Polytama Propindo Tawarkan Kupon Obligasi 12%
Jum'at, 14 Agustus 2020 - 22:58 WIB
loading...
Polytama Propindo produsen polypropylene resin terbesar kedua di Indonesia akan menerbitkan obligasi. Foto/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - PT Polytama Propindo produsen polypropylene resin terbesar kedua di Indonesia akan menerbitkan obligasi dan sukuk ijarah sebesar Rp750 miliar. Direktur Keuangan Polytama Uray Azhari mengatakan perseroan berencana menerbitkan obligasi senilai Rp450 miliar dan sukuk ijarah senilai Rp300 miliar.
"Alasan penerbitan surat utang ini terpisah karena untuk menjaring investor yang lebih luas," kata Uray dalam konferensi pers virtual di Jakarta, Jumat (14/8/2020).Baca Juga: Polytama Berikan Dukungan untuk Penanganan Pandemi
Adapun, obligasi dan sukuk ijarah itu masing-masing akan terdiri atas tiga seri, yaitu seri A dengan tenor 370 hari memiliki potensi kupon sebesar 9% hingga 10%, seri B dengan tenor tiga tahun memiliki potensi kupon 10,25% hingga 11,25%, dan seri C bertenor 5 tahun dengan kupon 11% hingga 12%.
Direktur Utama Polytama Didik Susilo menjelaskan bahwa saat ini mayoritas saham Polytama dimiliki oleh PT Tuban Petrochemical Industries yang merupakan anak perusahaan PT Pertamina (Persero) yakni sebesar 80%. Sedangkan sisanya sebesar 20% sahamnya dimiliki oleh Pasio Investment BV (Belanda) yang merupakan anak perusahaan Pasio Holding N.V Curacao (Dutch Caribbean).
PT Tuban Petrochemical Industries resmi menjadi bagian dari Pertamina Group setelah PT Pertamina (Persero) melakukan penyetoran modal sebesar Rp3,1 triliun dan menjadi pemegang saham mayoritas dengan kepemilikan saham sebesar 51%.
"Dana yang diperoleh dari hasil Penawaran Umum Obligasi dan Sukuk Ijarah ini, setelah dikurangi biaya-biaya Emisi, akan digunakan seluruhnya untuk melakukan pembayaran sebagian utang pokok Perseroan dengan memperhatikan Prinsip Syariah di Pasar Modal," kata Didik.
"Alasan penerbitan surat utang ini terpisah karena untuk menjaring investor yang lebih luas," kata Uray dalam konferensi pers virtual di Jakarta, Jumat (14/8/2020).Baca Juga: Polytama Berikan Dukungan untuk Penanganan Pandemi
Adapun, obligasi dan sukuk ijarah itu masing-masing akan terdiri atas tiga seri, yaitu seri A dengan tenor 370 hari memiliki potensi kupon sebesar 9% hingga 10%, seri B dengan tenor tiga tahun memiliki potensi kupon 10,25% hingga 11,25%, dan seri C bertenor 5 tahun dengan kupon 11% hingga 12%.
Direktur Utama Polytama Didik Susilo menjelaskan bahwa saat ini mayoritas saham Polytama dimiliki oleh PT Tuban Petrochemical Industries yang merupakan anak perusahaan PT Pertamina (Persero) yakni sebesar 80%. Sedangkan sisanya sebesar 20% sahamnya dimiliki oleh Pasio Investment BV (Belanda) yang merupakan anak perusahaan Pasio Holding N.V Curacao (Dutch Caribbean).
PT Tuban Petrochemical Industries resmi menjadi bagian dari Pertamina Group setelah PT Pertamina (Persero) melakukan penyetoran modal sebesar Rp3,1 triliun dan menjadi pemegang saham mayoritas dengan kepemilikan saham sebesar 51%.
"Dana yang diperoleh dari hasil Penawaran Umum Obligasi dan Sukuk Ijarah ini, setelah dikurangi biaya-biaya Emisi, akan digunakan seluruhnya untuk melakukan pembayaran sebagian utang pokok Perseroan dengan memperhatikan Prinsip Syariah di Pasar Modal," kata Didik.
Lihat Juga :