Menakar Kans Jokowi di 2019 Lewat Infrastruktur dan Penurunan Kemiskinan

Jum'at, 27 Juli 2018 - 12:32 WIB
Menakar Kans Jokowi...
Menakar Kans Jokowi di 2019 Lewat Infrastruktur dan Penurunan Kemiskinan
A A A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) dinilai memiliki kans memenangi pemilihan presiden pada 2019 sekaligus melanjutkan periode kedua pemerintahannya. Hal ini disebabkan selama empat tahun memerintah (2014-2018), Jokowi mendapatkan nilai positif dari masyarakat, tanpa menutup mata pada kekurangannya yang bisa ditutupi pada periode berikutnya.

Pengamat politik dari UIN Jakarta A Bakir Ihsan menerangkan, peluang Jokowi memenangi pilpres tahun depan menang sangat kuat, terlebih didukung oleh partai besar sebagai pintu masuk pencalonannya. Untuk mendekatkan pada kemenangan, Jokowi harus tetap fokus pada penyelesaian agenda yang dijalankan saat ini dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. “Jokowi juga harus menghindari langkah atau kebijakan yang kontroversial dan tidak produktif,” ujar Bakir di Jakarta.

Menurut Bakir, agar kepercayaan masyarakat semakin kuat untuk mendukungnya pada periode kedua, Jokowi perlu mempertahankan sikap treble untuk mengevaluasi secara objektif terhadap kinerjanya selama ini, baik yang berhasil, belum selesai, ataupun gagal. “Di antara keberhasilan Jokowi yang signifikan adalah di bidang infrastruktur dan penguatan hak-hak warga atas tanah,” ujar Bakir.

Sejak awal memerintah hingga saat ini, Jokowi fokus pada pembangunan infrastruktur mulai dari jalan, bendungan, hingga jembatan yang ditujukan untuk penguatan konektivitas dan pemerataan pembangunan. Jokowi mengalokasikan pembangunan infrastruktur selama 2015-2019 sebesar Rp4.197 triliun, 42% dibiayai dari APBN.

Hasilnya positif, tren inflasi membaik dan dijaga di bawah 4% dan pada 2015 turun signifikan ke 3,4% dari 8,4% pada 2014 sebagai dampak dari reformasi migas yang berani. Penurunan inflasi menyebabkan penurunan tingkat suku bunga ke 5,25% pada Juli 2018, turun dari 7,25% pada Desember 2014. Bakir menjelaskan, posisi Jokowi saat ini hampir sama dengan posisi pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono periode kedua.

Pada periode akhir jabatannya, Jokowi bisa menutup ruang atau celah yang selama ini kurang mendapatkan perhatian kuat melalui sosok cawapres yang sinergis. Bakir melanjutkan, di periode kedua Jokowi perlu meneruskan program penurunan kemiskinan. Angka-angka kemiskinan dari BPS menunjukkan bahwa kemiskinan terbesar ada di daerah pedesaan.

Jika pada periode pertama Jokowi sudah membangun infrastruktur pertanian, maka pada periode selanjutnya Jokowi seyogyanya fokus pada petaninya itu sendiri. "Model bimbingan penyuluhan dan penggunaan teknologi pertanian dan bibit-bibit unggul musti diperkuat lagi" tambahnya.

Menurut dia, faktor cawapres bagi Jokowi hanya pendukung, suplemen, bukan penentu. “Karena bukan penentu, Jokowi punya otoritas kuat untuk menentukan wakilnya. Calonnya bisa darimana saja, yang penting bisa membantu Jokowi di aspek-aspek tersebut. Dan sebaliknya Jokowi juga harus merasa nyaman dengan cawapres. Chemistry dan loyalitas menjadi faktor yang paling penting," ujar Wakil Dekan FISIP UIN Syarif Hidayatullah.

Secara terpisah, Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Moeldoko mengatakan di masa Jokowi pembangunan infrastruktur tak semata sebagai bangunan fisik, tapi berkesinambungan dengan pembangunan SDM. “Hal ini pada akhirnya akan jadi pembangunan peradaban sebuah bangsa,” ujarnya.

Terkait dengan pengembangan SDM, menurut Moeldoko, HKTI berupaya menjaring para inovator sektor pertanian dan pendukung pertanian. Inovasi dan teknologi merupakan salah satu fokus HKTI dalam memberdayakan petani dan mengembangkan pertanian Indonesia. "Meski menerapkan teknologi dan inovasi terbaru, sektor pertanian tetap harus menjaga kearifan lokal sehingga inovasi teknologi dan budaya dapat saling melengkapi," katanya.

HKTI mendorong ekosistem inovasi pertanian yang kondusif dengan memperkuat kerja sama lintas fungsional, lintas-sektoral antarpelaku inovasi dan pemangku kepentingan, meningkatkan peran strategis sektor pertanian Indonesia dalam pembangunan nasional demi menjamin ketahanan dan keamanan pangan.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Infrastruktur yang Dibangun...
Infrastruktur yang Dibangun Jokowi Dinilai Bawa Optimisme Ekonomi
Jokowi Pede Pengangguran...
Jokowi Pede Pengangguran dan Kemiskinan Tak Melonjak di 2021
Tahun 2021 Tetap Diisi...
Tahun 2021 Tetap Diisi dengan Pembangunan Infrastruktur dan SDM
Momentum ketika Jokowi...
Momentum ketika Jokowi Bertemu Joko Widodo
Jokowi ke Relawan Nusantara...
Jokowi ke Relawan Nusantara Bersatu: Kita Tidak Bisa Bersaing Kalau Jalannya Masih Becek
Sejumlah Pembangunan...
Sejumlah Pembangunan Rampung, Jokowi Bilang Kemajuan Sudah Terwujud di Papua
Berita Terkini
Kapitalisasi Pasar Tembus...
Kapitalisasi Pasar Tembus Rp2,74 Triliun, CST Token Pacu Pengembangan Infrastruktur Digital
11 menit yang lalu
BPDP Unjuk Gigi Tampilkan...
BPDP Unjuk Gigi Tampilkan Produk Turunan Kakao EastFood Indonesia 2026
19 menit yang lalu
8 Bank Bangkrut Sepanjang...
8 Bank Bangkrut Sepanjang Januari-Juni 2026, Ini Daftarnya
29 menit yang lalu
Kantongi Pendanaan USD11,3...
Kantongi Pendanaan USD11,3 Juta, FLOQ Pacu Integrasi Teknologi Blockchain
55 menit yang lalu
Tanpa Kompensasi, Harga...
Tanpa Kompensasi, Harga Asli Pertamax Tembus Rp20.000 per Liter
1 jam yang lalu
Pacu Sektor Pariwisata,...
Pacu Sektor Pariwisata, TikTok GO Integrasikan Konten Kreator dengan Sistem Pemesanan Tiket
1 jam yang lalu
Infografis
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved