Rupiah Siang Anjlok Makin Parah, IHSG Bertahan di Zona Hijau

Rabu, 18 Juli 2018 - 12:51 WIB
Rupiah Siang Anjlok...
Rupiah Siang Anjlok Makin Parah, IHSG Bertahan di Zona Hijau
A A A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada sesi perdagangan siang hari ini, Rabu (18/7/2018) ambruk makin parah untuk melanjutkan tren pelemahan sejak pagi tadi. Sementara Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bertahan di zona hijau, meski dengan kenaikan tipis.

Menurut Yahoo Finance, rupiah pada perdagangan sesi I berada di posisi Rp14.415/USD atau merosot tajam dari posisi penutupan sebelumnya di level Rp14.365/USD. Rupiah melemah dengan pergerakan pada kisaran level Rp14.363 hingga Rp14.415/USD.

Posisi rupiah berdasarkan data Bloomberg, siang ini anjlok ke level Rp14.418/USD dari penutupan kemarin di posisi Rp14.378/USD. Siang ini tercatat rupiah bergerak pada kisaran harian Rp14.392-Rp14.418/USD.

Sementara, data SINDOnews bersumber dari Limas menunjukkan, rupiah siang ini terus menyusut hingga menjadi Rp14.409/USD yang cenderung tenggelam semakin dalam dari sesi pagi. Sedangkan dibanding penutupan kemarin, tidak lebih baik di level Rp14.378/USD.

Menurut data dari kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, menunjukkan rupiah siang ini tertahan pada tren pelemahan di level Rp14.406/USD. Posisi ini memperlihatkan rupiah tak berdaya dari posisi sebelumnya Rp14.391/USD.

Di sisi lain IHSG pada perdagangan siang ini menjaga penguatan dengan penambahan 19,73 poin atau 0,34% ke level 5.881,24 ketika tadi pagi juga merayap naik 20,370 poin atau setara 0,347% di posisi 5.881,88. Kemarin, bursa saham Tanah Air ditutup turun 43,65 poin setara dengan 0,74% menjadi 5.861,51.

Sektor saham dalam negeri hingga siang ini, mayoritas berada di jalur positif dipimpin lonjakan tertinggi sektor pertambangan mencapai sebesar 1,98% diikuti lompatan infrastruktur 1,19%. Sedangkan sektor yang melemah terdalam yakni perdagangan usai anjlok 1,30%.

Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia tercatat sebesar Rp3,75 triliun dengan 6,27 juta saham diperdagangkan pada sesi siang hari ini dan transaksi bersih asing minus Rp164,82 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp1,07 triliun dan aksi beli asing mencapai Rp910,31 miliar. Tercatat 216 saham naik, 144 turun dan 123 saham mendatar.

Beberapa saham yang menguat di antaranya PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), PT Pelat Timah Nusantara Tbk. (NIKL) dan PT Pollux Properti Indonesia Tbk (POLL). Sedangkan saham-saham yang melemah yakni PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI), PT Intanwijaya Internasional Tbk (INCI) serta PT Astra Graphia Tbk. (ASGR).
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Dolar AS Lagi Merana,...
Dolar AS Lagi Merana, Rupiah dan IHSG Kompakan Perkasa
Rupiah Ditutup Menguat...
Rupiah Ditutup Menguat Terhadap Dolar AS
Akhiri Pekan di Zona...
Akhiri Pekan di Zona Hijau, IHSG Ditutup Naik ke Level 6.072
Rupiah Melemah Tipis...
Rupiah Melemah Tipis ke Rp17.130 per Dolar AS pada Selasa Pagi
IHSG Berpeluang Reli...
IHSG Berpeluang Reli di 6.078-6.150, Cermati Saham Ini
Varian Delta Masih Jadi...
Varian Delta Masih Jadi Sentimen Utama di Pasar Saham
Berita Terkini
Dataran Tinggi Tak Lagi...
Dataran Tinggi Tak Lagi Area Pinggiran, UPLAND Jadikannya Pilar Kedaulatan Pangan
13 menit yang lalu
Ekonom Bank Mandiri...
Ekonom Bank Mandiri Ungkap Kunci Penguatan Rupiah dan Rebound IHSG, Fundamental Ekonomi Solid
24 menit yang lalu
Modernland Realty Catat...
Modernland Realty Catat Laba Bersih Rp241,12 Miliar di 2025
35 menit yang lalu
Lusi Tak Menyangka Dapat...
Lusi Tak Menyangka Dapat Hadiah Mobil dari Tabungan Dahsyat Arisan MNC Bank
47 menit yang lalu
Bank Mandiri Taspen...
Bank Mandiri Taspen Buka 3 Posko Bantu Korban Penipuan Investasi
58 menit yang lalu
Emas Now Tawarkan Investasi...
Emas Now Tawarkan Investasi Logam Mulia Lebih Inklusif
1 jam yang lalu
Infografis
Makin Brutal, Israel...
Makin Brutal, Israel Bakar Rumah-rumah Warga di Tepi Barat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved