Perang Dagang Buat USD Berotot, Rupiah Menciut ke Rp14.503

Jum'at, 03 Agustus 2018 - 10:52 WIB
Perang Dagang Buat USD...
Perang Dagang Buat USD Berotot, Rupiah Menciut ke Rp14.503
A A A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) di pasar spot, Jumat (3/8/2018) dibuka melemah 18 poin atau 0,12% ke level Rp14.496 per USD, dibandingkan penutupan Kamis kemarin di level Rp14.478 per USD.

Laju rupiah di indeks Bloomberg semakin tertekan pada pukul 10.35 WIB, dimana mata uang NKRI merosot 25 poin atau 0,17% menjadi Rp14.503 per USD.

Hal senada juga tercatat di data Yahoo Finance, rupiah pada Jumat ini tercatat melemah 30 poin atau 0,21% menjadi Rp14.498 per USD berbanding penutupan Kamis di Rp14.468 per USD.

Kurs acuan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia menetapkan rupiah pada hari ini berada di Rp14.503 per USD, tergerus 57 poin dari Kamis kemarin yang berada di Rp14.446 per USD.

Rupiah dan mata uang Asia lainnya pada Jumat ini tidak berdaya menghadapi dolar AS. Yuan China menjadi mata uang dengan nilai terpuruk, disusul rupee India dan rupiah berada di peringkat ketiga. Yuan tertekan akibat kekhawatiran perang dagang dengan jatuh serendah 6,8725 per USD, terlemah sejak Mei 2017.

Melansir Reuters, Jumat (3/8), dolar AS menguat terhadap enam mata uang utama mengambil untung dari meningkatnya ketegangan perdagangan antara Amerika Serikat dan China. Indeks USD mencapai level tertinggi dengan naik 95,190.

Kemenangan USD disebabkan Amerika Serikat mengekspor barang ke seluruh dunia jauh lebih banyak dari China, sehingga para investor melihat perang dagang ini telah menyebabkan penderitaan lebih besar bagi ekonomi China.

"Pasar bereaksi terhadap perang perdagangan AS-Cina karena AS adalah pemenang sedangkan China adalah pihak yang kalah. Pasar Cina pada umumnya lemah. Itulah mengapa kelemahan yuan memimpin kekuatan dolar," kata Masafumi Yamamoto, kepala strategi mata uang di Mizuho Securities.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rusia: Dolar Jadi Senjata...
Rusia: Dolar Jadi Senjata AS untuk Perang Dagang Global
Neraca Dagang Surplus,...
Neraca Dagang Surplus, Rupiah Ditutup Menguat di Rp14.897 per Dolar AS
Surplus Neraca Dagang...
Surplus Neraca Dagang Jadi Sentimen Positif, Rupiah Diramal Menguat
Pimpin BRICS Hadapi...
Pimpin BRICS Hadapi Perang Dagang AS, China Susun Rencana Baru
Rupiah Diguncang Perang...
Rupiah Diguncang Perang AS-Iran, Hari Ini Rp16.893 per Dolar AS
Rupiah Pulang Merosot...
Rupiah Pulang Merosot ke Rp14.133 per USD
Berita Terkini
Yamaha Grand Filano...
Yamaha Grand Filano Hybrid Tawarkan Gaya Kalcer, Konsumsi BBM Diklaim Capai 60 Km per Liter
11 menit yang lalu
Produktivitas Kebun...
Produktivitas Kebun Sawit Sitaan Negara Menurun, Muncul Desakan Audit Total
12 menit yang lalu
Danantara Resmi Gabung...
Danantara Resmi Gabung ke Forum Sovereign Wealth Fund Dunia, Ini Manfaatnya
30 menit yang lalu
Penguatan IHSG Tak Terbendung...
Penguatan IHSG Tak Terbendung Sentuh 6.175, Diwarnai Lompatan 363 Saham
59 menit yang lalu
MNC Sekuritas Dukung...
MNC Sekuritas Dukung Podomoro University Cetak Wirausaha Berbasis Pasar Modal
1 jam yang lalu
Brand Footprint 2026,...
Brand Footprint 2026, Lemonilo Raih Fastest Growing On the Go Snack
1 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved