 10%,” ujar Menkeu di Jakarta, Selasa (17/7/2018).

Selama ini capaian terbaik dalam penurunan angka kemiskinan di Indonesia adalah di sekitar 10%. Menkeu menjelaskan sangat sulit untuk dapat menurunkan angka kemiskinan sampai pada level single digit.

“Dulu (angka kemiskinan pada masa) Pak Harto di 11% mendekati 10(%). Dan itu sudah Repelita (Rencana Pembangunan Lima Tahun) kelima dan kemudian terjadilah krisis (ekonomi) sehingga kemudian kemiskinan naik lagi pada level 24 (%). Yang waktu itu kemudian sampai Presiden Yudhoyono dimana saya served sebagai Menteri Keuangan juga menurunkan pada level hampir mendekati 11% juga," terangnya.

"Tapi habis itu tetap berhenti pada saat Indonesia “boom” banyak sekali komoditas. Jadi menurunkan (angka kemiskinan) di bawah 10% itu, is a quite remarkable achievement. Dan kita masih tidak berhenti disitu. Masih ingin menurunkan lebih lanjut,” papar Menkeu

Selain capaian tersebut, Pemerintah juga mampu mengurangi gap angka ketimpangan kelompok kaya dan miskin yang menunjukkan kebijakan Pemerintah telah berjalan di jalur yang tepat.

“Juga gini coefficient kita yaitu angka mengenai masalah pemerataan agak lebih bagus. Trend-nya menurun sekarang sudah di 0,389 jadi sudah di bawah 0,39 atau 0,4 sebelumnya. Titik puncaknya Indonesia. Jadi (kebijakan Pemerintah, antara lain melalui APBN atau fiscal policy) Indonesia telah menuju arah yang benar,” tambahnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Ini Faktor-faktor Penyebab...
Ini Faktor-faktor Penyebab Ketimpangan Sosial di Masyarakat
Pentingnya Determinan...
Pentingnya Determinan Sosial Kesehatan untuk Mengatasi Ketimpangan Kesehatan di Indonesia
Gini Ratio di Jatim...
Gini Ratio di Jatim Naik, Ketimpangan Warga Miskin-Kaya Makin Lebar
Angka Kemiskinan Indonesia...
Angka Kemiskinan Indonesia Turun, Ekonom Ragukan Data BPS
Soal Konservasi Lingkungan,...
Soal Konservasi Lingkungan, KLHK Gelar Green Leadership
Di Balik Amarah Massa...
Di Balik Amarah Massa Gelombang Protes Anti-Imigran Global
Berita Terkini
Pertamina Foundation...
Pertamina Foundation Tanamkan Peduli Lingkungan Usia Dini
6 jam yang lalu
Panda Bond Indonesia...
Panda Bond Indonesia Raih Rating AAA, Purbaya: Ada yang Bilang Saya Bohong
6 jam yang lalu
Indonesia Perlu Arah...
Indonesia Perlu Arah Kebijakan Baru Jadi Pusat Hilirisasi Sawit Dunia
6 jam yang lalu
Tingkatkan Nilai Jual...
Tingkatkan Nilai Jual TBS, 133 Pekebun Muara Enim Ikuti Pelatihan Panen Sawit
6 jam yang lalu
Tembus Blokade Laut...
Tembus Blokade Laut Merah, Tanker Raksasa China Bawa Pulang 4 Juta Barel Minyak Arab Saudi
7 jam yang lalu
Proses Pemeliharaan...
Proses Pemeliharaan dan Pengisian Galon Bermerek Dipastikan Penuhi Standar Industri
7 jam yang lalu
Infografis
Sejarah Panjang Persia...
Sejarah Panjang Persia Menjadi Iran yang Mengubah Timur Tengah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved