Rupiah Berbalik Melemah di Akhir Sesi Saat Pounds Dihantam USD

Jum'at, 10 Agustus 2018 - 17:05 WIB
Rupiah Berbalik Melemah...
Rupiah Berbalik Melemah di Akhir Sesi Saat Pounds Dihantam USD
A A A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada akhir perdagangan, Jumat (10/8/2018) berbalik melemah pada sesi penutupan hari ini, setelah sempat membaik sebelumnya. Kejatuhan rupiah mengiringi poundsterling yang dihantam USD seiring kekhawatiran negosiasi Brexit.

Data Yahoo Finance menunjukkan rupiah di sesi perdagangan sore anjlok ke level Rp14.470/USD atau memburuk dari sebelumnya Rp14.405/USD. Rupiah sepanjang hari ini bergerak pada level Rp14.403 hingga Rp14.477/USD

Menurut data Bloomberg rupiah berbalik menyusut menjadi Rp14.478/USD di akhir sesi dari penutupan kemarin Rp14.416/USD. Posisi tersebut tidak lebih baik dengan pergerakan harian rupiah berada di kisaran Rp14.435-Rp14.481/USD.

Sementara, data SINDOnews bersumber dari Limas, rupiah sore ini juga jatuh pada posisi Rp14.480/USD yang tenggelam sangat dalam dari kemarin Rp14.420/USD. Posisi ini sekaligus menghentikan tren perbaikan rupiah yang berjalan dalam beberapa hari terakhir.

Berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah tertahan pada jalur merah di level Rp14.437/USD. Posisi ini memperlihatkan rupiah kembali tertekan dibandingkan posisi perdagangan sebelumnya Rp14.422/USD.

Di sisi lain, poundsterling tergelincir ke level terendah sejak Juni 2017 pada pada perdagangan sore hari Jumat karena dolar yang lebih kuat dan kekhawatiran lanjutan bahwa Inggris dapat meninggalkan Uni Eropa tanpa kesepakatan perdagangan perdagangan. Kondisi tersebut mendorong investor untuk menjual pounds.

Mata uang Inggris mengalami penurunan mencapai sebesar 0,7% ke level1,2734 terhadap USD, seiring dengan kenaikan dolar terhadap enam mata uang utama lainnya. Hal ini membuat poundsterling mencetak kerugian sejak Senin sebesar 1,9% untuk mendekati kinerja mingguan terburuknya sejak Februari.

Data resmi pada hari Jumat menunjukkan ekonomi Inggris mengambil beberapa keuntungan pada kuartal kedua atau tumbuh 0,4% yang diharapkan setelah perlambatan musim dingin - gagal untuk memindahkan pound. Data juga menunjukkan momentum kehilangan ekonomi pada bulan Juni.

Melawan euro, pound telah bertahan jauh lebih baik karena permintaan untuk dolar. Pounds diperdagangkan meningkat 0,1% menjadi 89.865 terhadap euro, di atas posisi terendah 2018 baru-baru ini di posisi 90,30.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.409 per Dolar AS
Rupiah Terlemah Sepanjang...
Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp15.526
Wacana Lama Hidup Lagi,...
Wacana Lama Hidup Lagi, Ini Dua Sisi Pentingnya Redenominasi Rupiah
Bikin Gaduh Karena Keliru...
Bikin Gaduh Karena Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Google Harus Tanggung Jawab!
Google Keliru Tampilkan...
Google Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Timbulkan Kegaduhan!
Berita Terkini
Tiket Pesawat Kelas...
Tiket Pesawat Kelas Ekonomi Bebas PPN hingga 5 Juli 2026, Ayo Liburan!
57 menit yang lalu
IHSG Dibuka Melemah...
IHSG Dibuka Melemah ke Level 5.873, Asing Net Sell Rp1,17 Triliun
1 jam yang lalu
Harga Minyak Dunia Hancur...
Harga Minyak Dunia Hancur Mendekati Level Normal! Kapan BBM RI Turun?
1 jam yang lalu
Tanda Tangani PKB 2026,...
Tanda Tangani PKB 2026, Menaker Titip 3 Agenda Strategis ke Jasa Raharja
1 jam yang lalu
Harga Bensin di AS Tetap...
Harga Bensin di AS Tetap Mahal meski Minyak Dunia Rontok, Trump Semprot Raksasa Energi
2 jam yang lalu
Status Pasar Modal RI...
Status Pasar Modal RI Tetap Emerging Market, Kekhawatiran Investor Hilang?
2 jam yang lalu
Infografis
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved