Uji Mutu Produk Makanan dan Minuman Tak Hanya Lewat BPOM

Jum'at, 17 Agustus 2018 - 17:34 WIB
Uji Mutu Produk Makanan...
Uji Mutu Produk Makanan dan Minuman Tak Hanya Lewat BPOM
A A A
JAKARTA - Pengusaha kecil menengah makanan dan minuman belum banyak yang melakukan uji mutu produksinya ke lembaga lain selain BPOM. Masih banyak yang beranggapan bahwa bila sudah mendapatkan izin dari BPOM, tidak diperlukan tes uji mutu produk dari lembaga lain.

Padahal pengujian mutu makanan dan minuman bisa didapatkan juga di luar BPOM. Pengujian mutu selain dari BPOM akan semakin memberikan perlindungan kepada konsumen bahwa produk yang mendapatkan izin BPOM dan mendapatkan sertifikat dari lembaga penguji mutu lain terjamin mutunya.

Anwar Tahir, Vice President SBU Laboratory SUCOFINDO, mengatakan, kesadaran pengusaha kecil menengah untuk uji mutu produknya memamg masih rendah. Mereka merasa cukup jika sudah mendapatkan izin dari BPOM.

"Padahal kami bisa melakukan uji mutu yang akan menambah kepastian bahwa produk mereka memiliki mutu yang baik. Pengusaha mungkin banyak yang belum mengetahui bahwa kami memiliki banyak layanan jasa untuk uji mutu," ujar Anwar Tahir saat menerima kunjungan Masyarakat Penulis IPTEK (Mapiptek), di Cibitung, Jawa Barat, Kamis (16/8/2018).

Kurangnya kesadaran itu disebabkan ketakutan pengusaha terhadap biaya uji mutu di SUCOFINDO. Menurut Anwar mengenai harga memang pihaknya memiliki kebijakan untuk tidak dibuka secara transparan.

"Tapi kami yakin harga pengujian mutu bervariasi bergantung pada jenis yang akan di uji dan relatif terjangkau. Misalnya untuk uji mutu usaha air minum sekitar Rp600.000," ungkap Anwar.

Selain masalah harga, Anwar mengaku kurang sosialisasi mengenai layanan yang ada di SUCOFINDO yang menyebabkan belum banyak pengusaha memanfaatkan laboratorium terbesar di ASEAN ini.

Namun Anwar meyakini layanan jasa di SBU Laboratory SUCOFINDO yang mencapai 157 jenis ini akan semakin dibutuhkan seiring peningkatan pendidikan dan kesejahteraan masyarakat.

Hingga saat ini SBU Laboratory merupakan salah satu unit profit center di SUCOFINDO. Tahun 2018 ini target finansial SBU Laboratory sudah hampir mencapai 100%.

"Untuk tahun ini SUCOFINDO secara keseluruhan menargetkan Rp2,5 triliun dan SBU Laboratory ditargetkan Rp200 miliar. Semester kedua ini atau akhir tahun kami optimis target itu berhasil kami capai," katanya.

Didukung dengan fasilitas peralatan yang lengkap dan mumpuni, SBU Laboratory SUCOFINDO telah melayani sekitar 4000 klien dengan 48 laboratorium yang tersebar di seluruh Indonesia. Hampir 50% pengguna jasa SBU Laboratory merupakan korporasi perminyakan sisanya UKM makan dan minuman.
(akn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
Pajak Ekonomi Digital...
Pajak Ekonomi Digital per Juni 2026 Capai Rp54,71 Triliun, Kripto Sumbang Rp2,09 T
39 menit yang lalu
Mengapa Didimax Menjadi...
Mengapa Didimax Menjadi Pilihan Banyak Trader? Ternyata ini Alasannya
1 jam yang lalu
Kunjungi Rest Area Cipularang,...
Kunjungi Rest Area Cipularang, COO Danantara Puji Transformasi Layanan Tol Jasa Marga
1 jam yang lalu
Harga Emas Naik 5 Ribu...
Harga Emas Naik 5 Ribu Hari Ini, Termurah Dijual Rp1.370.000
2 jam yang lalu
Lippoland Kembangkan...
Lippoland Kembangkan OAZE sebagai Pusat Kehidupan Baru di Cikarang
2 jam yang lalu
Kuasai 25% Kekayaan...
Kuasai 25% Kekayaan Miliarder AS: 144 Imigran Terkaya Pecahkan Rekor Rp39.261 Triliun
2 jam yang lalu
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved