Defisit Transaksi Berjalan Naik, Sri Mulyani Klaim Masih Aman

Senin, 13 Agustus 2018 - 14:28 WIB
Defisit Transaksi Berjalan...
Defisit Transaksi Berjalan Naik, Sri Mulyani Klaim Masih Aman
A A A
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menilai, peningkatan defisit neraca transaksi berjalan pada triwulan II 2018 yang mencapai 3,0% PDB atau tercatat USD8,0 miliar diklaim masih aman. Bahkan menurutnya hal tersebut masih lebih baik dari 2015, dimana saat itu terjadi siklus pengetatan kebijakan moneter Amerika Serikat (AS) atau disebut tapper tantrum.

"Ini masih lebih rendah jika dibandingkan situasi pada tapper tantrum 2015 yang bisa di atas 4 persen," ujar Sri Mulyani di Hotel JS Luwansa, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (13/8/2018).

Sementara itu defisit neraca transaksi berjalan pada triwulan II 2018, bila dibandingkan defisit triwulan sebelumnya masih lebih tinggi sebesar USD5,7 miliar (2,2% PDB). Melihat kondisi defisit neraca berjalan ini, Sri Mulyani menekankan Indonesia mesti berhati-hati lantaran apa yang dihadapi saat ini berbeda dengan tahun 2015, silam.

"Pada 2015 itu quantitative easing masih terjadi dan kenaikkan suku bunga belum dilakukan, baru diungkapkan," terang mantan Direktur Bank Dunia di tengah pelemahan mata uang rupiah yang semakin terkapar.

Tidak hanya itu, Sri Mulyani juga menambahkan, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI) terus menantau secara hati-hati perkembangan global. Karena menurutnya situasi Turki sangat spesifik, tidak hanya masalah financial dan ekonomi, tapi juga ada masalah keamanan, maupun politik di tingkat global.

"Jadi kami lihat dinamika dari apa yang berkembang dari Turki dan sebagai negara G20 tentu ini akan memberikan pengaruh terhadap keseluruhan global ekonomi," paparnya kepada media.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Bank Indonesia Optimis...
Bank Indonesia Optimis Defisit Transaksi Berjalan di Bawah 2%
Ini Faktor Bikin Defisit...
Ini Faktor Bikin Defisit Transaksi Berjalan 1,4% dari PDB
Impor Turun, Defisit...
Impor Turun, Defisit Transaksi Berjalan Kuartal I/2020 di Bawah 1,5%
Defisit Transaksi Berjalan...
Defisit Transaksi Berjalan Tembus USD2,2 M di Kuartal I-2024
Mahfud MD Pastikan Pengusutan...
Mahfud MD Pastikan Pengusutan Dugaan Transaksi Janggal di Kemenkeu Terus Berjalan
Defisit APBN Bulan April...
Defisit APBN Bulan April Capai Rp74,5 Triliun
Berita Terkini
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
1 jam yang lalu
PLN EPI Targetkan Pengembangan...
PLN EPI Targetkan Pengembangan Bio-CNG Berbasis Limbah Sawit Dukung Transisi Energi
1 jam yang lalu
IHSG dan Rupiah Tertekan,...
IHSG dan Rupiah Tertekan, Pasar Uji Kredibilitas Sistem Keuangan Indonesia
1 jam yang lalu
Redam Sentimen Sell...
Redam Sentimen 'Sell Indonesia', Ini Saran dari Ekonom
2 jam yang lalu
Soroti Pelemahan Rupiah,...
Soroti Pelemahan Rupiah, BADKO HMI Jatim Dorong Evaluasi Kebijakan Moneter
3 jam yang lalu
Kanda Dukung Afi Trending...
'Kanda Dukung Afi' Trending Global Jelang Pemilihan Ketum Hipmi
3 jam yang lalu
Infografis
Batas Aman Makan Kue...
Batas Aman Makan Kue Lebaran Biar Berat Badan Tidak Naik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved