Kelola Blok Rokan, Indonesia Bisa Dapat Rp825 Triliun Selama 20 Tahun

Kamis, 09 Agustus 2018 - 10:10 WIB
Kelola Blok Rokan, Indonesia...
Kelola Blok Rokan, Indonesia Bisa Dapat Rp825 Triliun Selama 20 Tahun
A A A
JAKARTA - Langkah dan kebijakan pemerintah menargetkan penguasaan Freeport Indonesia dan ladang minyak Blok Rokan bukan sekadar gagah-gagahan untuk nasionalisme atau pencitraan menuju tahun politik 2019.

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Archandra Tahar mengatakan, langkah pemerintah ini merupakan keberanian yang melalui proses rumit, dengan berpijak pada kalkulasi tentang kesinambungan bisnis dan prospek keuntungan (profitabilitas) bagi negara di kemudian hari.

"Kembalinya Blok Rokan ini akan menguntungkan pemerintah Indonesia. Dalam hal ini, Indonesia akan bisa mendapatkan keuntungan mencapai Rp825 triliun hingga 20 tahun ke depan," ujar Archandra saat menjadi bintang tamu di MNC Trijaya, Kamis (9/8/2018).

Arcandra melanjutkan, "Insya Allah hasilnya cukup menggembirakan dan pemerintah akan mendapatkan hasil mencapai Rp800 triliun sampai 20 tahun ke depan. Ini sangat membantu kita dan sesuai dengan apa yang kita cita-citakan".

Ia pun menceritakan tentang kembalinya Blok Rokan ke Indonesia. Kata dia, pihaknya membuat sebuah tim untuk menyelesaikan beberapa Kontrak Karya yang telah habis.

"Kita membuat tim untuk menyelesaikan kontrak-kontrak yang berakhir dari 2018 sampai 2025 dan ada 25 kontrak yang berakhir. Tahun 2018 ini, ada delapan kontrak yang berakhir dan kita selesaikan dalam rangka sebulan di bulan April. Kalau kontrak 2019, kita selesaikan pada Mei dan 2020, kita selesaikan di Juni. Tahun 2021 itu kita selesaikan bulan Juli. Terakhir tahun 2022, sedang kita selesaikan. Kita ini ada ESDM, SKK Migas dan Dirjen Migas," jelasnya.

Tidak hanya itu, Arcandra menjelaskan tentang alasan Pertamina menjadi pengelola Blok Rokan pada 2021. Karena Pertamina melalui proposalnya menjanjikan beberapa hal yang menguntungkan negara. Seperti mekanisme bagi hasil migas gross split, negara akan mendapat porsi 48%.

"Pemerintah mendapatkan 48%, split variabel banyak sekali lapangannya dan setiap lapangan beda-beda. Ada 104 lapangan. Jadi untuk ke depannya, 100% pengelolaan kepada Pertamina. Kita tidak tertarik dengan penawaran dari Chevron. Karena dia (Chevron) menawar jauh di bawah penawaran yang diajukan oleh Pertamina," jelasnya.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Dipelototi Pemerintah...
Dipelototi Pemerintah dan DPR, Ini Perkembangan Alih Kelola Blok Rokan
Perkuat Strategi Bisnis,...
Perkuat Strategi Bisnis, Pertamina Siapkan Alih Kelola Blok Rokan
Menahan Penurunan Produksi...
Menahan Penurunan Produksi Blok Rokan, 44 Sumur Baru Akan Dibor 2021
PT Pertamina Hulu Rokan...
PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Kembangkan Usaha Lokal
Blok Rokan Kembali ke...
Blok Rokan Kembali ke Pangkuan Ibu Pertiwi, Presiden Nilai Pertamina Mampu Kelolanya
Di HUT ke-50 PDIP, Jokowi...
Di HUT ke-50 PDIP, Jokowi Pamer Bisa Rebut Freeport hingga Blok Mahakam
Berita Terkini
Bahlil Antisipasi Ledakan...
Bahlil Antisipasi Ledakan Subsidi Energi Tahun Depan, Segini Hitungannya dalam RAPBN 2027
46 menit yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Jaring Talenta Pelaut Muda Perkuat Distribusi Energi Nasional
53 menit yang lalu
Bahlil Jamin Harga BBM...
Bahlil Jamin Harga BBM Pertalite dan LPG 3 Kg Tidak Naik
1 jam yang lalu
MNC Sekuritas Perluas...
MNC Sekuritas Perluas Jangkauan Literasi ke Kendari melalui Edukasi Cerdas Investasi Digital
2 jam yang lalu
IHSG Hari Ini Berakhir...
IHSG Hari Ini Berakhir Meroket 4,12% Tembus Level 6.254
2 jam yang lalu
Rupiah Tampil Perkasa...
Rupiah Tampil Perkasa di Awal Pekan, Hari Ini Sentuh Rp17.708 per Dolar AS
2 jam yang lalu
Infografis
APBN Pernah Jebol Nyaris...
APBN Pernah Jebol Nyaris Rp1.000 Triliun, Ini 6 Defisit Terbesar Sepanjang Sejarah Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved