Pemerintah Genjot Jumlah Tenaga Kerja Terampil

Rabu, 15 Agustus 2018 - 00:15 WIB
Pemerintah Genjot Jumlah...
Pemerintah Genjot Jumlah Tenaga Kerja Terampil
A A A
JAKARTA - Pemerintah akan menambah jumlah tenaga kerja terampil dengan mengintensifkan kegiatan pelatihan. "Untuk menyiapkan usia produktif siap kerja pada satu tahun mendatang tidak bisa, pelatihan menjadi kata kuncinya," kata Direktur Jenderal Bina Pelatihan dan Produktivitas Kementerian Ketenagakerjaan Bambang Satria Lelono dalam acara Dialog Nasional #3 Sinergi Kelompok Aksi untuk Koordinasi Ketenagakerjaan Inklusi di Indonesia di Jakarta, Selasa (14/8).

Dia mengatakan, hasil studi tahun 2016 yang dilakukan oleh McKinsey Global Institute, Indonesia bisa menjadi negara ekonomi nomor 7 terbesar di dunia pada 2030 bersamaan dengan bonus demografi. "Itu bisa terjadi jika kita terus melakukan upaya pembangunan baik dari segi infrastruktur, ekonomi, serta pembangunan angkatan kerja," paparnya.

Pemerintah telah membuat desain besar guna meningkatkan kualitas keterampilan tenaga kerja di daerah melalui pelatihan di Balai Latihan Kerja (BLK) Kemenaker seluruh Indonesia. BLK dinilai cukup efektif meningkatkan keterampilan angkatan kerja di Indonesia karena bisa memberi pelatihan bagi berbagai segmen usia, gender dan pendidikan.

Data Kementerian Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional (Bappenas) menyebut hanya 25% penyandang disabilitas di Indonesia yang bekerja. Baik di sektor formal maupun informal. Sebanyak 39,9% bekerja sebagai petani, 32,1% bekerja sebagai buruh, 15,1% bekerja di sektor jasa dan sisanya bekerja di perusahaan swasta atau menjadi wiraswasta. Hanya sedikit penyandang disabilitas yang menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN).

Deputi Menteri Bappenas bidang Kependudukan dan Ketenagakerjaan Pungky Sumadi mengatakan, penyebab masih rendahnya penyandang disabilitas yang aktif bekerja disebabkan sudut pandang masyarakat serta dunia kerja. "Mereka dipersepsikan tidak akan mampu mandiri apalagi bekerja selayaknya warga normal. Inilah yang masih menjadi pekerjaan rumah bagi Indonesia jika ingin menghadirkan tenaga kerja inklusif," kata Pungky.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Hindari PHK, SiCepat...
Hindari PHK, SiCepat Ekspres Diapresiasi Kementerian Ketenagakerjaan
Di Forum Dialog US-ASEAN,...
Di Forum Dialog US-ASEAN, Indonesia Paparkan Strategi Mitigasi Sektor Ketenagakerjaan
Kabar Gembira, Korban...
Kabar Gembira, Korban PHK Akibat Pandemi Akan Dipekerjakan Kembali
Edukasi Peserta, BPJamsostek...
Edukasi Peserta, BPJamsostek Bagikan Poster K3 pada Perusahaan
Kemnaker Dorong Pengantar...
Kemnaker Dorong Pengantar Kerja Perkuat Inovasi dan Adaptif
Percepat Kebangkitan...
Percepat Kebangkitan Tenaga Kerja, Kemnaker Luncurkan Program Muda Bangun Negeri
Berita Terkini
Purbaya Desak Seluruh...
Purbaya Desak Seluruh Transaksi di Pelabuhan Pakai Rupiah: Kalau Ada Dolar, Saya Hajar!
7 menit yang lalu
Bank Mandiri Taspen...
Bank Mandiri Taspen Dorong Pensiunan Tetap Produktif dan Sejahtera
13 menit yang lalu
Personal Branding Berbasis...
Personal Branding Berbasis Kepercayaan Jadi Kunci Peluang Bisnis
29 menit yang lalu
Bukan Sekadar Digital,...
Bukan Sekadar Digital, Teras Kapal BRI Buktikan CX100 Danantara Hadir Nyata di Pulau Terpencil
35 menit yang lalu
Istana Buka Suara soal...
Istana Buka Suara soal Variabel Kejatuhan Rupiah ke Rp18.000: Singgung Kemandirian Ekonomi
39 menit yang lalu
Concord Industry Tegaskan...
Concord Industry Tegaskan Komitmen Perkuat Industri Keramik di Keramika 2026
1 jam yang lalu
Infografis
Gen Z Kelompok Paling...
Gen Z Kelompok Paling Rentan, 52% Pekerja Alami Kelelahan Kerja Kronis
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved