Ekonomi China Menggeliat, Harga Minyak Dunia Menguat
Jum'at, 27 Desember 2024 - 10:45 WIB
loading...
Harga minyak dunia merangkak naik dipicu optimisme menggeliatnya ekonomi importir minyak terbesar dunia, China. FOTO/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Harga minyak naik secara mingguan di tengah optimisme upaya stimulus ekonomi akan mendorong pemulihan di China , yang merupakan negara importir minyak terbesar di dunia. Perekonomian China diproyeksikan tumbuh sekitar 5%pada 2024, berkontribusi hampir 30% pada pertumbuhan ekonomi global.
Mengutip Reuters, Jumat (27/12/2024), harga minyak mentah Brent turun 1 sen menjadi USD73,25 per barel pada pukul 01.45 GMT. Minyak mentah West Texas Intermediate AS berada pada USD69,60, turun 2 sen, dari penutupan hari Kamis. Namun, secara mingguan, Brent naik 0,4% sementara WTI naik 0,2%.
Baca Juga: Bank Dunia Ramal Kondisi Ekonomi China, Apa Saja Ancamannya?
Bank Dunia pada hari Kamis (26/12) menaikkan perkiraannya untuk pertumbuhan ekonomi China pada tahun 2024 dan 2025, tetapi memperingatkan bahwa kepercayaan rumah tangga dan bisnis yang lesu, bersama dengan hambatan di sektor properti, akan terus membebaninya tahun depan.
China pada hari Kamis merevisi ke atas ukuran ekonominya sebesar 2,7%, tetapi mengatakan perubahan tersebut akan berdampak kecil pada pertumbuhan tahun ini, karena para pembuat kebijakan menjanjikan lebih banyak stimulus untuk memacu ekspansi pada tahun 2025.
Mengutip Reuters, Jumat (27/12/2024), harga minyak mentah Brent turun 1 sen menjadi USD73,25 per barel pada pukul 01.45 GMT. Minyak mentah West Texas Intermediate AS berada pada USD69,60, turun 2 sen, dari penutupan hari Kamis. Namun, secara mingguan, Brent naik 0,4% sementara WTI naik 0,2%.
Baca Juga: Bank Dunia Ramal Kondisi Ekonomi China, Apa Saja Ancamannya?
Bank Dunia pada hari Kamis (26/12) menaikkan perkiraannya untuk pertumbuhan ekonomi China pada tahun 2024 dan 2025, tetapi memperingatkan bahwa kepercayaan rumah tangga dan bisnis yang lesu, bersama dengan hambatan di sektor properti, akan terus membebaninya tahun depan.
China pada hari Kamis merevisi ke atas ukuran ekonominya sebesar 2,7%, tetapi mengatakan perubahan tersebut akan berdampak kecil pada pertumbuhan tahun ini, karena para pembuat kebijakan menjanjikan lebih banyak stimulus untuk memacu ekspansi pada tahun 2025.
Lihat Juga :