Komentar Optimis Bos The Fed Dorong Dolar Lebih Tinggi

Kamis, 19 Juli 2018 - 05:03 WIB
Komentar Optimis Bos...
Komentar Optimis Bos The Fed Dorong Dolar Lebih Tinggi
A A A
WASHINGTON - Dolar Amerika Serikat (USD) naik ke tingkat tertinggi tiga minggu setelah komentar optimis dari Ketua Federal Reserve (bank sentral AS) Jerome Powell tentang ekonomi negeri Abang Sam.

Mengutip dari CNBC, Kamis (19/7/2018), di hadapan Kongres, Powell menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi AS berada di jalur positif dengan pertumbuhan lebih stabil, meski ada kekhawatiran dari meningkatnya konflik perdagangan. Dan bank sentral akan terus berada di jalur "secara bertahap" menaikkan suku bunga acuannya.

Pernyataan Powell membuat pasar merasa nyaman. Hal ini menandakan pemerintah AS tidak khawatir dengan perang dagang dan merasa nyaman dengan kenaikan greenback--sebutan USD yang hampir mencapai 6% terhadap enam mata uang pesaing lainnya dalam tiga bulan terakhir.

"Pasar melihat The Fed tidak terlalu khawatir terhadap dampak perang dagang. Komentar dari The Fed telah menempatkan fokus pada pandangan kebijakan yang berbeda antara Fed dengan bank sentral lainnya. The Fed ingin bermain dengan dolar yang lebih kuat," kata Kepala Analisa Pasar di Commonwealth Foreign Exchange di Washington, Omer Esiner.

Pernyataan Powell membuat indeks USD naik 0,16% terhadap enam mata uang utama menjadi 95,10, mendekati level tertinggi di akhir Juni sebesar 95,53. Alhasil, USD menguat ke level tertinggi 113,13 melawan yen Jepang, level terkuat sejak 9 Januari. Dan euro turun 0,13% menjadi USD1,1644.

The Fed diperkirakan akan menaikkan suku bunga dua kali lagi di tahun 2018 untuk mengatasi tekanan inflasi yang meningkat. Sementara European Central Bank alias bank sentral Eropa akan mulai menaikkan suku bunganya pada pertengahan 2019.

Dengan suku bunga AS yang terus meningkat, dimana sebagian besar bank sentral utama hanya mengambil langkah sementara menuju normaliasi moneter, banyak analis memperkirakan dolar akan naik lebih banyak lagi. Royal Bank of Canada (RBC) meramalkan euro lawan USD akan berada di level USD1,12 di akhir tahun ini.

Sementara itu, mengutip Business Insider, Kamis (19/7/2018), mata uang China yaitu yuan jatuh ke level terendah terhadap USD dalam kurun lebih dari setahun. Yuan pada hari ini merosot sebanyak 0,3% menjadi 6,7244 melawan greenback.

Yuan telah melorot lebih dari 7% terhadap dolar AS sejak Maret 2018, ketika Presiden AS Donald Trump mengumumkan rencana untuk menghukum China karena dianggap telah melakukan praktik perdagangan yang tidak adil.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Bakal Terdongkrak...
Rupiah Bakal Terdongkrak Guyuran Dolar dari The Fed
Dapat Angin dari Pernyataan...
Dapat Angin dari Pernyataan The Fed, Rupiah Diprediksi Menguat
Rupiah Balik Berotot...
Rupiah Balik Berotot Merespons Keputusan The Fed
Rupiah Bergerak Melemah...
Rupiah Bergerak Melemah Jelang Pertemuan The Fed
Bunga The Fed Diramal...
Bunga The Fed Diramal Turun, Rupiah Sepekan Berotot di Hadapan Dolar AS
Rupiah Terjungkal 40...
Rupiah Terjungkal 40 Poin ke Level Rp14.020 per USD
Berita Terkini
MNC Bank Gandeng MNC...
MNC Bank Gandeng MNC Sekuritas Dorong Literasi Keuangan Gen Z lewat Solusi Perbankan Digital
9 menit yang lalu
Beli Properti Lebih...
Beli Properti Lebih Ringan? KPR BRI Solusi Jawabannya!
18 menit yang lalu
Transformasi Digital...
Transformasi Digital dan HSSE Jadi Kunci Elnusa Petrofin Perkuat Rantai Pasok Energi
20 menit yang lalu
Bukan Cuma Harga Minyak,...
Bukan Cuma Harga Minyak, Tata Kelola APBN yang Buruk Jadi Biang Kerok Lemahnya Rupiah
37 menit yang lalu
Distribusi BBM di Sumut...
Distribusi BBM di Sumut Berangsur Normal, Pertamina Patra Niaga Pastikan Stok Aman
58 menit yang lalu
Harga Batu Bara Acuan...
Harga Batu Bara Acuan Periode II Juli Naik Lagi, Kini Jadi USD131,85 per Ton
1 jam yang lalu
Infografis
34 PTS yang Masuk THE...
34 PTS yang Masuk THE Sustainability Impact Ratings 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved