Pertama, MNC Sekuritas Buka Galeri Investasi di Pasar Tradisional

Rabu, 08 Agustus 2018 - 12:26 WIB
Pertama, MNC Sekuritas...
Pertama, MNC Sekuritas Buka Galeri Investasi di Pasar Tradisional
A A A
BOGOR - Memperkenalkan dunia investasi khususnya pasar modal pada kalangan komunitas masyarakat terkecil yakni keluarga, PT MNC Sekuritas membuka Galeri Investasi (GI) Bursa Efek Indonesian (BEI) di Pasar Tradisional Ranggagading, Bogor Tengah, Kota Bogor, Rabu (8/8).

"Galeri Investasi Pasar Ranggagading ini merupakan GI pasar yang pertama dimiliki MNC Sekuritas. Sebelumnya kami membuka Galeri Investasi di institusi pendidikan berupa universitas dan sekolah tinggi," jelas Direktur Utama MNC Sekuritas Susy Meilina di Bogor, Rabu (8/8/2018).

Lebih lanjut Ia menuturkan, melalui peresmian Galeri Investasi (GI) BI di Pasar Ranggagading dan STIE Kesatuan Bogor, MNC Sekuritas telah memiliki 113 point of sales secara nasional. "Secara keseluruhan, Perseroan telah memiliki 77 Galeri Investasi, baik konvensional maupun syariah," ungkapnya.

Menurutnya, pertumbuhan jaringan MNC Sekuritas tersebut berbanding lurus dengan pertumbuhan jumlah nasabah yang telah lebih dari 38.900 nasabah per Juli 2018, tumbuh hampir 30% dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

"Baru-baru ini MNC Sekuritas meluncurkan produk tabungan saham pertama dan satu-satunya dengan manfaat proteksi yaitu MNC GEMESIN Plus. Melalui produk yang sederhana, terjangkau, dan banyak manfaatnya ini, Perseroan yakin dapat meningkatkan penetrasi pasar modal di kalangan masyarakat Indonesia," jelasnya.

Dalam kesempatan itu, juga dilakukan acara re-launching GI BEI STIE Kesatuan Bogor. Peresmian tersebut ditandai dengan pengguntingan pita dan penandatanganan piagam kerja sama oleh Ketua STIE Kesatuan Bogor Nusa Muktiadji dan Direktur Pengembangan Bursa Efek Indonesia Hasan Fawzi.

Menurut Susy, ini merupakan bagian dari komitmen MNC Sekuritas untuk memasyarakatkan pasar modal dibuktikan dengan menggarap pasar tradisional. Selain melihat potensi pada para pembeli khususnya kalangan ibu-ibu, Perseroan juga meyakini para pemilik kios atau penjual di pasar tradisional memiliki potensi yang besar untuk berinvestasi saham.

"Pada prinsipnya transaksi di pasar modal dan transaksi di pasar tradisional itu hampir sama, ada transaksi jual dan transaksi beli. Prinsip tersebut akan memudahkan kami dalam melakukan edukasi kepada para penjual maupun pembeli," katanya.

Sementara itu, Ketua STIE Kesatuan Bogor Nusa Muktiadji menyatakan berterimakasih kepada MNC Sekuritas dan BEI yang senantiasa mendukung pengembangan program pendidikan di lembaganya, khususnya terkait investasi atau pasar modal ini.

"Tentunya dengan pembukaan GI Pasar Modal di Pasar Ranggagading yang dekat dengan kampus STIE Kesatuan ini, membuat pasar modal menjadi semakin familiar dikalangan mahasiswa, civitas akademik dan UMKM," ungkapnya.

Perkembangan ini tak luput dari support MNC Sekuritas dan BEI, maka dari itu pihaknya berharap terus mendapatkan dukungan di dunia pendidikan. "Karena Dalam hal kurikulum penddikan sudah mengarah kepada pasar modal, sehingga sejumlah mata kuliahnya juga sudah mensupport mahasiswa yang ahli dalam bidang investasi," ungkapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Pengembangan Bursa Efek Indonesia Hasan Fawzi mengatakan GI yang baru diresmikan ini merupakan gerbang atau channel distribusi informasi, edukasi dan sosialiasi utama.

"Karena perlu diketahui, tantangan di pasar modal kita adalah meningkatkan literasi ke masyarakat luas, BEI bersama Otoritas Jasa Keuangan dibantu mitra kita, anggota bursa, kebanyakan para kampus, itu tak henti-hentinya untuk mendekat ke sentra aktifitas masyarakat," tuturnya.

Ia menambahkan, yang sudah banyak dilakukan BEI adalah bersama kampus dilingkungan perguruan tinggi untuk meningkatan literasi tentang pasar modal atau investasi ini. "Seperti kita ketahui, dari awal kita menggunakan galeri investasi ini bersama kampus dan anggota mitra, minimal memberikan pemahaman yang sangat baik tentang pasar modal dan transaksi bursa, khususnya kepada akademisi," jelasnya.

Menurutnya, galeri pasar yang dilaunching di Pasar Ranggagading ini adalah galeri pasar modal BEI ke - 6. Ia menyebutkan alasan membuka galeri di pasar tradisional ini sangat penting.

"Pasar tradisional adalah komunitas yang paling siap untuk memberikan pemahaman dan kesadaran investasi dilingkungan lain, karena by nature mereka sudah terbiasa melakukan penjualan dan pembelian, yang pendapatannya kemudian bisa diinvestasikan kembali diluar lingkungan pasarnya," tandasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
MNC Sekuritas Bersiap...
MNC Sekuritas Bersiap Jadi Perusahaan Sekuritas Nomor Satu
MNC Sekuritas Terlibat...
MNC Sekuritas Terlibat dalam The 8th National Invesment Day, Dukung Anak Muda Melek Investasi
MNC Peduli dan MNC Sekuritas...
MNC Peduli dan MNC Sekuritas Berdayakan Perempuan Dukung Daur Ulang Sampah
MotionTrade, Aplikasi...
MotionTrade, Aplikasi Trading Saham & Reksa Dana yang Inovatif
MNC Sekuritas Luncurkan...
MNC Sekuritas Luncurkan MNC Research
Hijaukan Fasilitas Publik,...
Hijaukan Fasilitas Publik, MNC Sekuritas Donasi 150 Pot Tanaman untuk RPTRA Gondangdia
Berita Terkini
IHSG Cetak Rebound,...
IHSG Cetak Rebound, Kembali Lagi ke Level 6.000 usai Pengumuman S&P Global Ratings
11 menit yang lalu
S&P Rilis Peringkat...
S&P Rilis Peringkat Kredit Terbaru Indonesia: Outlook Stabil di BBB/A-2
29 menit yang lalu
Rupiah Ambruk Diterpa...
Rupiah Ambruk Diterpa Mega Korupsi hingga Konflik AS-Iran, Hari ini Tembus Rp18.109 per USD
52 menit yang lalu
MNC Sekuritas Dukung...
MNC Sekuritas Dukung Nasabah Wujudkan Cinta Lewat Mahar Saham
1 jam yang lalu
S&P Dow Jones Indices...
S&P Dow Jones Indices Ancam Turunkan Status Pasar Saham RI, OJK Sebut Efek Arus Modal Keluar Kecil
2 jam yang lalu
Sakha Coffee Perluas...
Sakha Coffee Perluas Pasar Kopi Lokal, Penjualan Digital Tumbuh 60%
2 jam yang lalu
Infografis
Joao Pinheiro, Wasit...
Joao Pinheiro, Wasit Kontroversial di Laga Argentina vs Swiss
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved