Aturan Tindak Pidana Korporasi Dorong Perbaikan Tata Kelola

Kamis, 26 Juli 2018 - 20:29 WIB
Aturan Tindak Pidana...
Aturan Tindak Pidana Korporasi Dorong Perbaikan Tata Kelola
A A A
JAKARTA - Aturan baru tentang tindak pidana korporasi yang diatur dalam Peraturan Mahkamah Agung (MA) Nomor 13 Tahun 2016 dinilai akan lebih mendorong korporasi di negeri ini untuk meningkatkan kepatuhan dan tata kelola yang baik serta tidak membiarkan tindak pidana terjadi dalam perusahaan. Hal itu juga diyakini sebagai bentuk titik tolak kemajuan hukum di Indonesia.

Apalagi badan-badan milik negara sudah mulai memiliki sistem kepatuhan. Sebagai contoh SKK Migas pada Maret 2018 kemarin telah mengkomunikasikan bahwa mereka telah memiliki Sistem Manajemen Anti Penyuapan.

Wincen Santoso, pengacara internasional asal Indonesia yang menjabat sebagai Senior Associate pada kantor hukum DLA Piper Singapore Pte Ltd, menjelaskan peraturan MA tersebut merupakan kemajuan di sektor hukum di Indonesia. “Ini sebuah kemajuan bagi hukum di Indonesia. Adanya Peraturan MA Nomor 13 Tahun 2016 diharapkan dapat meningkatkan kepatuhan korporasi di Indonesia,” ucapnya di Jakarta

Salah satu alumni terbaik Fakultas Hukum Universitas Indonesia tersebut menuturkan bahwa dalam peraturan MA tersebut terutama di pasal 4 ayat 2 disebutkan apabila perusahaan membiarkan ada tindak pidana atau misalnya korporasi tidak melakukan langkah-langkah pencegahan tindak pidana, korporasi tersebut dapat dinilai melakukan kesalahan.

Sebelumnya lazim bahwa orang perorangan yang bertanggung jawab secara pidana. Sejak adanya peraturan MA ini, maka secara teknis dimungkinkan korporasi dapat diperiksa di pengadilan.

Karena itu, lanjut Wincen, penting bagi perusahaan-perusahaan Indonesia dan perusahaan asing yang beroperasi di Indonesia untuk memiliki program kepatuhan serta tata kelola yang baik. “Kalau ada tindak pidana, harus diproses. Karena apabila dibiarkan, nanti perusahaannya dapat diduga terlibat juga ,” paparnya.

Selain meningkatkan kepatuhan korporasi, Wincen Santoso menjabarkan, peraturan MA tersebut juga berpotensi mengembalikan kerugian negara dari tindak pidana korupsi. Menyadari pentingnya aturan tersebut, Wincen menjelaskan, perusahaan-perusahaan di Indonesia mesti segera melakukan sejumlah langkah antisipasi.

Hal tersebut juga telah ditegaskan dalam Instruksi Presiden Nomor 10 Tahun 2016 mengenai Aksi Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi. Dalam instruksi itu, ada bagian aksi tata kelola badan usaha milik negara (BUMN) dan swasta.

Bagi perusahaan-perusahaan Indonesia yang ingin memiliki sistem kepatuhan secara terstruktur juga dapat melihat praktik di negara lain, seperti Amerika Serikat. Wincen, yang juga memiliki lisensi pengacara di New York, menjelaskan bagaimana Kementerian Hukum Amerika Serikat (US Department of Justice) menerbitkan DOJ Effective Corporate Compliance Program.

Seiring dengan upaya peningkatan kepatuhan korporasi, DLA Piper sebagai salah satu law firm terbesar dunia berpartisipasi dalam seminar yang diselenggarakan oleh Korda Mentha, perusahaan konsultan finansial dan forensic accounting, untuk membantu perusahaan-perusahaan di Indonesia membuat program kepatuhan dan mendeteksi adanya dugaan-dugaan pelanggaran.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Akuisisi Mayoritas Saham...
Akuisisi Mayoritas Saham Axle Asia, Bolttech Siap Akselerasi Pertumbuhan di Indonesia
Satukan Pemimpin Korporasi...
Satukan Pemimpin Korporasi dan Sosial untuk Memperkuat Ketahanan Bisnis
Geliat Para Goliath...
Geliat Para Goliath Industri Konstruksi Global
Implementasi GCG untuk...
Implementasi GCG untuk Korporasi Sehat dan Unggul
Kelebihan dan Kekurangan...
Kelebihan dan Kekurangan Bekerja di Korporasi vs Startup Menurut Para Karyawannya
Anish Daryani Akuisisi...
Anish Daryani Akuisisi M&C Saatchi Indonesia, Keluar dari M&C Saatchi Group
Berita Terkini
Tumbuh Bersama GrabModal:...
Tumbuh Bersama GrabModal: Dari Rumah Kontrakan, Mama Khas Banjar Kini Punya Belasan Karyawan
8 menit yang lalu
Ingin Masuk di Pasar...
Ingin Masuk di Pasar Global? Pakar Ungkap Kunci Brand Indonesia Bisa Mendunia
9 menit yang lalu
IHSG Sesi Siang Terjun...
IHSG Sesi Siang Terjun Bebas 1,75% ke 6.204, Transaksi Tembus Rp10,4 Triliun
26 menit yang lalu
HWB Serang Resmi Diluncurkan...
HWB Serang Resmi Diluncurkan Besok , Harga Mulai dari Rp101 Juta
30 menit yang lalu
Harga Emas Antam Anjlok...
Harga Emas Antam Anjlok Parah di Hari Jumat, Turun Tajam hingga Rp35 Ribu/Gram
56 menit yang lalu
Minat Makin Tinggi,...
Minat Makin Tinggi, Perdagangan Pasar Fisik Emas secara Digital di ICDX Tumbuh 338%
2 jam yang lalu
Infografis
8 Negara dengan Aturan...
8 Negara dengan Aturan Berpakaian Paling Ketat, Ada yang Melarang Sandal Jepit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved