Perbankan Syariah Sulit Berkembang, Market Share Masih 5%

Kamis, 02 Agustus 2018 - 15:51 WIB
Perbankan Syariah Sulit...
Perbankan Syariah Sulit Berkembang, Market Share Masih 5%
A A A
BANDUNG - Lambatnya perkembangan perbankan syariah di Indonesia diperkirakan karena minimnya sosialisasi kepada masyarakat. Di sisi lain, belum ada dukungan penuh pemerintah terhadap ekonomi syariah di Indonesia.

Akademisi ekonomi syariah dari UIN Sunan Gunung Djati Harry Maksum mengatakan, saat ini market share perbankan syariah masih 5% dari total pemilik account perbankan. Pencapaian 5% juga setelah Bank Aceh dan Bank NTB konversi dari konvensional ke bank syariah.

“Kalau tanpa itu (konversi), sebelumnya tidak mencapai 5%. Padahal perbankan syariah sudah hampir 3 dekade ada di Indonesia. Berbeda dengan Malaysia, market share perbankan syariah sudah di atas 20%,” kata Harry Maksum di sela-sela launching portal berita syariah Suara Persaudaraan.com pada Jabar Book Fair di Gedung Landmark, Kota Bandung, Kamis (2/8/2018).

Menurut dia, minimnya sosialisasi menjadi persoalan lambatnya perkembangan perbankan syariah. Masih banyak masyarakat tidak paham perbankan syariah. Di sisi lain, perbankan syariah mestinya tidak hanya menjalankan bisnis seperti biasa saja, tetapi harus lebih aktif melakukan sosialisasi.

“Peran pemerintah juga harus besar. Kalau mau, bank BUMN dikonversi ke syariah. Karena dari sisi infrastruktur, memang fasilitas mereka masih sangat terbatas. Tetapi dengan terobosan itu, diharapkan bisa dongkrak perbankan syariah,” beber dia.

Menurut Harry, penerapan ekonomi syariah akan menyelamatkan ekonomi Indonesia. Apalagi, saat ini kesenjangan antara kaya dan miskin sangat besar. Ekonomi syariah, lanjut dia, akan mengajarkan kepada warganya untuk berbagi. Karena ada hak warga miskin di dalamnya.

“Ekonomi syariah akan menyelamatkan umat Islam agar bertransaksi sesuai aturan. Di ekonomi syariah ada keadilan dan kejujuran. Makanya di beberapa negara di Eropa, ekonomi syariah banyak diminati karena menguntungkan,” imbuh dia.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Alasan Muhammadiyah...
Alasan Muhammadiyah Tarik Duit dari Bank Syariah Hasil Merger
Pemerintah Target Bank...
Pemerintah Target Bank Syariah Indonesia Tbk Masuk Top 10 Dunia
Wapres Resmikan Operasional...
Wapres Resmikan Operasional Bank Riau Kepri Syariah, Jadi Awal Kemudi Ekonomi Syariah
5 Bank Syariah Terbesar...
5 Bank Syariah Terbesar di Dunia, Ada yang dari Negara Tetangga
Tiga Poin Ini Dinilai...
Tiga Poin Ini Dinilai Perlu Dimiliki Bank Syariah Indonesia
Catat! Merger 3 Bank...
Catat! Merger 3 Bank Syariah Sah per 1 Februari 2021
Berita Terkini
Trump Raih Cuan Jumbo...
Trump Raih Cuan Jumbo dari Kripto, Mayoritas Dialihkan ke Saham dan Obligasi
20 menit yang lalu
Prabowo Kumpulin Menteri...
Prabowo Kumpulin Menteri di Hambalang Bahas Harga Khusus BBM untuk Nelayan
10 jam yang lalu
Raih 3 Pengakuan Internasional,...
Raih 3 Pengakuan Internasional, IIF Terus Memperkuat Kapasitas Pendanaan Infrastruktur
10 jam yang lalu
S&P Pertahankan Rating...
S&P Pertahankan Rating dan Outlook Kredit Indonesia, Purbaya: Arah Kebijakan Ekonomi Terjaga
10 jam yang lalu
Danamon Prasmul EduWealth...
Danamon Prasmul EduWealth Menjawab Tren Kenaikan Biaya Pendidikan: Ekosistem Pendanaan dan Proteksi
11 jam yang lalu
Sensus Ekonomi Tak Hanya...
Sensus Ekonomi Tak Hanya Dilakukan Indonesia: Gerakan Global yang Diikuti Malaysia hingga Zimbabwe
11 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved