Ekonomi Jawa Barat Tumbuh Melambat Menjadi 5,65%

Senin, 06 Agustus 2018 - 23:28 WIB
Ekonomi Jawa Barat Tumbuh...
Ekonomi Jawa Barat Tumbuh Melambat Menjadi 5,65%
A A A
BANDUNG - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Barat merilis ekonomi Tanah Priangan pada kuartal II 2018 tumbuh melambat menjadi 5,65%. Angka ini lebih rendah dari kuartal I 2018 yang mencapai 5,96%.

Kendati transaksi selama Lebaran besar dan dikucurkannya gaji ke-13 dan 14 PNS, namun kata BPS, hal tersebut belum mampu mendongkrak pertumbuhan ekonomi Jawa Barat sesuai ekspektasi.

"Kalau di pusat (nasional) ekonominya tumbuh cukup signifikan. Sementara di Jabar ada perlambatan karena struktur ekonomi yang 40% ditopang industri. Sumber pertumbuhan industri pengolahan tercatat turun dari sebelumnya 3,18%," jelas Kepala Bidang Neraca Wilayah dan Analis Statistik BPS Jabar Noneng Komara Nengsih di Kantor BPS, Jalan PH Mustofa, Kota Bandung, Senin (6/8/2018).

Pertumbuhan ekonomi Jawa Barat, lanjut dia, ditopang sektor pertanian, perikanan, dan peternakan sebesar 11,78%. Sementara administrasi pemerintahan hanya berkontribusi 9,76%.

Adapun nilai Pendapatan Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku di kuartal II sebesar Rp488,84 triliun, berbanding kuartal sebelumnya Rp466,87 triliun.

PDRB menurut pengeluaran pada kuartal II 2018 didorong oleh positifnya pengeluaran konsumsi lembaga non profit sebesar 19,18%. Disusul ekspor barang dan jasa 14,17, pengeluaran konsumsi pemerintah 10,81%, dan pengeluaran konsumsi rumah tangga 5,09%.

Komponen impor barang dan jasa sebagai pengurang bagi pertumbuhan ekonomi memiliki pertumbuhan positif sebesar 15,61%. "Dan sumber pertumbuhan menurut pengeluaran terbesar masih konsumsi," imbuh dia.

Terkait soal kebijakan pemerintah mengucurkan gaji ke-13 dan 14 bagi PNS, kendati belum berdampak besar, Kepala BPS Jawa Barat Doddy Erlando menjelaskan, sejatinya hal tersebut langkah tepat untuk mendongkrak laju ekonomi.

"Gaji dan lainnya memang kebijakan untuk menstimulus agar menggerakkan ekonomi dan pemerataan. Kalau tidak dilakukan, ya bisa memberi pengaruh ke pertahanan rumah tangga dan desa," jelas dia.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Catatan Ekonomi Jabar...
Catatan Ekonomi Jabar 2020, BPS Sebut Diwarnai PHK Massal hingga Penurunan Wisman
BPS Sebut 2,14 Juta...
BPS Sebut 2,14 Juta Warga Jawa Barat Menganggur
BPS: Jawa dan Sulawesi...
BPS: Jawa dan Sulawesi Tumbuh di Atas Ekonomi Nasional
BPS Catat Inflasi November...
BPS Catat Inflasi November Sebesar 0,38 persen
Ekonomi Indonesia Tumbuh...
Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,12% di Kuartal II 2025
Inflasi Tahunan Jabar...
Inflasi Tahunan Jabar 2,18%, Terendah Sejak 5 Tahun Terakhir
Berita Terkini
Kantongi Restu OJK,...
Kantongi Restu OJK, Dua Pemegang Saham Utama CASH Siap Kawal Rights Issue Rp237,2 Miliar
5 menit yang lalu
Purbaya Tepis Kabar...
Purbaya Tepis Kabar Disebut Incar Influencer dan Toko Online: Tegaskan Pajak Demi Keadilan
30 menit yang lalu
Aplikasi Strava Kena...
Aplikasi Strava Kena Pajak 11%, DJP: Hanya Untuk yang Berlangganan
49 menit yang lalu
Menuju Fungsional, Hutama...
Menuju Fungsional, Hutama Karya Catatkan Progres Signifikan Sekolah Rakyat DKI Jakarta dan Banten untuk Tahun Ajaran Baru
1 jam yang lalu
Elnusa Petrofin Salurkan...
Elnusa Petrofin Salurkan Perdana Biosolar B50 untuk Sektor Industri
1 jam yang lalu
Singapura Mulai Proyek...
Singapura Mulai Proyek Raksasa Lawan Kenaikan Permukaan Laut
2 jam yang lalu
Infografis
Kaleidoskop 2025: 7...
Kaleidoskop 2025: 7 Peristiwa Ekonomi Paling Heboh di Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved