Terbitkan Obligasi, JLB Incar Dana Rp1,3 Triliun

Jum'at, 17 Agustus 2018 - 17:05 WIB
Terbitkan Obligasi,...
Terbitkan Obligasi, JLB Incar Dana Rp1,3 Triliun
A A A
JAKARTA - PT Jakarta Lingkar Baratsatu (JLB) melakukan aksi korporasi penawaran umum obligasi I Jakarta Lingkar Baratsatu tahun 2018, dengan target dana yang akan dihimpun sebanyak-banyalmya sebesar Rp1,3 triliun. Obligasi yang akan diterbitkan JLB pada semester II tahun ini akan dibagi dalam 2 tenor yakni seri A untuk tenor 3 tahun dengan kupon 9%-9,75% dan seri B untuk tenor 5 tahun dengan kupon 9,85%-10,65%.

Bunga Obligasi dibayarkan setiap kuartal sejak tanggal emisi. Bunga obligasi pertama akan dibayarkan pada 20 Desember 2018. Sementara, bunga obligasi terakhir sekaligus jatuh tempo obligasi akan dibayarkan pada 20 September 2021 untuk obligasi seri A dan 20 September 2023 untuk obligasi seri B.

Obligasi ini dijamin dengan jaminan fidusia berupa konsesi pengusahaan jalan tol berdasarkan Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol Ruas JORR W1 yang haknya diberikan pemerintah selama masa konsesi dan rekening operasional yang diikat dengan fidusia.

Nilai jaminan selambatnya 30 hari kerja sejak tanggal emisi, sekurangnya sebesar 100% dari nilai pokok obligasi. Obligasi l JLB tahun 2018 ini telah memperoleh hasil pemeringkatan idA+ (single A plus) dari PT Pemeringkatan Efek Indonesia (Pefindo).

Direktur Utama PT Jakarta Lingkar Baratsatu Fatchur Rochman mengatakan, seluruh dana hasil dari penawaran umum obligasi ini setelah dikurangi biaya-biaya emisi akan digunakan untuk melunasi pinjaman modal kerja dan pinjaman kredit sindikasi sekitar 92%. "Sisanya untuk membiayai modal kerja untuk pemeliharaan jalan tol," ujarnya di Jakarta.

Dalam penerbitan obligasi ini, bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi obligasi adalah PT Mandiri Sekuritas dan PT BCA Sekuritas. Sementara yang bertindak sebagai wali amanat dalam penerbitan obligasi ini adalah PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI).

Rencana masa penawaran awal atau bookbuilding obligasi ini akan dilakukan pada 16-30 Agustus 2018, masa penawaran umum pada 13-17 September 2018. Distribusi secara elektronik diperkirakan 20 September 2018 dan pencataaan obligasi di Bursa Efek Indonesia diperkirakan pada tanggal 21 September 2018.

Fatchur menambahkan, JLB menunjukkan kinerja cukup baik dengan pertumbuhan positif tahun lalu dengan peningkatan pendapatan usaha sebesar Rp41,5 miliar dari Rp443,9 miliar pada 2016 menjadi Rp485,4 miliar pada 2017. "Selanjutnya, laba bersih 2017 juga meningkat sebesar Rp95,4 miliar dari Rp52,3 miliar pada 2016 menjadi Rp147,7 miliar pada 2017," pungkasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
PNM Dipercaya Terbitkan...
PNM Dipercaya Terbitkan Orange Bond di Indonesia
Perbandingan Obligasi...
Perbandingan Obligasi Syariah vs Konvensional: Prinsip, Imbal Hasil, dan Risikonya
Entitas BRPT Raih Peringkat...
Entitas BRPT Raih Peringkat Investment Grade untuk Green Bond
Polytama Propindo Tawarkan...
Polytama Propindo Tawarkan Kupon Obligasi 12%
Mengintip Kelebihan...
Mengintip Kelebihan Investasi Obligasi Pemerintah di Tengah Ancaman Resesi
Imbal Hasil Obligasi...
Imbal Hasil Obligasi Kian Jadi Penentu Utama Pergerakan Valas
Berita Terkini
PLN EPI Perluas Kemitraan...
PLN EPI Perluas Kemitraan Global Bangun Rantai Pasok Hidrogen Hijau
8 jam yang lalu
Biaya Logistik Global...
Biaya Logistik Global Menggila, Ancaman Inflasi Tak Hanya dari Harga Minyak
8 jam yang lalu
PT Astra International...
PT Astra International Tbk: Dari Rumah Koran di Desa Sejahtera Astra Kanreapia Menjadi Sentra Sayuran di Sulawesi Selatan
9 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Tambah Pasokan LPG 3 Kg di Majalengka dan Subang
9 jam yang lalu
Lepas dari Pertamina,...
Lepas dari Pertamina, Pelita Air Bakal Gabung di Bawah Garuda Indonesia
10 jam yang lalu
Ekonomi Restoratif Digagas...
Ekonomi Restoratif Digagas Jadi Jembatan Pembangunan Hijau Berkelanjutan
11 jam yang lalu
Infografis
APBN Pernah Jebol Nyaris...
APBN Pernah Jebol Nyaris Rp1.000 Triliun, Ini 6 Defisit Terbesar Sepanjang Sejarah Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved