Gejolak Turki-AS Bakal Bikin Investor Beralih ke Yen Jepang

Senin, 13 Agustus 2018 - 15:26 WIB
Gejolak Turki-AS Bakal...
Gejolak Turki-AS Bakal Bikin Investor Beralih ke Yen Jepang
A A A
JAKARTA - Kejatuhan nilai tukar mata uang Lira ke rekor terbaru pada pasar Asia menyusul memburuknya hubungan Turki dengan Amerika Serikat (AS). Terbaru, pada akhir pekan kemarin Presiden AS Donald Trump memberi lampu hijau pada pemberlakuan bea masuk sebesar dua kali lipat terhadap baja serta aluminium Turki.

Gejolak Turki versus AS tersebut diyakini membuat investor beralih ke Yen Jepang yang dinilai lebih aman atau safe haven. Analis Reliance Sekuritas Lanjar Nafi mengatakan, perseteruan kedua negara dikhawatirkan akan berdampak panjang, terutama ke mata uang negara berkembang seperti rupiah, sehingga beralih ke yen.

"Dari eksternal, investor khawatir dengan efek domino Turki ke mata uang negara berkembang, sehingga mereka masuk aset safe haven," ujarnya kepada SINDOnews di Jakarta, Senin (13/8/2018).

Sambung dia menjelaskan, pergerakan yen memang berkorelasi seperti aset safe haven lainnya yakni emas. Bahkan yen sendiri menguat terhadap dolar Amerika Serikat (USD) sebesar 0,52%. "Yen sama emas itu linear, itu di lihat USD ke yen -0.52%. Jadi prinsipnya kalau di Jepang, Yen menguat maka ekspornya turun," katanya.

Padahal, Lanjar menambahkan, Jepang itu merupakan negara dengan mayoritas perusahaan eksportir. Sehingga, kalau yen melemah, saham akan naik. "Sama juga kayak emas. Kalau emas melemah, saham naik. Jadi trader sebut yen itu aset safe haven karena linear gerakannya sama aset safe haven," pungkasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Nilai Tukar Rupiah Melemah
Nilai Tukar Rupiah Melemah
Balik Arah, Rupiah Menguat...
Balik Arah, Rupiah Menguat Tipis ke Rp16.251 Sore Ini
Rupiah Tertekan Meski...
Rupiah Tertekan Meski Indeks Dolar AS Melemah
Nilai Tukar Rupiah Melemah...
Nilai Tukar Rupiah Melemah ke Level Rp15.036
Dollar AS Masih Tidak...
Dollar AS Masih Tidak Berdaya, Rupiah Seharusnya Bisa Menguat
Rupiah Lemas di Awal...
Rupiah Lemas di Awal Sesi, Hanya Naik Tipis ke Rp14.907/USD
Berita Terkini
Asprindo Dorong Skema...
Asprindo Dorong Skema Hybrid Pengelolaan Blok Andaman
5 jam yang lalu
20 Negara Pengimpor...
20 Negara Pengimpor Terbesar Produk China, Indonesia Peringkat Berapa?
6 jam yang lalu
Industri Diajak Bergerak...
Industri Diajak Bergerak Cepat Adopsi Energi Surya
7 jam yang lalu
Migrasi Pertamax ke...
Migrasi Pertamax ke Pertalite, Subsidi BBM Terancam Jebol Rp19,5 Triliun
8 jam yang lalu
Komitmen Perbaikan Tata...
Komitmen Perbaikan Tata Kelola Pengadaan Energi, Pertamina Patra Niaga Gelar FGD
9 jam yang lalu
Rupiah Menguat dalam...
Rupiah Menguat dalam Sepekan, Simak Prediksi Pekan Depan
10 jam yang lalu
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved