Rupiah Sesi Pagi Dibuka Merangkak Naik, USD Tetap Kokoh

Senin, 06 Agustus 2018 - 10:48 WIB
Rupiah Sesi Pagi Dibuka...
Rupiah Sesi Pagi Dibuka Merangkak Naik, USD Tetap Kokoh
A A A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada awal perdagangan, Senin (6/8/2018) dibuka merangkak naik. Pergerakan rupiah untuk mencoba menguat mengiringi pergerakan USD yang tetap bergerak kokoh setelah rilis data sektor ketenagakerjaan.

Menurut kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah pagi ini dibuka pada level Rp14.481/USD. Posisi ini memperlihatkan rupiah naik tipis dibandingkan posisi perdagangan sebelumnya Rp14.503/USD.

Berdasarkan data SINDOnews bersumber dari Limas, rupiah juga memperlihatkan peningkatan menjadi Rp14.475/USD. Rupiah menunjukkan perbaikan untuk keluar dari zona merah dari akhir pekan kemarin.

Data Yahoo Finance menunjukkan rupiah pada sesi perdagangan pagi meningkat tipis pada posisi Rp14.485/USD dari akhir pekan kemarin Rp14.490/USD. Pergerakan harian rupiah ada pada level Rp14.468 hingga Rp14.490/USD.

Posisi rupiah melihat data Bloomberg, pada perdagangan spot exchange menguat ke level Rp14.488/USD dibandingkan sebelumnya. Rupiah hari ini bergerak di kisaran Rp14.483-Rp14.493/USD.

Sementara seperti dilansir Reuters, dolar tetap stabil terhadap beberapa mata uang utama lainnya setelah data pekerjaan AS memperkuat ekspektasi investor Federal Reserve atau Bank Sentral AS bakal secara bertahap menaikkan suku bunga acuan tahun ini. Indeks Dolar yang mengukur greenback versus enam mata uang utama naik lebih tinggi 0,1% pada level 95,261.

Posisi tersebut menjadi dari level terendah empat pekan sebelumnya 94,084 yang dicapai pada 26 Juli. Fokus investor telah bergeser ke yuan setelah Bank Rakyat China pada hari Jumat membuatnya lebih mahal terhadap mata uang, yang membantunya rebound dari posisi terendah 15 bulan terhadap greenback.

Pertumbuhan pekerjaan AS melambat lebih dari yang diperkirakan pada bulan Juli, tetapi penurunan tingkat pengangguran menunjukkan bahwa kondisi pasar tenaga kerja semakin ketat. The Fed diperkirakan oleh beberapa ekonom bakal mempertahankan suku bunga tidak berubah dan memberikan penilaian optimis terhadap ekonomi terbesar di dunia.

Euro mencapai posisi terendah dalam sekitar empat minggu terhadap dolar pada hari Senin. Euro diperdagangkan pada level 1,15625 setelah menyentuh level terburuk 1,1557 versus USD. Sedangkan Yuan bergerak mendatar atau diperdagangkan pada posisi 6.846 yuan per dolar.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.409 per Dolar AS
Rupiah Terlemah Sepanjang...
Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp15.526
Wacana Lama Hidup Lagi,...
Wacana Lama Hidup Lagi, Ini Dua Sisi Pentingnya Redenominasi Rupiah
Bikin Gaduh Karena Keliru...
Bikin Gaduh Karena Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Google Harus Tanggung Jawab!
Google Keliru Tampilkan...
Google Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Timbulkan Kegaduhan!
Berita Terkini
Raih Predikat Tertinggi...
Raih Predikat Tertinggi IRCA Dua Kali Berturut-turut, GDPS Tegaskan Budaya Kepatuhan
25 menit yang lalu
Acaraki Jamu Festival...
Acaraki Jamu Festival 2026 Dorong Jamu Jadi Penggerak Ekonomi Nasional
1 jam yang lalu
Purbaya Gelontorkan...
Purbaya Gelontorkan Rp11 Triliun Stabilkan Pasar SBN di Pasar Sekunder
1 jam yang lalu
Dukung Industri Kreatif,...
Dukung Industri Kreatif, Joshua Khubani Siapkan Investasi USD100 Juta
4 jam yang lalu
Jelajahi 197 Negara,...
Jelajahi 197 Negara, Peneliti Temukan Kesederhanaan Jadi Kunci Kebahagiaan
5 jam yang lalu
Pasar Keuangan Ambruk...
Pasar Keuangan Ambruk Lebih Dalam, Rupiah Diramal Tembus Rp19.000 Akhir Bulan Ini
5 jam yang lalu
Infografis
6 Brigjen Naik Pangkat...
6 Brigjen Naik Pangkat Jadi Mayjen TNI usai Dapat Promosi Jabatan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved