Kementan Bangun Kawasan Jagung Berbasis Korporasi Petani

Kamis, 26 Juli 2018 - 11:01 WIB
Kementan Bangun Kawasan...
Kementan Bangun Kawasan Jagung Berbasis Korporasi Petani
A A A
JAKARTA - Kementerian Pertanian (Kementan) tahun ini menargetkan produksi komoditas padi, jagung dan kedelai total sebesar 114,7 juta ton. Masing-masing terdiri dari 82,5 juta ton padi dengan luas panen 15,65 juta hektare (ha); 30 juta ton jagung dengan luas panen 5,78 juta ha; dan kedelai 2,2 juta ton dengan luas panen 1,42 juta ha.

"Untuk mencapai target tersebut Kementan mengalokasikan program dan kegiatan di berbagai wilayah di Indonesia sesuai potensi masing-masing daerah," ujar Kepala Biro Perencanaan Kementan Kasdi Subagyono dalam keterangan tertulis, Kamis (26/7/2018).

Terkait dengan itu, Kasdi mengunjungi salah satu proyek percontohan (pilot project) pengembangan kawasan pertanian berbasis korporasi petani di Provinsi Banten Rabu (25/7) lalu. Kawasan tersebut berada di Kecamatan Gunung Kencana, Desa Bulakan, Gunung Kendeng, Kramatjaya dan Tanjungsari Indah.

"Target pilot project penanaman perdana jagung berbasis korporasi akan mampu berproduksi 8 ton per ha," ujar Kasdi.

Dia menjelaskan, pengecekan kawasan produksi jagung ini untuk memastikan kondisi lapangan sesuai dengan perencanaan yang sudah dibuat, mencakup sisi teknis sampai pada proses administrasinya. Secara umum, kata dia, pilot project ini berjalan sesuai perencanaan yang sudah dibuat.

Kasdi mengungkapkan, selama ini produksi jagung hanya sekitar 3 ton/ha karena pascapanennya masih dilakukan secara manual. Hulu sampai hilirnya masih dilakukan secara swadaya Kementan dengan kesepakatan bersama PT Charoend Pokphand Indonesia (CPI) yang bersedia menyerap hasil panen petani di kawasan pertanian jagung ini dengan harga Rp3.800/kg dan tingkat kekeringan 15%.

"Karena itu, kegiatan percontohan ini dimaksudkan untuk merangsang kelembagaan ekonomi petani agar bisa mengelola bisnis usaha tani secara berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas produksi," ungkapnya.

Untuk itu, sambung Kasdi, pemerintah melakukan pembinaan dan pendampingan petani guna meningkatkan kualitas produksi, pembinaan dalam pengelolaan kelembagaan ekonomi petani, fasilitasi alat dan mesin pra panen, pascapanen dan pengolahan. Pemerintah pun mendorong pembukaan akses terhadap modal dan pemasaran.

"Kegiatan pilot project jagung di Kabupaten Lebak dilakukan secara tumpang sari di lahan Perum Perhutani seluas 1.000 ha dan pendampingan akan dilakukan selama dua tahun mulai 2018-2019," tuturnya.

Pengembangan kawasan jagung berbasis korporasi petani yang dicetuskan Kementan ini sejalan dengan arahan presiden yakni melalui UU No 16 Tahun 2006 dan diperkuat UU No 19 Tahun 2013 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Petani. Menindaklanjuti ini, Kementan mengeluarkan Permentan No 18 Tahun 2018 tentang Pedoman Pengembangan Kawasan Pertanian Berbasis Korporasi Petani.

"Permentan ini mengamanatkan agar percepatan pengembangan kawasan dilakukan melalui kegiatan percontohan," jelasnya.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Menteri Pertanian Lepas...
Menteri Pertanian Lepas Ekspor Komoditas Pertanian Sulut ke 11 Negara
Dorong Ragam Komoditas...
Dorong Ragam Komoditas Baru, Karantina Pertanian Manado Gelar Safari Ekspor
BKP Makassar Gelar Bimtek...
BKP Makassar Gelar Bimtek Tingkatkan Ekspor Pertanian di Kabupaten Bantaeng
Kementan Perketat Pengawasan...
Kementan Perketat Pengawasan Masuknya Komoditas Pertanian Ilegal di Masa Pandemi
Bukalapak Dekati Kementan...
Bukalapak Dekati Kementan Agar Bisa Ikut Pasarkan Komoditas Pertanian
Pengusaha Dorong Ekspor...
Pengusaha Dorong Ekspor Komoditas Pertanian
Berita Terkini
Hari Anak Nasional,...
Hari Anak Nasional, Jasa Raharja Ajak Generasi Muda Jadi Pelopor Keselamatan
4 jam yang lalu
Gonjang-ganjing Sektor...
Gonjang-ganjing Sektor Energi, Singapura Rombak Kabinet Besar-besaran
5 jam yang lalu
Di Balik Penghargaan...
Di Balik Penghargaan CCEPC Indonesia, Gao Hai Komitmen Bangun Kemitraan Jangka Panjang
5 jam yang lalu
Pertamina Trans Kontinental...
Pertamina Trans Kontinental Ajak Siswa Lestarikan Ekosistem Laut
5 jam yang lalu
PLN EPI Tawarkan Kontrak...
PLN EPI Tawarkan Kontrak hingga 5 Tahun untuk Pemasok Biomassa
6 jam yang lalu
Ancaman Blokade Laut...
Ancaman Blokade Laut Merah, Asia Nego Arab Saudi Alihkan Rute Tanker Minyak ke Afrika
6 jam yang lalu
Infografis
6 Fakta Macet Mengerikan...
6 Fakta Macet Mengerikan Hingga 17 Jam di Kawasan Puncak
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved